Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 223 - Kabut Halusinasi #final


__ADS_3

Keesokan hari ryuji, hong, ting dan kang sudah bersiap-siap untuk pergi dari rumah bordil menuju goa suci. Namun, kang memperingati ryuji untuk tidak terlihat mencolok karena akan banyak datang pendekar hebat dan ada juga pembunuh bayaran yang disewa oleh beberapa kelompok.


Saat mereka ingin berangkat, pemilik rumah bordil menunggunya dibawah untuk mengucapkan kata perpisahan.


"Hati-hati dijalan kalian berempat, semoga kita bisa bertemu lagi dilain waktu!" ucap pemilik rumah bordil.


"Kalian semua juga jaga diri! ini ada sedikit hadiah dariku, didalam kotak ini ada beberapa buku ilmu dan ada juga beberapa senjata. Kalian yang memiliki ilmu pengendali diri cobalah berlatih beberapa buku ilmu yang ada didalam kotak ini dan yang tidak memiliki ilmu pengendali diri belajarlah membela diri menggunakan senjata," ujar ryuji.


"Tapi tuan, ini terlalu berharga untuk kami!" ucap pemilik rumah bordil itu enggan menerima hadiah dari ryuji.


"Kalian terimalah! dan aku mohon kepada kalian jangan lagi bekerja seperti ini, cobalah membuka usaha lain yang lebih baik!" ujar ryuji.


Karena tidak ingin merusak ketulusan ryuji, pemilik rumah bordil itu menerima hadiah ryuji dan menuruti apa yang ryuji perintahkan.


"Baiklah! kami akan melatih diri sampai ada peningkatan untuk melindungi diri masing-masing dan setelah itu kami akan membuka usaha yang lain yang lebih baik," ucap pemilik rumah bordil.


Merekapun berpisah dan entah apakah mereka akan bertemu lagi itu semua hanya takdir yang dapat menjawabnya.


"Nyonya, apa yang akan kita lakukan?" tanya salah satu pelayan rumah bordil itu.


"Selama sebulan ayo kita bekerja keras untuk berlatih dan setelah itu kita tinggalkan benua timur ini secara diam-diam," jawab pemilik rumah bordil.


Beberapa jam kemudian, ryuji pun sampai disebuah hutan yang sangat lebat dan kata informasi yang ada goa itu ada didekat gunung.

__ADS_1


Saat mereka jalan tidak jauh dari hutan itu, terlihat ratusan orang disana sedang menunggu waktu yang tepat untuk masuk.


"Hati-hati tuan! mereka semua berbahaya!" ucap ting membisikkannya ditelinga ryuji.


"Lalu kenapa mereka tidak mulai masuk saja kesana?" tanya ryuji.


"Mereka menunggu sampai ada kelompok yang masuk duluan. Agar mereka tahu apa kabut yang ada disekitar gunung didepan sana sudah aman apa belum," jawab ting.


Ryuji pun memikirkan suatu ide dan mengajak mereka bertiga untuk mengikutinya.


"Tuan, bukannya tujuan kita kesana? kenapa kita kearah lain?" tanya hong bingung.


"Kalian bilang hari ini hewan gaib sedang melakukan hibernasikan?" ucap ryuji.


"Benar! jadi bisa dibilang akan aman masuk kesana," jawab hong.


"Tapi kabut itu bisa menyebabkan halusinasi tuan, sudah jelas mereka ragu untuk masuk!" ucap hong menjawab ryuji.


"Berikan aku peta daerah ini!" ujar ryuji meminta peta hutan disekitar daerah goa suci itu.


Hong pun menyerahkan petanya kepada ryuji. Tidak beberapa lama, ryuji langsung menyusun rute yang akan diambil.


"Baiklah, ayo kita pergi!" ucap ryuji.

__ADS_1


Merekapun kembali ketempat dimana ada banyak kelompok yang sedang menunggu tadi. Namun saat mereka baru sampai disana, ada kegaduhan diberbagai kelompok. Ryuji yang penasaran menggunakan kemampuan mendeteksinya untuk menelusuri apa yang ada didalam kabut itu.


"Jadi begitu, beberapa dari mereka sudah masuk sebelumnya kedalam kabut itu dan mereka yang masuk tidak bisa kembali kesini. Dan aku tidak merasakan apapun di dalam kabut itu sama sekali. Apa sebenarnya yang terjadi?" gumam ryuji dalam hati.


Ryuji pun langsung berjalan masuk kesana sendirian dan semua kelompok yang melihatnya langsung membicarakannya.


"Siapa dia? pasti dia akan mati didalam sana!" gumam kelompok-kelompok disana.


Hong, ting dan kang hanya disana menunggu sesuatu yang sudah mereka siapkan.


Ryuji pun berjalan masuk kesana dan tidak merasakan ada ancaman apapun. Namun, tiba-tiba ada yang memanggil namanya. Ryuji pun langsung yakin bahwa dia sudah terkena serangan halusinasi.


Tidak beberapa lama, semua orang yang sudah pernah dibunuh oleh ryuji muncul dan menghampirinya. Meskipun tahu itu hanya halusinasi, tapi ryuji sedikit goyah.


Sedangkan diluar sana semua kelompok yang menyaksikan ryuji masuk seorang diri langsung menyimpulkan bahwa ryuji mati.


"Anak nekat itu pasti mati! jadi bagaimana? apa kita akan bekerja sama dan tetap masuk kedalam?" tanya seorang pemimpin salah satu kelompok kepada kelompok yang lain.


"Apa yang akan kelompokku dapat jika saling bekerja sama?" tanya ketua kelompok lainnya.


"Kita bagi rata semua harta yang ada didalam sana! bagaimana?" ucap ketua kelompok yang mengajak kerja sama itu.


Karena sepakat, semua kelompok itu yang bisa menggunakan perisai pun maju didepan untuk melindungi mereka semua dan pendekar pengendali diri tipe angin disuruh menggunakan jurus angin terkuat mereka agar kabut itu sedikit memudar dan memudahkan mereka menerobos masuk.

__ADS_1


_______


Apa mereka akan berhasil? apa yang direncanakan ryuji?


__ADS_2