
Setelah para penduduk membawa mereka ke rumah tabib. Gunung es yang masih menindih angkh lee pun sudah mulai mencair. Angkh lee yang didalamnya pun sudah mulai terlihat walaupun dalam kondisi yang tidak baik.
Angkh lee yang sudah terbebas dari bongkahan es yang menjadi gunung itu, membuat dirinya ditemukan oleh seorang pedagang keliling yang melihatnya terkapar.
Pedagang itupun membawa angkh lee ke rumahnya. Pedagang itu bukanlah penduduk kota luoyi, dia hanya seorang pedagang keliling yang suka berdagang dibeberapa kota.
Walaupun perguruan pedang suci sudah dipastikan hancur, tetapi para murid tetap ada dan selamat di kuil para tetua yang memang juga termasuk tempat perguruan pedang suci untuk para murid khusus yang berada diatas bukit.
Saat perguruan pedang suci dinyatakan hancur, ryuji yang masih didalam gerbang iblis tinggal menyelesaikan pertarungan terakhirnya melawan ujian keenam untuk bisa menuntaskan ujian tangga tersebut.
"Huuhh... kira - kira ada apa ya?" ucap ryuji sambil menghela nafas.
Saat ryuji mulai menapaki anak tangga pertama, ia berada disebuah kota sepi. Ryuji pun terus melangkah dan tidak merasakan ada tanda - tanda apapun.
__ADS_1
"Aneh! kenapa sangat sunyi? apa ujian keenam ini tidak ada rintangan sama sekali?" gumam ryuji mengeluh.
Walaupun kota itu terlihat seperti kota mati, tapi bangunan disana masih kokoh dan bagus. Yang anehnya lagi, pemandangan kota itu seperti familiar untuk ryuji.
"Kota ini seperti pernah aku lihat. Dimana ya?" ujar ryuji.
Saat ryuji sedang mengingat sesuatu, tiba - tiba muncul segerombolan siluman. Ryuji pun mau tidak mau harus bertarung melawan siluman - siluman tersebut.
Sekitar ada 10 ekor siluman yang menghalangi jalan ryuji. Entah ujian apa yang ada diujian keenam itu, tetapi pasti bukan sesuatu yang mudah.
Setelah itu, ryuji melanjutkan lagi langkahnya. Dan saat sudah maju beberapa langkah, muncul segerombolan Makhluk aneh menghadang ryuji. Mereka memiliki kulit berwarna hijau dan memiliki taring yang panjang. Mereka total ada 20 dan mereka masing - masing dibekali senjata yang sangat besar dan menyerupai seperti kapak.
Ryuji yang melihat makhluk didepannya itu, merasakan bahwa mereka bukanlah ancaman terbesar. Mereka semua pun menyerbu ryuji dengan bersama - sama. Walaupun mereka cukup cepat, tetapi ryuji hanya menggunakan jurus tameng kura - kura dan setelah itu ryuji langsung menggunakan jurus hujan es untuk membunuh mereka sekaligus.
__ADS_1
Walaupun kulit mereka cukup keras, tetapi tetap saja jurus hujan es milik ryuji dapat menembus kulit mereka semua. Tidak beberapa lamapun mereka semua tumbang dan sekarat. Ryuji tidak membunuh mereka karena ingin mencari informasi dari mereka.
Tapi sialnya, saat ryuji ingin mencari informasi, mereka pun secara tiba - tiba lenyap begitu saja dari hadapan ryuji.
Karena kejadian tersebut, ryuji yakin bahwa ada makhluk yang berada di ujian keenam tersebut. Setelah gagal mencari informasi dari monster hijau tersebut, ryuji langsung melanjutkan lagi perjuangannya.
Ryuji yang sudah menuntaskan 28 anak tangga di ujian keenam, membuatnya sedikit senang karena tinggal sedikit lagi perjuangannya.
Walaupun sebelumnya aman, tetapi itu akan menjadi mimpi buruk bagi ryuji sebentar lagi. Saat ia melangkah dianak tangga ke 30. Semuanya berubah yang awalnya hanya muncul beberapa monster, sekarang muncul dari bawah tanah segerombolan mayat hidup. Jika ditotal mereka sekitar 100.000 dan yang lebih berbahaya adalah para mayat hidup itu memiliki tingkatan seperti pendekar.
Dari 100.000 mayat hidup tersebut, ada 50 yang setara dengan tingkat master. dan sisanya setara tingkat roh dan jendral.
Ryuji merasa sulit untuk melawan mereka sekaligus pun memanggil phoenix api hitam, laba - laba petir ungu dan juga katak bakuku untuk mengalahkan mereka semua.
__ADS_1
Ryuji pun langsung maju bersama ketiga partner tempurnya. Merekapun mulai menghabisi hampir seperempat pasukan mayat hidup tersebut. Namun, yang membuat tidak dapat dipercaya adalah para mayat hidup itu tetap hidup kembali walaupun bagian tubuhnya sudah terpotong - potong sekalipun.
Mereka pun bisa dibilang tidak ada habisnya. Ryuji yang sekuat apapun sama saja hanya membuang waktu dan tenaganya jika terus menghadapi para mayat hidup tersebut.