Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
orang dari masa lalu


__ADS_3

lelaki itupun menatap acha.


lalu acha pun menetralisir keterkejutannya lalu mempersilahkan dia duduk.


"akh silahkan tuan duduk di sebelah sini" ucap acha


"terimakasih" ucap orang tersebut


lalu merekapun duduk.


"sebelumnya kita memulai kerja samanya lebih baik kita berkenalan dulu,perkenalkan nama saya naren adinata, sedangkan sebelah saya adalah aditya"ucap naren menatap acha


"perkenalkan saya sehacha Wijaya" ucap acha


"saya Arga raifan, kakak sekaligus asisten nya" ucap Arga dengan menekan kata kakak


"setekah kita saling mengenal, jadi maksud dan tujuan saya dalam bekerjasama adalah...... (bla bla bla) " ucap nya panjang lebar.


lalu merekapun menyepakati kerja samanya.


"terimakasih sudah mau bekerja sama dengan saya" ucap acha


"sama sama, semoga kerja sama kita bisa terus berlanjut" ucap naren mentap acha.


semua orang yang ada di ruangan itupun keluar tinggal lah acha, Arga naren dan aditya.


sejak tadi naren menatap acha dia merasa risih akan hal itu. Arga yang menyadari akan hal itu di pun berkata.


"eumm, tuan dari tadi aku perhatikan kau terus saja menatap adikku, ada yang aneh dengan adikku" ucap Arga


"akh tidak tuan, kebetulan aku seperti tak asing dengan nona acha jadi aku terus melihatnya" ucap naren


"ouh begitu yah" ucap Arga ketus


"eum nona acha apakah aku boleh minta nomor telpon mu" ucap naren


"untuk apa" ucap Arga


"hanya untuk berkomunikasi dalam membahas bisnis saja tuan" ucap naren


"ouh begitu, sini hp mu" ucap Arga


keren pun memberikan hp Nya. Arga langsung mengambilnya dan dia menulis nomernya.


"untuk urusan kantor hubungi saja aku" ucap Arga lalu memberikan hp naren kembali


"eum tuan saya kan meminta nomor acha" ucap naren


"yah kenapa kalo aku memberikan nomerku bukan kah itu sama saja, lagian kau membutuhkannya untuk bisnis kan" ucap Arga ketus


"kakak kenapa sih ketus amat, ini nomorku naren" ucap acha lembut sambil memberikan kertas berisi nomernya


"akhh nona tampaknya kakak mu begitu menyayangi mu sampai dia se posesif itu padamu" ucap naren sambil mengambil kertas yang diberikan acha


"tentu saja aku sangat menyayangi adikku, aku posesif seperti ini juga untuk melindungi adikku" ucap Arga.


"iyah baiklah tuan Arga saya mengerti" ucap naren

__ADS_1


"tolong maaf kan kaka saya sudah kasar pada anda" ucap acha


"tak apa nona seorang kakak memang seperti itu, kalaupun saya punya adik saya akan memperlakukan hal yang sama ketika ada orang yang ingin mendekatinya" ucap maren


"baguslah kalau kau mengerti" ucap Arga


"kalau begitu saya dan sekertaris saya undur diri untuk kembali ke kantor" ucap maren


"yah silahkan tuan" ucap Arga


naren dan aditya pun pergi.


sekarang acha dan Arga pun menuju ruang CEO.


"kakak kenapa sih tadi ketus kaya gitu" ucap acha


"biar kaka tau mana yang bener bener sayang mau sama kamu" ucap Arga


"yah kan tapi mungkin dia mau berteman aja kakak yang terlalu kepedean seakan dia mau jadi pacar acha" ucap acha


"heyy mana ada sih yang cuman mau temenan sama ade kakak ini, kamu kan cantik rata rata cowok pasti langsung suka sama kamu" ucap Arga


"yah tapi kan gak semua" ucap acha


"iyah itu mainnya kaka cari siapa yang bener bener suka sama kamu dan ngelindungi kamu dari cowo yang kaya tadi pagi pagi terlalu ambis" ucap Arga


"humm gitu yah" ucap acha


"iyah gitu, yaudah sekarang udah waktunya makan siang kakak mau ambilin dulu makan siang sekalian mau panggilin nela buat nemenin kamu" ucap Arga


"yah nemenin kamu dong cha" ucap Arga


"palingan juga kakak ajak berantem" ucap acha


"ngak kok de tenang aja" ucap Arga


"yaudah sana" ucap acha


"iyah iyah ini berangkat" ucap Arga


lalu Arga pun pergi dari ruangan itu. dan menuju ruang desain terlebih dahulu. saat Arga menuju ruang desain nela pun tampak keluar dari sana.


"nela" ucap Arga


"iyah kenapa tuan" ucap nela


"kau keruangan acha dan temani lah dia" ucap Arga


"baiklah" ucap nela


"kau mau makan siang apa" ucap Arga


"aku terserah tuan saja" ucap nela


"baiklah tunggu lah diruangan acha aku akan segera membawakan makanan untuk kalian" ucap Arga


"baiklah tuan kalau begitu saya kan segera menuju ruang CEO" ucap nela

__ADS_1


"akh silahkan


sekarang acha sedang berpikir.


"dia kenapa dia bisa jadi ceo, dan kenapa aku dipertemukan lagi dengan nya, orang dari masalaluku, yng suka membuliku, kenapa sekarang dia ada dihadapanku, sebegitu aku berubahlah sampai dia sama sekali tak mengenaliku orang yang sering dia bully, memang aku dulu pernh menyukainya, kenapa Tuhan mempertemukan ku kembali aku bahkan sekarang tak ingin mengingatnya lagi" ucap acha dalam hati.


tiba tiba pintu pun diketuk.


"masuk" ucap acha tanpa melihat pintu


"permisi nona saya dipinta untuk keruangan ini" ucap nela


acha pun menoleh ke arah pintu


"ikh nela ayolah masuk kau tidak usah formal begitu aku kan temanmu, bahkan saudara mu" ucap acha


"haha aku ingin menguji pendengaran mu saja" ucap nela


"dasar kau, ayo kita duduk saja dikursi sopa" ucap acha


lalu merekapun duduk di sopa.


"nela aku ingin bercerita sesuatu padamu" ucap acha


"cerita apa ayo ceritakan" ucap nela


"kau tau tadi pagi saat aku menuju lift tiba tiba ada lelaki mengadang ku dan dia menyatakan perasaan nya, aku sangat risih akan hal itu, dia terus saja memaksa" ucap acha


"lalu apa yang kau lakukan padanya" ucap nela


"aku tak melakukan apapun, kau tau ka Arga tiba tiba melabrak orang itu" ucap acha lalu diapun menceritakan kronologi yang dilakukan Arga pada lelaki itu.


"haha sabar yah kau punya kakak gitu amat sih bisa bisa kau gak dapet jodoh" ucap nela


"heh itu juga gebetanmu" ucap acha


"ikh apaan sih cha" ucap nela


"dan loh harus tau tadi tuh kan yah abis ada pertemuan kerja sama CEO nya tuh minta nomer gua ehhh dia malah kasih no nya" ucap acha


"ikh posesif banget tuh jadi kaka" ucap nela


"iyah bener yang CEO tadi juga bilang gitu, la nanti kalau loh dah pacaran ama kaka gue itu loh pokonya bilangin jan gitu banget kalo nge hadapin cowo yang ngedeketin gua" ucap acha


" iyah iyah" ucap nela keceplosan


" hahah akhirnya loh ngaku juga, ekh la loh tau CEO nya itu adalah....... " ucap acha terpotong


"kalian lagi ngomongin kakak yah asik banget" ucap Arga yang tiba tiba datang sambil membawa makanan


"ngan kok" ucap acha da nela berbarengan


"ouh ya, yaudah ayo makan dulu aja" ucap Arga


"ayo" ucap acha


merak bertiga pun memakan makanan yang dibawa Arga tanpa perbincangan apapun

__ADS_1


__ADS_2