
keesokan harinya.
hari ini seperti yang sudah direncanakan bahwa akan ada mama Arga keruamh oak Ryan. acha bu shena dan pak Ryan yang sudah bersiap sekarang berada di ruang tamu menunggu kedatangan mama Arga.
acha saat ini sedang memainkan hpnya dan berkirim pesan bersama naren
^^^assalamu'alaikum selamat pagi acha^^^
waalaikumsalam
^^^apa kamu sudah sarapan^^^
sudah
^^^eumm baguslah^^^
iyah
^^^kamu akan berangkat ke Kantor ^^^
tidak
^^^kenapa tidak^^^
hari ini aku sedang libur
^^^kok libur^^^
kan ada acara keluarga
^^^acara keluarga apa^^^
yah itu kan mau ngebuat baju
buat pertunangan kak Arga
^^^ouh begitu yah, lalu kenapa kau ^^^
^^^tidak mengajakku^^^
untuk apa mengajakmu
^^^kan aku juga bagian dari keluarga mu^^^
hah sejak kapan
^^^sejak kemarin kita kencan^^^
bagaimana bisa begitu
^^^yah bisa kan aku sudah kenal^^^
^^^dengan orang tuamu^^^
tapi itu sama sekali tak ada
hubungannya
^^^tentu ada^^^
apa hubungannya
^^^yah kan kita jadi keluarga^^^
akh sudah aku tak mengerti
maksud perkataan mu
^^^kau harus mengerti^^^
tidak tidak ada yang aku mengerti.
pak Ryan dan bu shena yang sejak tadi memperhatikan acha memainkan hpnya dengan ekspresi yang kesal mulai bersuara
"nak kamu kenapa sedang berkirim pesan dengan siapa" ucap bu shena
"iyah benar cemberut sekali" ucap pak Ryan
"tidak siapa siapa ayah bunda" ucap acha
"apakah itu naren" ucap bu shena
"humm iyah bun" ucap acha
__ADS_1
"lalu kenapa ekspresi mu seperti kesal begitu nak" ucap pak Ryan
"ini ayah dia bilang kenpa tidak mengajaknya membuat baju keluarga, lalu ku jawab untuk apa mengajakmu dia bilangkan aku juga bagian keluarga mu, terus aku tanya sejak kapan, dia bilang sejak kencan kemarin, terus aku tanya apa hubungannya, dia bilang kan aku sudah mengenal ayah dan ibu mu" ucap acha
"hahah, bun kasih tau biar paham dia apa maksudnya" ucap pak Ryan
"anak bunda itu maksudnya kode, kalau hubungan kalian itu udah di ketahui keluarga, dia ngerasa bahwa dia juga bagian dari keluarga dan berharap yah kamu mengerti bahwa dia itu serius karena dia berani datang ke orang tua kamu, begitu nak" ucap bu shena
"hah bagaimana mungkin bisa begitu, toh kak arg dan juga nela gak gitu, dia pacaran dulu tanpa keluarga tau, beda sama aku cuman temen dan keluarga tau" ucap acha
"kan mereka mengenalkan saat memantapkan untuk langsung bertunangan berbeda dengan naren, dia ingin keluarga tau terlebih dahulu tentang hubunganmu walaupun hanya sebagai teman, itu adalah bentuk keseriusannya untuk menjalin hubungan lebih tanpa dia ucapkan, tapi tampaknya kau mngerti tentang itu" ucap bu shena
"acha tidak menganggap seperti itu bun" ucap acha
"nah itu sebabnya nak kau terlalu cuek sehingga tak mengerti maksud naren" ucap pak Ryan
"maklum aya dia kan baru pertama kali untuknya merasakan seperti ini, dia belum pernah pacaran" ucap bu shena
"ouh begitu pantas saja" ucap pak Ryan
"huh acha tidak mengerti maksud semua itu ayah bunda" ucap acha
"tak apa kau kan selalu terbuka kepada orang tua dengan begitu orang tua akan mengajarkan semua kepada anaknya" ucap bu shena
"iyah nak karena orang tua tau dan dia punya pengalaman" ucap pak Ryan
"tentu ayah acha kan selalu berkata apapun pada kalian" ucap acha
saat percakapan itu tiba tiba Arga datang bersama keluarga nya.
"assalamu'alaikum bunda ayah acha, wah wah wah tampaknya kalian sedang asik mengobrol" ucap arga
"waalaikumsalam, ekh Arga bu qiana, pak Mirza, sudah datang tampaknya" ucap bu shena
"iyah jeng baru tiba ini" ucap bu qiana cipika cipiki pada bu shena
"tante aku kok gak di sapa" ucap nya cemberut lalu menyalami bu shena
"tante lupa namamu maaf yah, siapa namamu" ucap bu shena
"namaku Nara tante" ucap Nara
"akh iyah Nara tante lupa dulu saat kau diajak kemari kau masih dalam gendongan jadi tante lupa" ucap bu shena
"ayo semuanya silhkan duduk" ucap bu shena
"terimakasih shena" ucap pak Mirza lalu duduk
"yah sama sama" ucap bu shena
"perkenalkan semuanya ini putri kami namanya sehacha Wijaya, dia biasa dipanggil acha" ucap bu shena
"perkenalkan acha saya qiana, dan ini suami saya Mirza, dan ini anak bungsu saya Nara" ucap bu qiana
"akh iyah tante salam kenal" ucap acha
"wah wah Ryan kau sudah punya anak gadis, tampaknya kau akan menyusul sepertiku juga menikahkan putrimu juga" ucap pak Mirza
"iyah Mirza ntah kapan dia juga" ucap pak Ryan
"apa dia sudah membawa calon" ucap pak Mirza
"belum, tapi kemarin sudah ada yang datang kerumah ini dan mengajinya kencan" ucap pak Ryan
"wah bagus tampaknya memang akan segera kau menikahkan putrimu, dan aku akan menunggumu menyusuiku mempunyai cucu tentunya, masa aku sudah punya cucu sedangkan kau belum" ucap pak Mirza
"yah tentu kalau anakku sudha menikah aku akan memiliki cucu, dan tentunya menyusulmu dipanggil kakek" ucap pak Ryan
"haha yah kau benar" ucap pak Mirza
"ngomong ngomong apa kita akan langsung saja berangkat sekarang" ucap bu qiana
"yah tentu keluarga ku tadi mereka sudah akan berangkat menuju tempat pengukuran baju" ucap bu shena
"ya sudah kalau begitu ayao, keluargaku juga tampaknya sudah sampai di butikmu" ucap bu qiana
"yasudah kalau begitu aku ambil tas dulu" ucap bu shena
"bun acha juga mau ambil tas" ucap acha
"ya sudah ayo ikut" ucap bu shena
"kakak apa Nara boleh ikut ke kamar kaka" ucap Nara
__ADS_1
"kau mau ikut" ucap acha
lalu Nara mengangguk
"baiklah ayo" ucap acha
lalu mereka berdua ke atas menuju kamar acha.
dan sekarang sudah ada di depan pintu kamar acha dan akan masuk.
"ayo Nara silahkan masuk" ucap acha sambil masuk ke kamarnya
"terimakasih kak acha" ucap Nara
saat masuk menuju kamar acha
"wah kakak kamarnya bagus banget" ucap Nara
"terimakasih Nara, kau tau ini adain buatan kaka" ucap acha
"wah kak bagus sekali nara juga mau kamar antara seperti ini" ucap Nara
"kamarmu bisa lebih bagus dari ini" ucapnya mengambil tas yang berada di meja rias
"benarkah kak" ucap Nara
"yah tentu tergantung apa mau mu" ucap acha
"kalau begitu apa kaka mau membantu mebuat kamarku lebih bagus" ucap Nara
"tentu kau ingin yang seperti apa, dan apa kau mau melihat terlebih dulu hasil desain kamar ka nela" ucap acha
"wah memangnya ada hasil ka nela" ucap Nara
"yah ada dulu ka nela juga tinggal disini selama sebulan dan kamarnya ada di sebelah kamar kakak ayo kita lihat" ucap acha sambil berjalan keluar kamar
"ayo kak" ucap Nara
merekapun berjalan dan masuk kemar yang dulu di tempati nela.
saat masuk
"wah kak kamar ka nela juga bagus" ucap Nara
"iyah ini hasil desain kak nela" ucap acha berjalan masuk kemar
"wah kakak, dan kak nela pintar mendesain" ucap nara
"yah alhamdulillah" ucap acha
"kakak mau kan bantu Nara buat kamar Nara seindah kalian" ucap nara
"tentu boleh, tapi kakak nanti boleh tau seperti apa kamarmu" ucap acha
"tentu kak" ucap Nara
"baiklah nanti kita beli barang barang untuk interior kamarmu yah" ucap acha
"baik kak" ucap Nara
"yasudah ayo kita turun, mereka pasti sudah menunggu" ucap acha
"ayo kak" ucap Nara
merekaoun turun kebawah.
setelah sampai dibawah
"kalian lama sekali, padahal hanya mengambil tas"ucap Arga
"maaf, kami tadi tidak hanya mengambil tas kak, tapi Nara melihat dsain kamarku dan juga nela" ucap acha
"iyah ikh lagian kak Arga gak sabaran banget" ucap Nara
"ouh begitu yah" ucap Arga
"iyah begitu" ucap Nara ketus
"yasudah anak anak jangan berdebat ayo kita berangkat saja" ucap bu shena
"ayo bun" ucap acha
mereka semua pun keluar menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil masing masing
__ADS_1