Setitik Cahaya

Setitik Cahaya
bercerita pada naren


__ADS_3

kini keadaan sudah sedikit tenang. karena sebentar lagi jam makan siang akan segera tiba, bu shena pun mengajak mereka untuk makan siang.


"ya sudah ayo kita makan siang bersama dulu saja sebelum kalian kembali ke kantor" ucap bu shena


"baiklah tente" ucap ansa


"yasudah ayo kita ke meja makan" ucap bu shena


"ayo" ucap arga


mereka semua kini ke meja makan.


sedangkan disisi lainnya.


saat ini maren yang sedang berada di kantor entah mengapa dia merasa sangat gelisah. dia mencoba menenangkan dirinya.


tok.... tok.... tok....


"masuk" ucap naren


orang itupun masuk.


"permisi tuan sebentar lagi akan diadakan rapat" ucap aditya


"akh Iyah aditya aku baru ingat hari ini ada rapat" ucap naren


"apakah tuan sedang tidak enak badan tidak biasanya tuan melupakan rapat" ucap aditya


"tidak, tapi entah kenapa aku begitu gelisah" ucap naren


"mungkin hanya perasaan tuan saja" ucap aditya


"akh benar, mari kita ke ruang rapat saja untuk menangkan pikiranku" ucap naren


"yah silahkan tuan" ucap aditya


merekapun menuju ruang rapat. dan setelah mereka sampai di ruang rapat, naren telebih dahulu melihat isi materi rapat tersebut, lalu tak lama dari itu kolega bisnisnya pundak datang, narenpun memulai rapatnya.


"assalamu'alaikum, mari kita mulai rapat ini............... (dan narenpun menjelaskan semunya) dan apa ada yang mau ditanyakan atau meminta perubahan dari pihak kalian" ucap naren


"baik tuan naren, terimakasih atas kesempatan yang Anda berikat tapi sebaiknya............ (diapun mulai menjelaskan keinginannya) apa tuan setuju" ucap kolega bisnis naren


"baiklah kami Terima pengajuan anda dan berati ini sudah di sepakati oleh kita semua" ucap naren


"yah kami menyepakati nya" ucap semuanya


"baiklah kita tutup saja rapat hari ini, terimaksih" ucap naren


setelah selesai mereka saling berjabat tangan. lalu narenpun mengantarkan rekan bisnisnya sampai di lobby.


"saya hanya bisa mengantarkan sampai sini" ucap naren


"terimakasih tuan naren, senang bekerja sama dengan anda" ucap rekan bisnisnya


"senang juga bekerja sama dengan anda" ucap naren


"baiklah saya permisi" ucap rekan bisnisnya


"yah silahkan" ucap naren


setelah kepergian rekan bisnisnya dia melihat apa jam tangan yang ia kenakan, dan ternyata sudah menujukan waktu makan siang dia segera meraih ponselnya dari saku jasnya dan dia mulai mengirim pesan pada acha.

__ADS_1


selamat siang acha


sekarang sudah waktunya makan sing,


jangan terlalu pokus bekerja.


segeralah makan siang.


tidak ada balasan sama sekali.


"kok gak dibales yah, biasanya langsung dibales, mungkin dia lagi sibuk, yudah aku makan siang duluan nanti pas aku selesai makan dia belum bales juga aku telpon aja deh takutnya dia malah lupa sibuk kerja" ucap naren sambil berjalan menuju kantin.


setelah sampai kantin dia mulai memesan makannya. dan menunggu di kursi yang telah di sediakan. sambil menunggu dia terus memandang hpnya apakah acha sudah membalas pesannya atau belum tapi tak ada juga balasan hingga akhirnya makanan yang iya pesan pun datang.


"permisi tuan, ini makanan anda" ucap pelayan disana sambil menyimpan makanan dimeja naren


"terimakasih" ucap naren


setelah selesai menyimpan makanan, pelayan itu pun tersenyum ramah lalu pergi.


dan narenpun mulai menatap makannya, setelah selesai menatap makanan diapun melihat kembali hpnya, dan tak ada balasan juga.


"sebenarnya dia kemana, apa begitu sibuknya sampai dia tidak membalas pesanku, coba ku kirim pesan lagi" ucap naren lalu mulai mengirim pesan.


acha apa sudah makan siang.


menunggu beberapa menit tak kunjung ada balasan juga naren pun memutuskan untuk menelpon acha.


nut..nut..


sedangkan saat ini acha yang sudah selesai makan dan sekarang berada di ruang keluarga karena arga ansa dan juga karin yang akan pamit kembali ke kantor.


tiba tiba saja dering di ponsel acha memecah perhatian mereka yang sedang pamit.


"bentar acha ambil dulu" ucap acha sambil mengambil hpnya.


"siapa de" ucap arga


"naren kak" ucapnya setelah melihat siapa nama yang menelpon dan dia segera mengangkatnya.


hallo.


hallo acha.


Iyah ada apa naren.


apa kau sedang sibuk, kenapa tak membalas pesanku, apa kau juga sudah makan siang.


aku tidak sibuk, itu tadi aku tidak membawa hpku dan aku sudah makan siang.


baguslah kalau begitu.


"acha kaka kembali ke kantor bersama karin yah" ucap ansa


"kak arga juga, nanti kaka akan menelpon nela untuk menemanimu dan menginap disini yah" ucap arga


"yasudah kak silahkan hati hati" ucap acha


acha, kau sedang dimana.


ekh Iyah naren, aku sedang dirumah.

__ADS_1


kenapa ada di rumah, bukankah tadi pagi kau bilang akan ke kantor.


yah tadi ada insiden yang membuat aku pulang kerumah.


insiden apa dan dari yang aku dengar kakak kakak mu ada di rumah.


apa kau ingin tau.


tentu saja, ayo katakan.


aku sebenarnya tadi... ( acha menceritakan dari awal sampai akhir tentang semua yang terjadi).


hah, bisa bisanya, dimana sekarang orangnya biar aku hajar sekarang juga, dia sudah merendahkan kamu.


aku sudah mengirimnya jauh keluar kota.


hah kenapa tidak kau jebloskan kepenjara.


kasian, dia itu harus membiayai keluarganya juga, jadi kalau dia dipenjarakan siapa yang membiayai adiknya dan orang tuannya.


kau baik sekali dengan orang yang sudah jahat denganmu pun kau masih berbaik hati.


begitupun pada dirimu gumam acha


apa kau bilang apa acha.


tidak aku bilang bahkan kakakku ingin membawanya ke kandang harimau nya.


ouh begitu.


Iyah tapi aku cegah, dan aku minta biarkan saja dia dan aku bahkan sudah bilang padanya untuk tidak kembali lagi, kalau tidak kakak ku dan juga dirimu akan membuat dia mati hari itu juga.


hah aku.


Iyah bukankah kau mencintaiku, apapun pasti akan dilakukan untuk orang yang kau cintai.


yah kau benar aku akan melakukan apapun dan menjagamu.


yah terimakaih kalau begitu


sama sama, bagaimana kalau aku menyuruh orang untuk menjagamu juga.


tidak usah kak ansa dan kak arga memperketat penjagaan, sekarang mereka menambahkan 5 orang lagi untuk menjagaku,


ouh baguslah kalau begitu.


Iyah.


besok aku akan berkunjung ke kantormu apa boleh.


eum kata bunda aku tidak boleh ke kantor dulu untuk dua hari ini.


ouh begitu berarti besok apakah aku boleh kerumahmu, dan kebetulan besok jadwal ku setelah jam istirahat kosong.


tentu saja boleh.


baik nanti aku juga akan ceritakan kisahku yang terpotong kemarin, apa kau mau.


mau aku tak sabar ingin mendengar ceritamu.


baiklah kalau begitu aku tutup telponnya yah

__ADS_1


Iyah silahkan


__ADS_2