
saat menunggu naren mengirimkan pesan pada acha
^^^aku sudah sampai^^^
sedangkan acha yang saat ini sedang bersiap siap.
tiba tiba bibi mengetuk pintu.
tok. tok.. tok...
"siapa" ucap acha
"bibi nona" ucap pelayan
"akh bibi ada apa bi" ucap acha yang masih di dalam kamar dan tak membuka pintu
"ini nona dibawah sudah ada tamu nona menunggu" ucap pelayan
"ouh begitu yah bi, maaf bi acha tidk bisa membukanya pintu saat ini acha sedang mengenakan pakaian, tolong bilang saja acha sebentar lagi juga akan turun" ucap acha
"iyah tidak apa nona, baik akan bibi sampaikan" ucap pelayan yang ada di depan pintu kamar acha lalu diapun berlalu pergi.
acha pun lanjut memakai pakaiannya. lalu dia mulai mengunakan make up nya.
tiba tiba pesan dari Owen masuk dan dia langsung membalasnya.
^^^aku sudah sampai. ^^^
aku sudah tau itu
^^^cepatlah turun, tadi bibi bilang ^^^
^^^sebentar lagi tapi kau tak muncul^^^
Iyah tunggu lah aku baru selesai
memoles wajahku.
^^^tentu saja aku akan tunggu^^^
^^^memangnya kau sedang apa^^^
aku tinggal memakai kerudung
lalu aku akan turun.
^^^ouh baiklah lanjutkan saja^^^
^^^agar kau cepat turun^^^
okey.
percakapan berakhir, acha pun melanjutkan memakai kerudungnya. lalu setelah itu diapun turun.
saat turun acha langsung ditatap oleh naren. acha yang menyadari itu hanya menunduk dan dia mulai mendekat ke arah orang tuanya duduk.
"maaf membuat mu menunggu" ucap acha
"tak apa" ucap naren
"baiklah ayo kita berangkat" ucap acha
"Iyah ayo, om, tante saya izin meminjam anak tante untuk kencan" ucap naren
"yah silahkan asalkan anak saya kembali dengan keadaan yang sama" ucap pak Ryan
"tante juga mengijinkan semoga sukses kencannya, dan semoga kalian selamat sampai tujuan" ucap bu shena
"kalau begitu kami berangkat yah, om, tante, assalamu'alaikum" ucap naren lalu mencium tangan bu shena dan pak Ryan
acha pun mencium tangan pak Ryan dan bu shena
juga.
"waalaikumsalam, hati hati" ucap bu shena
__ADS_1
merekapun berjalan menuju mobil dengan stelan dimana naren memakai kaos dengan celana jeans, dan acha memakai baju gamis berwarna abu dan kerudung yang senada.
kini mobil mulai melaju menuju restoran yang sudah naren persiapkan.
"cha" ucap naren
"kenapa" ucap acha lalu menatap naren
"kau cantik" ucap naren
"hah kenapa" ucap acha pura pura tak mendengar
"tidak itu kerudung mu sedikit meleyot" ucap naren
"ouh mana" ucap acha lalu membenarkan kerudungnya
"nah ini" ucap naren membenarkan kerudung acha
"eum Terimakasih" ucap acha sambil matanya menatap pada jilbab yang naren betulkan.
"akh sama sama" ucap naren lalu ia kembali menatap jalan.
tidak ada obrolan lebih lanjut setelah itu. mobil pun terus melaju.
namun tiba tiba HP naren berbunyi.
"naren itu HP kamu ada yang nelpon" ucap acha
"akh tolong angkat" ucap naren
lalu acha menyakat telpon itu, dan mendekatkan HP naren ke arah telinga naren.
"halo.......
...........
ouh begitu baiklah" ucap naren
"apakah sudah" ucap acha
acha kembali menyimpan HP naren pada tempatnya.
"naren" ucap acha
"Iyah" ucap naren
"kenapa belum sampai juga" ucap acha
"ini sebentar lagi juga samapai" ucap naren
"ouh begitu baiklah" ucap acha
tidak ada pembicaraan lagi dan mobil pun terus melaju. hingga sampailah kini mereka di tempat parkiran.
acha yang melihat tidak ada resto didepannya sama sekali ia merasa heran.
"diakan restonya, katanya mau kencan makan malam, akh sudahlah mungkin restonya kedalam lagi" ucap acha dalm hati.
naren yang sudah turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk acha.
"ayo turun" ucap naren
"Iyah, terimakasih sudah membukanya pintu" ucap acha lalu diapun turun.
"ayo kita berpoto dulu sebelum jalan ke sana" ucap naren
"eum silahkan" ucap acha
lalu mereka berpose, dan berpoto lewat HP naren mengunakan kamera depan.
hanya 3 poto yang mereka ambil.
"nanti kita poto lagi di dalam sana yah" ucap naren
"boleh" ucap acha
__ADS_1
"ayo ikuti aku" ucap naren
acha pun berjalan mengikuti naren.
saat sudah mulai memasuki area yang di maksud naren, acha terheran heran.
"loh kok ke tempat angkringan" ucap acha dalam hati.
"kau mau makan apa, atau kita keliling dulu baru pilih apa saja makanan yang kau mau" ucap naren
"kita keliling saja lihat apa saja makanan yang ada di sini" ucap acha
"apa kau tak apa aku ajak makan di tempat seperti ini" ucap naren
"tentu saja tidak apa apa, aku memang sering makan seprti ini, namun yah beberapa bulan ini belum pernah lagi mencicipi nya karena aku menjaga makanku dan yang pastinya sibuk dikantor, jadi hanya makan makanan yang ada di rumah saja" ucap acha
"ouh syukurlah kalau kau tak apa di ajak makan disini, namun bila kau tak mau kita bisa cari tempat lain" ucap naren
"tidak sudah di sini saja aku juga sudah lama tidak makan makanan seprti ini, dan mungkin aku akan banyak membeli makanan, sekalinya makan disini pasti juga aku akan membungkus untuk dibawa ke rumah" ucap acha
"ouh begitu tidak apa mau sebanyak apapun terserah kamu yang peting kenyang aja" ucap naren
"yasudah ini sudah berjalan cukup lama kau mau beli apa" ucap acha
"ntahlah, memangnya kau sudah ada yang mau di beli" ucap naren
"sudah lihatlah itu, gula kapas" ucap acha
"kau suka gula kapas" ucap naren
"tentu siapa yang tak suka" ucap acha
"baiklah ayo kita ke tempat gula kapas itu" ucap naren lalu berjalan ke arah tempat yang menjual gula kapas
"ayo" ucap acha mengikuti langkah naren.
"nah ayo kau mau pilih yang mana" ucap naren
"aku mau yang ini, dan ini juga" ucap acha mengambil gula kapas yang berbentuk kucing, dan yang berbentuk bulat.
"baiklah, bang berapa harga satunya" ucap naren pada penjual gula kapas
"satunya 20 rb" ucap penjual
acha yang mendengar itu akan mengeluarkan dompetnya. tapi naren lebih dulu memberikan uang pada penjual itu.
"ini bang uangnya" ucap naren memberikan uang lembar 50rb
"iyah terimakasih, ini kembaliannya" ucap penjual
"akh tidak usah bang untuk abang saja, tapi minta tolong patokan boleh" ucap maren
"tentu saja boleh" ucap penjual itu
maren memberikan hpnya untuk dipoto.
lalu penjual gula kapas itu pun mempotokan naren dan acha dengan beberapa pose dan hasilnya cukup bagus.
"bang terimakasih, wah hasilnya juga bagus" ucap naren
"iyah smaa sama" ucap penjual
"abang kok bisa bagus gini hasilnya" ucap acha setelah melihat hasil poto
"hehe abang kan suka diajarin cara ngambil angel yang bagus sama anak abang, kebetulan anak abang itu sekolahnya di multi media dan dia pengen jadi poto grafer" ucap penjual gula kapas
"ouh begitu pantas sja bagus" ucap acha
"hehe iyah neng" ucap penjual tersebut
"kalau begitu kami melanjutkan membeli makanan yah abng terimakasih" ucap naren
"iyah silahkan" ucap penjual
acha dan naren pun melanjutkan berjalan dan mereka pun memutuskan membeli makanan, mereka membeli aneka seafood, yang dibakar juga yang dibuat bumbu lainnya, lalu mereka membeli sosis bakar, bakso bakar, cilor, martabak, dan juga es cincau.
__ADS_1