
waktu begitu tak terasa sekarang malam sudah tiba. naren yang sedang bersiap untuk menjemput acha pun merasakan rasa tak sabarnya. setelah dia rapih dengan baju yang formal kink dia turun ke ruang keluarga.
"wah wah lihatlah adikmu itu xamza dia sangat tampan" ucap bunda naren saat melihat naren turun
"benar bunda" ucap xamza
"bunda bisa aja menggodanya" ucap naren
"bunda tidak mengoda nak memang benar kau tampan" ucap bunda naren
"siapa dulu ayah nya" ucap ayah naren
"ayah membanggakan diri saja" ucap xamza
"tapi benarkan karena bibit dariku, buktinya kau juga tampan" ucap ayah naren
"iyah memang benar" ucap xamza
"sudahlah naren mau pamit yah ayah bunda do'akan semoga semuanya berjalan lancar" ucap naren
"iyah tentu saja doa kami menyertaimu" ucap bunda naren
"terimaksih bunda, kalau begitu naren berangkat assalamu'alaikum" ucap naren lalu mencium tangan keluarga nya satu persatu
"waalaikumsalam hati hati yah nak" ucap bu shena
narenpun melakukan mobilnya menuju rumah pak Ryan. dan kini dia sampailah dirumah pak Ryan dan mulai mengetuk pintu.
tok... tok..... tok...
pelayan pun membukakan pintu
"assalamu'alaikum bi" ucap naren
"waalaikumsalam dengan tuan naren" ucap pelayan
"benar" ucap naren
"mari masuklah tuan" ucap pelayan
"terimakasih bi" ucap naren
dia mulai memasuki ruangan tamu. dan dia dipersilahkan duduk kebetulan pak Ryan dan juga bu shena sedang makan malam diruang makan.
"silahkan duduk dulu terlebih dahulu tuan" ucap pelayan
"iyah terimakasih bi" ucap naren
"tuan dan juga nyonya sedang ada di ruang makan sedangkan nona acha sedang bersiap dan akan bibi panggilkan terlebih dahulu" ucap pelayan tersebut
"ouh begitu yah bi" ucap naren
sedangkan acha saat ini dia sedang bersiap siap setelah melaksankan solat isya, dia memakai gaun dan perhiasan yang di berikan naren. perhiasannya berisi gelang dan juga kalung, laku ada jam tangan juga. setelah siap diapun keluar dari kamarnya karena memilih akan menunggu naren di bawah saja. namun baru beberapa langkah sudah ada pelayanan yang menghampirinya.
"nona, kebetulan sekali tuan naren sudah ada dibawah" ucap pelayanan
"akh benarkah bi" ucap acha
"benar nona" ucap pelayanan
"baiklah terimakasih bi" ucap acha
acha pun turun kebawah dan naren yang melihat acha turun kebawah sangat terpesona, gaun yang dipilihkan kakak iparnya sangat cocok dan pas ditubuh acha yang mungil.
"haii naren" ucap acha
"iyah" ucapnya terperanjat
"kamu kenapa malah benggong" ucap acha
"kamu cantik" ucap naren
"hah kenapa" ucap acha
"tak apa apa" ucap naren
"mau berangkat sekarang" ucap acha
__ADS_1
"sebentar kita tunggu orangtuamu untuk pamit terlebih dahulu" ucap naren
"ouh baiklah" ucap acha
"iyah, eum apa kau suka baju yang ku berikan" ucap naren
"iyah aku suka baju nya pas dan juga warna yang ku suka" ucap acha
"akh baguslan" ucap naren
"iyah aku mau bertanya" ucap acha
"iyah tanyakan lah" ucap naren
"bukannya kau sibuk lalu kapan kau membelikan ku baju dan sebagainya" ucap acha
"yah aku memang sibuk, dan yang membelikan baju ini adalah kakak iparku, ini adalah imbalan yang aku minta karena aku sudah mengantikan pekerjaannya" ucap naren
"ouh kakak iparku bagaimana bisa tau ukuran ku, dan bukankah dia sedang bulan madu" ucap ach
"aku mengirimkan potomu untuk dia menyesuaikan memilih kira kira baju yang pas untuk mu, yah kakak ku memang bulan madu, dan baju itu dia belikan di Korea beserta tas dan asesoris lainnya" ucap naren
"hah Korea" ucapnya kaget
"iyah benar" ucap naren
"hum begitu yah" ucap acha
tiba tiba pak Ryan datang dan menghampiri mereka.
"ekh nak naren sudah ada disini yah apa dari tadi" ucap bu shena
"akh iyah tante, tidak kok hanya baru beberapa menit" ucap naren kalau menyalami tangan bu shena dan pak Ryan
"ouh begitu yah" ucap bu shena
"naren apa kabarmu sehat" ucap pak Ryan
"sehat om alhamdulillah" ucap naren
"baguslah kalau begitu, omong omong selama dua minggu kau tak ada, ada seseorang yang uring uringan dan moodnya buruk" ucap pak Ryan
"akh siapa om" ucap naren
"orang disebelah siapa lagi" ucap bu shena
"akh acha kenapa memangnya" ucap naren
"itu tidak benar kok" ucap acha
"jangan bohong nak" ucap pak Ryan
"aku tidak bohong ayah" ucap acha
"eum sudahlah, tak apa kalau itu benar ataupun salah yang pasti saat ini mood mu tidak jelek" ucap naren
"nah benar itu" ucap acha
"iyah, eum om tante, saya mau mohon ijin untuk kedua kalinya mengajak anak tante dan om keluar rumah malam malam, untuk makan malam apakah boleh" ucap naren
"ouh tentu saja silahkan boleh, om tidak akan melarang apalagi dari sejak sore dia sudah sangat bersemangat untuk makan malam" ucap pak Ryan
"ayah" ucap acha
"akh iyah maaf maaf" ucap pak Ryan
"sudahlah ayo kita berangkat lagian ayah sudh mengijinkan" ucap acha
"hum baiklah, om tante saya pamit membawa acha untuk makan siang assalamu'alaikum" ucap naren
"iyah silahkan naren waalaikumsalam" ucap bu shena dan pak Ryan
k acha dan narenpun mencium tangan pak Ryan dan bu shena
"hati hati yah nak"ucap bu shena
" baik tante" ucap naren
__ADS_1
merekapun keluar dari rumah dan tentu disambut penjaga penjaga acha.
"nona mau berangkat sekarang" ucap penjaga satu
"iyah ayo kalian ikuti dari belakang aku bersama naren" ucap acha
"baiklah nona kami mengikuti mu dari belakang" ucap penjaga 1
"ayo masuk" ucap naren membukakan pintu mobil untuk acha
"terimakasih" ucap acha
"sama sama" ucap naren
lalu narenpun masuk mobil dan melakukan mobilmya menuju hotelnya.
setelah sampai di hotelnya dipun turun. lalu membukakan pintu untuk acha lalu acha pun turun. para bodyguard pun menghampiri acha.
"nona kami tunggu disini atau bagaimana" ucap penjaga 2
acha meliriknpada naren dan naren yang melihat itupun mengerti.
"kalian ikut masuk nanti akan di arahkan dimana kalian menunggu" ucap naren
"baiklah tuan" ucap penjaga dua
merekapun masuk kedalam gedung itu dan sudah disambut oleh resepsionis.
"selamat datang tuan nyonya dan para bodyguard mari masuk kesebelah sini dan untuk para bodyguard ke sebelas sana akan diarahkan oleh teman saya" ucap resepsionis itu.
"terimakasih" ucap acha
acha mengikuti resepsionis dan para bodyguard mengikuti teman resepsionis itu.
saat acha memasuki ruangan itu dia terkagum kagum sesuai dengan apa yang dia impikan tentang kencan banyak lilin dan juga dihiasi bungga. bahkan lebih indah dari yang dipikirannya.
"apakah kau suka" ucap naren
"yah aku suka"ucap acha
" ayo kita duduk disana" ucap naren
acha pun mengikuti itu
resepsionis yang ada dibelakang mereka meberikan buku menu
"nona silahkan pilih minuman apa atau mau makanan lain selain yang sudah disiapkan oleh tuan" ucap pelayan
"eum aku mau lemon tea kalo makanan sudah saja apa yang dipesan oleh naren" ucap acha
"baiklah ditunggu nona" ucap resepsionis tersebut
setelah kepergian resepsionis itu acha mulai bertanya.
"kau mempersiapkan segalanya" ucap acha
"keluarga ku yang menyiapkan ini, dan ini adalah ide dariku" ucap naren
"ouh begitu yah, apa gedung ini yang kak Arga pinjam untuk tunangan nya bulan depan" ucap acha
"bukan, lihat lah itu, gedungnya adalah yang itu" ucap naren
"oyh gedung itu" ucap acha
"iyah" ucap naren
saat itu datanglah pelayan yang membawa minuman dan juga makanan.
"ini tuan nona silahkan selamat menikmati" ucap pelayan
"iyah terimakasih" ucap naren
"kami permisi tuan nyonya" ucap pelayan
"silahkan" ucap acha
"ayo kita mulai makan" ucap naren
__ADS_1
"iyah" ucap acha