
setelah kebungkaman semua orang pak Ryan melanjutkan pidato nya.
"tapi tak sepantasnya kalian terkejut dengan hal itu karena ada hal yang lebih mengejutkan lagi dimana terjadi korupsi dibagian devisi keuangan dan itu ditemukan oleh putriku tentunya, kalau saja kemarin putriku dan Arga tidak mengecek dadakan setiap devisi mungkin ini semua tidak akan kita ketahui, jadi sebaiknya hukuman apa yang pantas untuk kita berikan pada mereka" ucap pak Ryan
semua orang tentu semakin terkejut dan saling berpikir apa yang akan dilakukan oleh pak Ryan pada devisi keuangan tersebut. orang orang dari devisi keuangan menyesal karena pernah terprovokasi untuk melakukan kecurangan tersebut.
"setelah aku dan Arga semalam mendalami ini dan Arga mulai mencari akar masalah dari yang terjadi kami menemukan ada 3 orang dalang dari semua itu, yang pertama dia adalah manejer yang kedua dia adalah ketua dari devisi tersebut yang ketiga adalah kunci pemegang dokumen di devisi tersebut, bahkan korupsi ini sudah dilakukan dari 6 bulan terakhir, dengan ini saya akan memecat semua orang dari devisi keuangan karena mereka semua yang terlibat dalam korupsi itu, selain dipecat bagi 3 orang dalang itu dia akan di blacklist oleh seluruh perusahan, sedangkan yang lainnya hanya di blacklist dari perusahaan besar saja" ucap pak Ryan
devisi keuangan begitupun menejer sangat terkejut , sedangkan ketiga orng yang disebutkan meraka ragu dan bingung akan bekerja apa nantinya.
"lihatlah kan kita di blacklist lalu bagaimana ini" ucap karyawan 2
"aku tidak tau akan sampai seperti ini ku kira mereka tidak kan mengetahui kita adalah dalangnya" ucap karyawan 1
"kau tidk tau kekejaman pak Ryan rupanya" ucap karyawan 2
"aku akan jadi orang miskin bagaimana ini" ucap karyawan 1
"itu sudah nasib mu" ucap karyawan 2
berbeda dengan 2 orang itu yang lainnya masih merasa lega karena setidaknya mereka bisa melamar di perusahaan kecil.
"tapi dari balik semua itu aku memikirkan nasib kalian yang mungkin akan susah mendapatkan pekerjaan, maka dari itu aku akan memeberikan kalian uang pesangon berupa 10 juta untuk karyawan di devisi keuangan selain tiga orang yang di sebut dan untuk 3 orang yang disebut aku hanya memberikan 5 juta saja. dengan ini pidato say akhiri dan semoga kalian nyaman dan bisa bekerja dengan baik serta bekerja sama dengan putri saya untuk mengembangkan perusahaan, saya berharap kedepannya tidak ada kejadian seperti ini, terakhir saya akan memberikan uang bonus kepada devisi humas dan devisi desain karena telah ramah dan tidak pernah pandang bulu dalam bekerja, sekian terimakasih wasalamualaikum" ucap pak Ryan
"waalaikumsalam" ucap semua karyawan dan sorak dari devisi humas dan devisi desain yang dapat bonus.
pak Ryan, bu shena dan bu lita kini menuju ruang CEO, saat mereka akan menuju ruang CEO ada sebagian orang yang meminta maalpf kepada acha atas hinaan yang mereka lakukan.
" eum permisi nona saya ingin berbicara" ucap seorang karyawan
"akh silahkan" ucap acha
"saya minta maaf atas perlakuan saya dulu maaf saya telah lancang dalam berbicara" ucap karyawan itu
"iyah tidak apa lagian aku juga memaafkan kok, lain kali jangan berbuat seperti itu lagi kepada siapapun, belajarlah dari pengalaman"ucap acha
" terimakasih kalau begitu nona" ucap karyawan tersebut
dan sekarang acha memasuki lift. beserta pak Ryan Arga bu shena dan bu lita
"kau baik sekali memaafkan mereka, hatimu sangat lapang" ucap bu lita
"sudah seharusnya seperti itu kok tante, kalo kita tidak memaafkan mereka berarti kita sama saja dengan mereka" ucap acha
"iyah kau benar nak" ucap bu shena.
kini mereka telah tiba di dalam ruangan kerja itu.
"jadi sekarang bagaimana apa kau akan langsung bekerja nak" ucap pak Ryan
__ADS_1
"acha sih.. " ucap acha terpotong
"untuk hari ini jangan dulu deh ayah, kita akan belanja kan keperluan acha untuk bekerja kan sekarang dia sudah kurus apakah ayah masih ingat tentang itu saat satu bulan lalu" ucap bu shena
"ouh begitu baiklah, ajak juga nela yah, ayah dan Arga akan ke perusahaan pusat kebetulan pekerjaan sangat banyak dan juga ada beberapa meeting yang harus dilakukan" ucap pak Ryan
"yah tentu saja nela di ajak, ayah jangan terlalu cape kalau begitu" ucap bu shena
"iyah bunda, eum Arga kau pangil kan Arga dulu ke sini dan minta izin untuk nela hari ini" ucap pak Ryan
"baik tuan" ucap Arga
"Arga kok panggil pak lagi sih" ucap bu shena
"kan di kantor bun" ucap Arga
"ikh ngelak aja, yaudah sana panggil nela" ucap bu shena
"baik bun" ucap Arga
Arga pun keluar dan menuju devisi desain akan memanggil nela
sedangkan saat ini nela sedang dikerumuni masa.
"nela kami belum mendapatkan penjelasan yang jelas dari mu, ayo cepat sekarang katakan kau punya hubungan apa dengan bu CEO itu" ucap karyawan
"penjelasan seperti apa lagi ayo alah semua sudah jelas yang kemarin nona acha akan menjadi CEO" ucap nela
"aku dengannya berteman" ucap nela
"bagaimana mungkin kau berteman dan juga kau setiap hari selalu berangkat bersama mereka mana mungkin hanya teman" ucap karyawan lain.
sat nela akan menjawab tiba tiba pintu dibuka dan suara seseorang mengenai disana
"ada apa ini, kenapa kalian berkerumun" ucap Arga
"akh tuan tidaka ada apa apa kok" ucap karyawan
"tuan ada apa gerangan ke sini" ucap karyawan yang biasa melayani orang yang masuk
"aku akan meminta izin untuk nela, dia akan ada urusan" ucao Arga
"ouh baiklah, silahkan nela ikut dengan pak Arga" ucap karyawan itu
nela pun beranjak membawa tasnya lalu bersorak dalam hati
"selamat selamat"
Arga dan nela berjalan menuju ruang CEO
__ADS_1
"terimakasih" ucap nela
"untuk apa" tanya Arga bingung
"karena kau sudah menolongku" ucap nela
"menolongmu dari apa" ucap Arga
"dari kerumunan orang orang yang mempertanyakan hubunganku dan acha" ucap nela
"kenapa kau tidak jujur saja" ucap Arga
"aku takut mereka akan canggung bila tau yang sesungguhnya" ucap nela
"iyah begitu yah" ucap Arga
kini mereka sudah sampai diruangan CEO.
"nak ayo kita belanja hari ini" ucap bu shena semangat
"ouh begitu yah bun nela kira ada apa kalian minta ijin aku tak bekerja hari ini" ucap nela
"iyah kita akan belanja banyak hal ayao kita berangkat" ucap bu shena
" baiklah" ucap nela
"kalau begitu ayah dan Arga ke perusahaan kalian ke mall bersama pa maman saja yah" ucap pak Ryan
"baiklah ayah, ayah dan Arga hati hati" ucap bu shena
merekapun pergi ke arah tujuan masing masing.
dan kini acha, bu shena, bu lita, dan juga nela sudah sampai di mall dan menuju butik langganan bu shena terlebih dahulu.
"nak kalian pilih pilih dulu disini yah tenteram dan bunda akan mengambil baju pesanan untuk besok" ucap bu lita
"baik tante" ucap acha
sedangkan nela hanya mengangguk
bu lita bu shena menuju ruangan khusus untuk mengambil pesanannya, setelah selesai bu lita mengajak dulu bu shena mengobrol.
"kak sebenarnya ada hal penting yang ingin aku sampaikan" ucap bu lita
"apa itu" ucap bu shena
"ini sangat rahasia" ucap bu lita
"ayo ceritakan lah" ucap bu shena
__ADS_1
"aku sebenarnya melakukan tes DNA bersama nela dan besok akan keluar hasil tes DNA tersebut" ucap bu lita