
Kala itu kami berbincang-bincang mengenai hal-hal yang ringan entah itu sebuah hoby yang kami suka atau hal lainnya, sekilas aku berpikir bahwa wanita yang sedang ada di hadapanku saat ini begitu hangat dan ceria.
ia adalah sosok wanita yang mudah akrab, kulihat wajahnya seperti keturunan tionghoa karena wajahnya putih dan matanya sipit sekali, ketika tersenyum seperti hendak memejamkan mata, aku tersipu dibuatnya.
Wajah ciri khas dari tionghoa membuat rasa penasaran ini semakin memuncak akhirnya aku memutuskan untuk bertanya kepadanya.
ternyata dugaan ku itu benar dia adalah keturunan tionghoa, namun tinggal di malaysia dan pindah ke indonesia karena urusan bisnis orang tuanya. tapi yang aku heran dia sangat lancar sekali dalam berbicara bahasa indonesia dan logat melayunya tidak terlihat sama sekali walaupun terkadang ada sedikit-sedikit terdengar logatnya itu.
__ADS_1
Ia berkata bahwa ia sudah cukup lama tinggal di indonesia sekitar tiga tahun itulah yang sempat kami bincangkan dan yang kuketahui. itu pula lah yang mengakhiri perbincangan kami.
kami pun saling berpamitan dan berpisah di sekitar istana Plaza. aku tidak mengantarnya pulang karena kami membawa kendaraan masing-masing.
Sesampainya di rumah aku berbaring diatas tempat tidur tanpa mengganti pakaian.
ya sudah lah mungkin ini menjadi jalan sebuah jembatan agar aku terus merasa penasaran terhadapnya dan bisa jadi aku akan bertemu kembali denganya.
__ADS_1
Waktu shalat magrib pun tiba seperti biasa aku melaksanakan shalat dan menyelesaikannya dengan zikir dan doa.
Aku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada tuhan yang telah memberikan rezeki dan nikmat yang tiada terhitung sehingga aku dapat mengenal berbagai macam hal dalam kehidupan ini, namun terkadang aku bertanya-tanya kepada tuhan kenapa aku merasa di keluarga ini hanya aku yang di salahkan dan di jadikan sebagai kambing hitam dalam setiap permasalahan keluarga padahal aku tidak pernah sedikitpun melakukan suatu kesalahan yang patal, dan anehnya disaat sodara-sodaraku yang menyebabkan masalah malah aku yang jadi sasaran amarah dari orang tua dan sodaraku yang lain, terkadang dalam benaku, aku ingin sekali protes terhadap apa yang tuhan berikan kepadaku saat ini, aku merasa semua ini tak adil bagiku. Dan rasanya aku ingin mencari jati diri, untuk apa aku hidup, dan tujuan hidupku arahnya kemana, serta dimasa yang akan datang aku harus menjadi apa. Sekali lagi aku merasa tuhan tak adil terhadapku.
Aku pun beristigfar akan hal itu, aku yakin tuhan tidak akan memberikan suatu persoalan tanpa ada maksud atau tujuan tertentu. pasti tuhan memiliki sesuatu hal yang baik untuku. jadi aku harus terus berperasangka baik kepada Allah Swt. Di keluarga ku ini terdapat tujuh orang dalam satu rumah. lima anak dan dua lagi yaitu ibu dan bapak, tentu aku salah satu dari lima bersaudara tersebut aku anak ke empat dari lima bersaudara, jadi bisa di bilang aku memiliki tiga kakak dan satu orang adik. kakak pertama ku bernama syamsul dia sekarang bekerja di sebuah perusahaan optik di serang banten, kakak ku yang pertama ini jarang sekali pulang karena ia sibuk dengan pekerjaannya karena belum lama ini ia telah diangkat dari seorang supervisor menjadi Gm, sedangkan kakak ku yang nomor dua dia bernama Muhammad Rosad, kakak ku ini seorang dokter dan sekarang ia bekerja di sebuah rumah sakit ternama di Bandung yaitu rumah sakit Hasan Sadikin. Ia setiap hari pulang ke rumah dan berkumpul setiap hari bersama keluarga, kakak ku yang ke dua ini masih kekanak-kanakan jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendaknya ia akan marah terkadang aku jengkel dibuatnya tapi anehnya bapak selalu membelanya bahkan ibu hanya diam saja ketika melihat bapak membela kakak dan mengiakan segala hal yang kakak inginkan.
Kakak ku yang terakhir yaitu nomor tiga, ia masih kuliah sama sepertiku, sekarang ia semester akhir, jurusan yang ia ambil yaitu teknik informatika di Unjani, kampus ini terletak di jalan terusan jendral sudirman, cibeber, kecamatan cimahi, kota cimahi, jawa barat. Ia bernama fathanAlzian. Kakak ku yang satu ini sangat unik dan aneh dia adalah sosok kakak yang cuek dan suka seenaknya dalam melakukan sesuatu ia tidak berpikir panjang atas apa yang ia lakukan yang penting jika yang menurutnya benar dan sesuai dengan yang ia inginkan, ia akan melakukanya tanpa memikirkan perasaan atau nasib orang lain, memang terdengar egois, mungkin ini akibat dari tuntutan bapak kepada kakak yang mengharuskan kakak bisa sesukses kak samsyul yang sekarang bisa menjadi Gm yang bekerja di perusahaan optik ternama.
__ADS_1
Jujur saja keluarga kami cukup rumit dan terkadang aku kasihan kepada adik ku yang bungsu si ahmad di saat suasana rumah yang sedikit memanas karena persoalan sepele ia jadi kurang perhatian dari sodara dan orang tuanya ibu dan bapak, aku pun terkadang kesal dengan suasana ini, terkadang sebelum berangkat kuliah aku harus mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian, membersihkan rumah dan pergi ke pasar, sebenarnya ibu tidak pernah memaksa ku untuk melakukan itu semua, hanya saja aku ingin meringankan pekerjaan ibu sebagai ibu rumah tangga dan juga sebagai seorang istri.