Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
kencan 1


__ADS_3

setelah kepergian naren acha pun bergegas melanjutkan pekerjaannya.


beberapa jam berlalu dia mengerjakan pekerjaannya tersebut, kini sudah tiba saatnya jam pulang. diapun memilih membereskan mejanya terlebih dahulu. setelah selesai semuanya kini iapun menuju parkiran mobil. belum sempat dia membuka mobil hpnya lebih dulu berbunyi menandakan pesan masuk.


ting.....


^^^haii chaa, sudah pulang^^^


sudah ada apa


^^^mau ke jemput^^^


tidak usah


^^^kenapa tidak usah^^^


aku membawa mobil sendiri


^^^ouh begitu, hati hati jangan sampai^^^


^^^mogok lagi yah^^^


Iyah ngaklah masa mogok


^^^kan takutnya, telpon aku aja okey^^^


Iyah yaudah ini aku dah mau


pulang.


^^^huumm hati hati pokonya^^^


acha menghentikan obrolan itu. lalu diapun masuk ke dalam mobilnya


"naren, naren dia ngirim pesan mulu sih" ucap acha lalu diapun menyalakan mobilnya dan mulai melajukan mobilnya menuju rumahnya.


skipp...


kini malam menjelang acha sudah selesai melaksanakan solat isya. dan dia tidak akan ikut makan malam.


"bun, acha gak bakal makan malam yah" ucap acha


"kenapa" ucap bu shena


"itu mau itu sama naren" ucap acha


"mau apa" ucap bu shena bingung


"itu loh bun acha mau kencan" ucap pak Ryan


"ouh kencan, akh bunda sampai lupa, emang jadi kencannya"ucap bu shena


"Iyah bun jadi"ucap acha


" hahah kapan dia datangnya" ucap pak Ryan


"gak tau mungkin bentar lagi" ucap acha


"ouh gitu" ucap pak Ryan


"ciee.... jadi kencannya cepet cepet dong mau nikah nih" ucap bu shena


"ngaklah bun kenpa sih bunda" ucap acha


"jadilah, orang udah di ajak kencan" ucap bu shena


"ikh bunda mah, kan udah cerita masih aja kaya gitu" ucap acha


"udah bun jangan dijailin biarin aja uudah sana cha kamu siap siap" ucap pak ryan

__ADS_1


"hahah Iyah ayah ngak lagi, udah sana tuh cha kamu siap siap ini bunda mau makan sama ayah" ucap bu shena


"yaudah dah bunda dah ayah selamat menikmati makanannya"ucap acha


acha pun menuju kamarnya sedangkan pak Ryan dan bu shena pun mulai memakan makan malamnya.


pov naren.


aku sudah mempersiapkan semuanya dari awal, semoga saja dia suka dengan yang aku persiapkan. aku memang tidak akan mengungkapkan rasaku ini, aku hanya ingin lebih dekat dulu dengannya, aku masih mencari dimana orang yang aku bully waktu sma, bagaimana keadaan mentalnya, apakah dia baik baik saja bagaimana kehidupannya sekarang, apalagi setelah mendengar cerita tetangganya bahwa dia diusir setelah lulus SMA karena rupanya, kenapa aku tak juga menemukannya, aku memang sedikit memiliki rasa padanya tapi karena orang memandangnya sebelah mata membuatku menghinanya dan melampiaskan amarah kekesalan ku ini.


setelah aku menemukan acha semunya berubah rasa ini tertuju padanya, namanya sama seperti orang yang ku bully dulu, tapi aku kurang percaya apakah benar dia orang yang sama, tapi rasanya itu tak mungkin karena orang yang aku bully kulitnya tak seputih dan tak sekurus acha.


dari pada ku memikirkan semua itu lebih baik sekarang aku bergegas bersiap untuk berangkat ke rumah acha untuk menjemputnya kencan.


dia kini mulai turun dari kamarnya dan pamit pada bundanya.


"bun, naren mau pamit boleh" ucap naren


"pamit kemana" ucap Ibu naren


"mau kencan bun heheh" ucap naren


"emangnya naren punya cewe" ucap Ibu naren


"yah ada deh bun buat diajak kencan"ucap naren


" ouh, apakah wanita yng sama yang tadi ibu pasakan bekalnya" ucap ibu naren


" loh kok bunda tau, kan naren gak bilang bawa bekel buat kasih ke cewe" ucap naren


"iyah dong bunda tau buat cewe, kan kamu gak mau dibawain bekal jadi bunda curiga kalau itu buat cewe, ternyata bener" ucap Ibu naren


"hehe bunda tau aja" ucap naren


"berarti bunda cepet dapet cucu dong" ucap Ibu naren


"loh kok belum, kan udah mau kencan aja" ucap Ibu naren


"kan kencan buat pdktan bun" ucap naren


"ouh begitu yah pantas saja" ucap Ibu naren


"ngomong ngomong ayah kemana bun" ucap naren


"pas kmu turun ayah baru aja ke ruang kerjanya" ucap Ibu naren


"ouh gitu, ayah kayanya sibuk banget deh yah bun, kerja mulu" ucap naren


"emang udah kebiasaannya ren" ucap Ibu naren


"makannya bunda bilangin dong jangan kerja mulu" ucap naren


"Iyah kan ayah kamu juga nunggu kakak kamu pulang makannya kerja terus" ucap Ibu naren


"huum Iyah juga sih, kakak honeymoon nya lama banget jadi ayah kerja terus deh" ucap naren


"yah gak papa kakak kamu juga lagi sekian refresing dari pekerjaannya" ucap Ibu naren


"Iyah sih bun, yaudah bun naren mau berangkat kalau gitu yah bun dah bunda" ucap naren sambil mencium tangan ibunya


"hati hati yah, semoga sukses kencan pertamanya" ucap Ibu naren


"assalamu'alaikum" ucap naren lalu berlalu pergi


"waalaikumsalam" ucap Ibu naren


naren pun keluar dari rumahnya dan mulai memasuki mobilnya lalu dia menuju rumah acha.


sekarang dia sudah sampai dirumah acha. satpam pun sudah mempersilahkan mobilnya masuk karena acha sudah berbicara akan ada tamu yang datang.

__ADS_1


sekarang naren ada di depan pintu dan mengetuk pintu.


tok.. tok.. tok...


pintu pun dibuka oleh pelayan.


"ada keperluan apa" ucap pelayan


"saya tamu acha" ucap naren


"ouh tamu Iyah tamu nona acha silahkan masuk tuan" ucap pelayan mempersilahkan naren masuk


"terimakasih bi" ucap naren lalu dia mengikuti pelayan tersebut.


pelayan membawa naren ke ruang tamu.


"silahkan duduk dulu tuan saya akan memanggil kan tuan dan nyonya dulu" ucap pelayan


"amm.. terimakasih bi" ucap naren


lalu pelayan pun pergi dan berbicara pada bu shena dan pak Ryan.


"permisi tuan nona" ucap pelayan


"Iyah ada apa bi" ucap bu shena yang baru saja selesai makan


"ada tamu nona di depan" ucap pelayan


"ouh suda datang ternyata" ucap bu shena


"Iyah nyonya" ucap pelayan


"kalau begitu tolong panggil acha yah" ucap bu shena


"baik nyonya" ucap pelayan itu lalu pergi


"ayo ayah kita temui naren" ucap bu shena


"yah ayo bunda" ucap pak Ryan


mereka menuju ruang tamu dan menghampiri naren.


naren yang akan mengirim pesan kepada acha bahwa dia sudah sampai terhenti karena dia mendengar langkah kaki, diapun menoleh.


"ekh om tante" ucap naren lalu mencium tangan bu shena dan pak ryan


"kamu naren" ucap pak ryan


"akh Iyah omm nama saya naren" ucap naren


"humm acha sudah memberi tahunya, bahwa kau akan datang ke sini" ucap pak ryan


"Iyah omm, saya mau ijin untuk mengajak acha kencan"ucap naren


" boleh silahkan, asal jangan terlalu malam" ucap pak ryan


"tentu omm saya tidak akan membawa terlalu malam" ucap naren


"dengar dengar waktu itu kamu pernah mengantarkan acha saat mobilnya mogok ditengah jalan" ucap bu shena


"Iyah benar tante" ucap naren


"kenapa tidak mampir dulu" ucap bu shena


"kebetulan sedang ada keperluan jadi tidak sempat mampir" ucap naren


"ouh begitu yah, sebentar lagi acha akan turun mohon untuk tunggu" ucap bu shena


"dengan senang hati tante" ucap naren

__ADS_1


__ADS_2