
Ke-esokan harinya bapak langsung mengurusi perpindahan sekolaku yaitu ke SMA 2 garut yang terletak di jalan guntur nomor 3,leles, garut, kabupaten garut, jawa barat 44152. Setelah semua persyaratanya selesai. Aku mulai bisa sekolah tepat di hari senin. Yah bapak tidak langsung memintaku untuk masuk sekolah sekaligus dengan hari dimana bapak mendaptarkanku ke SMA tersebut. Mungkin bapak ingin aku beristirahat terlebih dahulu untuk beberapa hari saja. Kata bapak yang penting pendaptaranya sudah selesai dan aku bisa sekolah lagi.
Penulis Kehidupan
Ketahulah jikalau engkau memiliki berbagai penyakit, entah itu penyakit fisik ataupun hati yang ditandai ketidaktenangan dalam hidup.
sungguh tuhan mu sangat menyayangi dirimu...
tuhanmu...
tidak akan memberikan suatu persoalan tanpa suatu alasan tertentu dalam setiap hidup manusia.
Tuhan mu sangat menyangi dirimu rasa sakit yang kamu rasakan disetiap waktu menjadi penghapus dosa untuk mu.
tuhan mu ingin dirimu mentafakuri dan bermusahabah diri atas sikap dan perilakumu dimasa lalu.
Bersyukurlah...
atas rasa sakit yg tuhan mu berikan karena Dia ingin ketika kamu pulang dan bertemu denganya. Kamu dalam keadaan bersih dan suci.
__ADS_1
Obat dari segala penyakit iyalah zikir, terutama penyakit hati.
Jangan dirimu pandang siapa yang menulis ini. Karena yang menulis sama halnya dengan yang membaca(manusia biasa yang memiliki dosa).
Sudah sekian lama kura-kura ini tidak menggoreskan tinta diselembarkeretas putih
goresan demi goresan memceritakan sebuah perjalanan hidup yang nyata
dari setiap pandangan mata dan tubuh yang menjadi saksi atas setiap peristiwa yang terjadi dan di alami, lalu dituangkan dalam setiap goresan pada selembar keretas putih.
kura-kura ini ingin menjadi penulis kehidupan yang nyata adanya, bukan khayalan atau fiksi.
Sungguh tak ada yang spesial pada nya...
Jalanya yang lambat, gerak tubuh nya yang kaku
Tak ada yang menarik untuk di pandang serta di tilai
Tapi kenapa tuhan menciptakanya?
__ADS_1
Sungguh ada satu hal yang tak mereka tahu.
Kura-kura pejalan lamban...
Tapi ia tak pernah berjalan mundur.
Sungguh kami tak berani untuk memandang diri ini, apalagi sampai mengangkat kepala, sungguh sangat malu untuk menghadap padanya.
Tak tahu harus berkata apa, hanya bisa tersenyum dan berharap bisa mendapat kasih sayang darinya (allah).
Kala itu sambil memikirkan lamunan ku soal puisi yang aku pikirkan dalam kepalaku. Aku melakukan sebuah aktifitas yang terkadang rutin aku lakukan. Yaitu, jogging di waktu sore.Yah aku senang melakukanya karena cuaca sore di atas jam tiga adalah cuaca dan suasana yang sejuk dan mendung, angin sepoy...sepoymenyentuh tubuhku sperti mengipas-ngipas aku yang sedang merasa gerah.
Cuaca di garut begitu nyaman dikala sore tiba. Aku jogging sendirian ke daerah atas yang sering orang-orang bilang yaitu palalangon, dimanadisana terdapat tempat nongkrong anak muda. Yah...tempatnya biasa saja sederhana hanya sebuah lokasi untuk berteduh dan jalan yang cukup luas*.
Saat aku jogging tak sengaja aku melihat sekumpulan anak SMA yang sedang bergerombol membentuk sebuah lingkaran yang cukuo luas. Mereka bersorak-sorak seakan-akam sedang menyaksikan sebuah pertandingan hebat. Aku perhatikan ada dua laki-laki di tengah lingkaran itu, seperti sedang berkelahi. Ku lihat yang satunya sudah tak berdaya. Sepertinya mereka di adu dombakan. Tetapi yang satunya lagi seperti sangat puas sekali melihat lawanya yang tak berdaya. Ini ada sesuatu yang aneh. Memang ada yang aneh setelah aku perhatikan dengan seksama, laki-laki yang tak berdaya itu di jadikan bulan-bulanan oleh yang lainya. Dua orang memegangi dan yang satu nyaterus saja memukuli laki-laki yang tak berdaya itu sampai babak belur dan muntah darah.
Aku yang melihatnya sungguh tak tahan. Aku menghampiri mereka, dan menarik kedua orang yang memegangi laki-laki yang tak berdaya itu.
Hey kamu siapa berani-berani nya kamu ikut campur urusan kami! (Laki-laki yang memukuli laki-laki yang sudah tak berdaya menyolot kepadaku kita sebut saja si otong).
__ADS_1
Aku arik.