
Saat ryuji mau pergi, ia menyadari ada sumur didekat rumah itu. Ia pun secara pelan - pelan menghampiri sumur itu. Saat sampai sumur itu, tercium bau amis yang cukup pekat. Ryuji pun mencoba melihat yang ada didalam sumur itu dan tiba - tiba........
"Hoeeekkkkkk.....".
Ryuji pun muntah karena ia lagi - lagi melihat mayat. Dan ternyata mayat itu adalah mayat kakek tua yang bersamanya beberapa hari lalu. Ryuji merasa siluman ini aneh, karena seharusnya siluman memakan manusia. Namun, siluman laba - laba putih ini justru mengumpulkan mayat mereka didaerah rumah ini dan tidak memakan mereka.
"Aneh juga. Kenapa siluman itu menaruh hoeekkk....... mayat keluarga ini hoeekkkk...... disini? apa karena hooekkkkk..... daging mereka sudah keras?" ucap ryuji sambil terus muntah.
Ryuji yang sudah tidak kuat melihat pemandangan seperti itu, membuatnya lemas dan membaringkan dirinya dibawah pohon rindang. Namun, tiba - tiba ada anak panah emas yang melesat kearah ryuji. Untung ryuji sigap dan menangkisnya dengan tombak naga air. Tapi ryuji tidak arah muncul panah itu karena panah itu dialiri benang tajam. Dan tiba - tiba muncul ratusan anak panah kearahnya dan ryuji hanya sanggup menahannya dengan jurus tameng kura - kura. Tapi ryuji tidak menyadari bahwa panah emas itu adalah jaring yang dikeraskan. Tiba - tiba anak panah emas itu semua berubah menjadi jaring yang lengket dan membuat ryuji terperangkap karena ia sebelumnya menangkis panah itu.
"Hahaha.... beraninya kau datang kesini anak muda! kau cari mati ya?" ucap siluman laba - laba putih itu muncul dengan murka.
"Siapa yang cari mati? aku lebih baik cari uang bisa menjadi kaya. Dan kau siluman jelek ayo bertarung secara sah. Kau menggunakan jurus yang curang lagi!" teriak ryuji meronta - ronta.
"Hahaha.... kau telah mengganggu tempat istirahat keluarga kecilku. Jadi kau harus mati disini!" ucap siluman itu.
"Keluarga apa? masa ada keluarga yang membunuh keluarganya sendiri dan keluarganya ditaruh begitu saja tanpa dikubur. Kau pasti gila ya?" ujar ryuji asal bicara.
Siluman itupun marah mendengar ucapan ryuji. Ia langsung membuat palu emas dari jaringnya dan dikeraskan. Lalu, memukul ryuji dengan palu itu. Ryuji pun terpental kearah rumah kecil tadi dan menghancurkan rumah itu.
"Ampunnn... ! aku minta maaf merusak rumah kalian. Ini semua karena siluman menyebalkan itu. Ampunnn..," ujar ryuji berlutut memohon.
Ryuji yang lagi memohon ampun, tiba - tiba ada peti kotak disebelahnya. Ryuji yang penasaran langsung membuka peti itu dan ternyata dalam peti itu ada sebilah pedang mengkilap. Dan ada secarik kertas didalam peti itu. Pedang itu ternyata pedang yang di tempa sangat lama dan begitu spesial. Nama pedang ini adalah Guojian. Ryuji yang merasa kakek tua itu ingin ia memilikinya, ia pun menggunakan untuk melawan siluman itu. Tanpa disadari pedang itu sangat ringan.
Siluman laba - laba itu langsung menyerang ryuji dengan benang sekaligus jaring yang diubah menjadi senjata. Ryuji pun menangkis semua serangan itu dengan pedang guojian. Dan serangan semua itu dipatahkannya.
__ADS_1
"Wahh.... hebat sekali pedang ini. Padahal tidak memakai energi alam," ucap ryuji girang.
Siluman yang geram karena ryuji bisa mematahkan serangannya. Langsung menggunakan seluruh kekuatannya dengan memuntahkan jaring yang ia miliki dari dalam mulutnya dan dibuat menjadi baju zirah yang sangat besar.
Ryuji yang melihat kejadian itu, membuatnya....
"Hoeekkkkk.... sialan! dasar siluman kotor, sembarangan memuntahkan sesuatu dari mulut hoekkk....," ucap ryuji mual.
( Padahal dia yang daritadi muntah sembarangan -_- )
Siluman itupun langsung menyerang ryuji. Tapi ryuji bisa menghindari serangan itu. Ryuji mau tidak mau langsung menggunakan jurus ilmu pedang yang ia pelajari.
"Ayo kita coba siluman! jurus pertama, jurus pedang penebas," ucap ryuji.
"Sekarang jurus kedua, jurus pedang pembunuh," ucap ryuji.
Ryuji pun langsung menebas siluman itu menjadi dua dalam sekejap. Seolah - olah kecepatan ryuji lebih cepat dari angin. Siluman itupun langsung terbelah menjadi dua.
"Hahaha... pedang ini sangat ringan sampai - sampai seperti tidak memegang apapun ditangan. Dan ternyata ilmu pedang sangat hebat ya hahaha....," ucpa ryuji bangga.
Walaupun ryuji baru bisa dua jurus ilmu pedang. Tapi itu sudah cukup memuaskan. Bahkan, tanpa dialiri energi alam ryuji sudah bisa membunuh siluman ditingkat master.
Tidak beberapa lama, tiba - tiba siluman yang sudah mau mati itu mengucapkan satu kata yaitu, keluarga.
Ryuji yang menatap siluman itu, tiba - tiba menyadari bahwa keluarga kakek itu ada dua orang anak perempuan. Dan ternyata anak yang satunya itu siluman laba - laba putih itu.
__ADS_1
"Pantas ia bilang keluarga kecilku dan ia tidak memakan daging mereka. Tapi kenapa manusia bisa menjadi siluman ya? ada yang aneh dengan kejadian ini. Dan tidak apa - apalah tidak dapat informasi dari kakek penempa ini, lagian aku dapat pedang hebat sekarang," ucap ryuji senang.
Ryuji pun langsung memasukkan pedang guojian dan tombak naga air kedalam cincin ruang. Lalu ryuji menguburkan mereka sekeluarga dan mendoakan mereka. Setelah itu ryuji pergi dari sana untuk ke goa tengkorak.
Ryuji yang merasa gelisah karena fenomena yang aneh tersebut. Karena tidak ada manusia yang bisa menjadi siluman. Kecuali, dia menikah dengan siluman dan memakan daging manusia. Sedangkan, siluman laba - laba putih itu tidak memakan daging keluarganya.
"Hah.... dunia ini memang luas dan penuh misteri, aku saja tidak sadar bahwa kakek yang bertemu denganku itu adalah penempa yang aku cari - cari digunung itu. Tapi ia malah meninggal sebelum aku mencari informasi darinya dan bahkan ia sangat berani membohongiku," ucap ryuji menggerutu.
Karena cukup lelah, ia pun beristirahat sejenak dan mencoba pergi kedimensi ruang mencari mo ling & zee ling.
"Permisi... ada orang?" tanya ryuji.
"Berisik kau! ada apa? cepat - cepat!" ucap zee ling.
"Ini aku mau menunjukkan sesuatu pedang padamu dan mo ling," ujar ryuji sambil mengeluarkan pedang guojian dari cincin ruang.
"Hhhmmmm..... pedang ini memiliki kekuatan yang luarbiasa. Tapi masih kalah daripada senjata milik kakak kedua," ucap zee ling yakin.
"Oh begitu ya, baiklah aku kesini juga ingin mengembalikan tombak naga air karena sudah ada pedang guojian ini," ujar ryuji.
"Tidak - tidak! tombak itu untukmu saja, sudah sana pergi! kakak lagi tidak ada," ucap zee ling menolak.
Ryuji pun hanya dapat menerima jawaban zee ling dan pergi. Setelah itu, ia mencari buah didekat situ.
Ia tetap berencana kegoa tengkorak untuk menemukan serpihan bekas senjata kakak keduanya mo ling & zee ling. Karena ia ingin lebih kuat untuk melawan kejahatan yang pasti cepat atau lambat akan menghancurkan dunia.
__ADS_1