
Saat ryuji sedang bertarung, tiba-tiba terasa ada hawa yang seperti menarik dan memanggilnya.
"Kemarilah nak, aku akan memberikan sesuatu yang berguna untukmu!" ucap suatu suara yang terus muncul secara tiba-tiba di telinga ryuji.
Karena kesal diganggu pada saat sedang bertarung, ryuji pun menggunakan jurus ombak es untuk menghentikan semua pergerakkan para tengkorak itu. Setelah semua tengkorak terperangkap di dalam ombak es, ryuji menggunakan jurus hujan es untuk menghancurkan para tengkorak yang terjebak itu.
"Hei suara aneh! keluar dan tunjukkanlah dirimu!" ucap ryuji dengan suara lantang.
Setelah ryuji selesai berbicara, tiba-tiba ada goncangan besar disekitar peti itu dan ukiran-ukiran kuno yang ada di peti itu mulai bercahaya. Karena terlalu silau, ryuji pun menutup matanya.
Setelah cahaya itu mulai redup, ryuji kembali membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi. Saat ia membuka matanya, ia terkejut karena peti itu tiba-tiba terbuka dan ada sebuah jasad seseorang yang memiliki aura yang sangat agung.
"Jasad ini auranya sangat kuat, padahal sudah lebih dari ribuan tahun sudah mati. Mungkin dia di tingkat dewa puncak saat masih hidup dulu," gumam ryuji mengamati jasad itu.
"Hahaha... sedang apa kau nak, apa kau menyukai sebuah jasad? sepertinya kau ada kelainan," ujar suatu suara dari samping ryuji.
"Tidak.. tidak.. aku hanya mengamatinya," jawab ryuji spontan.
"Apa kau tahu? dia dulu adalah seorang dewa yang hebat, tetapi dia dikhianati dan dibuang ke daratan ini. Sayang sekali padahal dia orang yang tampan dan berani," ucap suara itu lagi.
"Tampan dan berani? hahaha.... jangan bercann... daa...," ujar ryuji tiba-tiba berhenti karena baru sadar ada yang aneh.
Ryuji pun menoleh kesamping dan dia melihat sebuah arwah berdiri disampingnya. Ryuji pun berteriak sangat keras dan lari menjauh dari peti itu.
"Heii.. heii.. kenapa kau takut padaku? ayo sini nak kita minum teh bersama!" ucap suara itu yang ternyata berasal dari arwah itu.
__ADS_1
"Ampun tuan hantu! aku tidak ingin melakukan hal jahat disini! aku hanya melihat-lihat saja!" ujar ryuji ketakutan (dia memang takut hantu).
"Hantuu??? apa kau tidak waras nak? aku ini si tampan dan berani yang saat di dunia dewa sangat ditakuti hahaha.... dan sepertinya aku merasakan perasaan yang akrab dari dalam tubuhmu itu!" ucap arwah itu.
"Arrrgghhh... jangan apa-apakan aku! mohon ampun tuan hantu yang tampan dan berani!" ujar ryuji ketakutan sampai mandi keringat.
"Hei bocah gila! aku ini bukan hantu dan juga cepat keluarkan sesuatu yang ada di dalam tubuhnmu itu! aku merasakan seauatu yang akrab," perintah arwah itu untuk menunjukkan sesuatu yang ada di dalam tubuh ryuji.
Mendengar perkataan arwah itu yang meminta ryuji untuk menunjukkan sesuatu yang ada di dalam tubuhnya itu membuat ryuji semakin berpikiran yang negatif. Namun, tidak beberapa lama keluar mo ling dari tubuh ryuji.
"Hai pak tua! apa kabar? tidak aku sangka orang yang gila seperti kau bisa mati ditempat seperti ini," ucap mo ling berbicara dengan arwah itu.
"Hahahaha.... ternyata itu para naga tua yang di segel dalam sebuah buku ilmu. Kalian sekarang hanya jadi naga yang tidak memiliki keagungan ya hahaha.... apa kalian bertujuh ada di dalam tubuh anak itu?" tanya arwah itu yang ternyata kenal dengan tujuh naga bayangan.
"Ya kami baru berenam dan kakak tertua belum bangkit! ya mau bagaimana lagi, dia memang seperti itu," jawab mo ling.
"Dasar kau ini! memang jika bukan hantu kau apa? jelas-jelas bentukmu hanya seperti arwah gentayangan," jawab mo ling.
Ryuji yang mendengarkan perbincangan merekapun merasa pasti arwah itu adalah dulunya seorang dewa.
"Sudahlah, aku tidak peduli dengan kalian! aku hanya penasaran dengan anak ini. Dia memiliki pondasi kultivasi yang bagus. Diusia yang dibawah 20 tahun dia sudah masuk ke tingkat dewa, sepertinya masa depannya cerah tapi sangat berat," ucap arwah itu sambil melihat ryuji.
"Hei apa maksudnya cerah tapi berat?" tanya ryuji yang sudah tidak takut lagi.
"Kau akan menjadi orang yang memiliki masa depan yang luarbiasa. Tapi, ada beban yang berat! akan ada rintangan yang akan kau lalui tidak lama lagi dan rintangan itu akan memakan banyak korban jiwa termasuk orang yang kau sayangi," jawab arwah itu.
__ADS_1
Ryuji yang mendengar hal itu membuatnya tahu bahwa rintangan yang dimaksud adalah melawan organisasi kegelapan.
"Jadi maksudmu akan ada orang-orang yang aku sayangi menjadi korban?" tanya lagi ryuji.
"Ya bisa dibilang begitu! tapi hal itu akan terjadi kalau kau tidak bertemu denganku hahaha.... kau beruntung bertemu dewa paling berani dan tampan ini!" ucap arwah itu.
Ryuji pun kesal karena arwah itu tidak bisa serius sama sekali. Tetapi dari aura yang dipancarkan, ryuji tahu bahwa arwah itu sangat kuat.
"Jadi tuan hantu, apa yang harus aku lakukan?" tanya ryuji.
"Hahaha.... kau mau pergi ke tempat yang penuh energi yin&yang kan?" ucap arwah itu.
Ryuji pun seketika terkejut karena arwah itu mengetahui tujuannya.
"Sebenarnya kau kesini hanya penasarankan? hahaha.... tapi karena kau sudah kesini dan kau orang yang sudah dipilih oleh 7 naga tua itu, maka aku akan melatihmu sampai menjadi tingkatan di atas tingkat dewa hahaha...," ucap arwah itu sangat senang.
"Tingkat di atas tingkat dewa? apa maksudnya?" tanya ryuji penasaran.
"Hehh...??? kau tidak tahu?? sepertinya para naga tua itu merahasiakannya darimu. Jadi begini, sebenarnya tingkat dewa adalah awal. Di luar daratan 6 benua dan di dunia dewa, pendekar diluar daratan 6 benua yang memiliki tingkat dewa hanya jadi tetua atau kepala tetua dari suatu sekte dan di dunia dewa yang memiliki tingkat dewa biasanya menjadi prajurit tingkat tiga," ucap arwah itu menjelaskan kepada ryuji dengan detail.
"Prajurit tingkat tiga?" ujar ryuji bingung.
"Ya benar prajurit peringkat tiga, prajurit tingkat tiga jika di daratan 6 benua ini seperti pasukan biasa milik pemimpin benua yang hanya pendekar tingkat elite," ucap arwah itu.
Ryuji yang mendengar hal itu merasa bahwa ternyata selama ini ia tetap seekor anak ayam yang selalu di dalam kandang dan tidak pernah tahu dunia luar. Karena sudah mendengar penjelasan dari arwah itu, ryuji pun bertekad menjadi lebih kuat lagi.
__ADS_1
Setelah tahu bahwa di dalam goa suci itu adalah sebuah makam dewa dan ternyata tidak ada artefak langka, ryuji pun meninggalkan goa suci itu bersama arwah itu. Merekapun pergi menuju ke tempat yang memang dari awal ingin ryuji datangi. Karena waktu yang singkat, ryuji pergi tanpa memberikan salam perpisahan pada orang yang ia kenal di benua timur.