Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 25 - Penyelamat


__ADS_3

Dari pagi sampai malam ryuji hanya mencari cara untuk bisa mengambil pedang samurai honjo masamune. Ia berharap para maling yang kemarin datang kembali kesini. Karena bosan, ryuji pergi menemui xue ning juga sambil terus berharap para maling kembali lagi. Saat mau pergi kekamar xue ning, ia merasa disekitarnya ada aura membunuh yang kuat sedang ingin menerkamnya.


Saat ryuji ingin masuk, tiba - tiba beberapa pisau meluncur kearahnya. Ryuji yang melihat pisau - pisau tersebut, dengan sigap menangkisnya. Saat sudah menangkis pisau - pisau tersebut, datang segerombolan wanita yang menyerang ryuji. Karena panik, ryuji lari dengan sangat cepat. Para wanita yang mengejarnya, meneriakinya sehingga semua orang ikut mengejarnya.


"Apa salahku? kenapa hidupku selalu dikejar - kejar oleh orang banyak? kenapa bisa beginii.......?" ucap ryuji sambil terus berlari.


Karena terpaksa, ryuji menggunakan jurus gerakan kilat petir agar bisa lolos dari segerombolan orang - orang yang mengejarnya. Setelah berhasil lolos, ia berusaha mencari tempat bersembunyi agar hidupnya selamat. Saat sedang melihat sekitar, ia memutuskan untuk bersembunyi didalam guci besar. Tidak lama kemudian, para orang yang mengejarnya datang.


"Kemana manusia mesum itu pergi? cepat sekali dia. Pasti dia tadi berencana ingin berbuat macam - macam pada wanita yang ada didalam kamar itu," ucap salah satu orang yang mengejar ryuji.


"Ia pasti orang mesum yang sudah terlatih, larinya cepat sekali. Ayo kita berpencar saja!" ujar salah satu orang menambahkan.


Setelah mereka pergi, ryuji yang sudah lega ingin keluar dari guci tersebut. Namun, ternyata tubuhnya tersangkut didalam guci itu. Karena pasrah, ryuji pun tidur didalam guci tersebut.


Saat tengah malam tiba, tidak sengaja ryuji mendengar derap kaki yang mengarah ketempatnya. Ryuji yang curiga mencoba untuk mengamati.


"Cepat kita berpencar! kita harus pulang dengan membawa pedang itu, jangan sampai ada yang tertangkap lagi seperti kemarin!" perintah ketua dari para maling tersebut.


Ryuji yang mendengar perkataan maling itu, membuat ia senang karena harapannya jadi kenyataan.


"Hehehehe.... tidak aku sangka akan beruntung begini, tidak sia - sia aku dikejar - kejar dan terjebak didalam guci ini." Bisik ryuji.


Setelah para maling itu berpencar, ryuji menggunakan jurus perisai api membara untuk melelehkan guci tersebut. Setelah guci itu meleleh ryuji langsung mengikuti mereka.


( Kenapa tidak daritadi thor si ryuji ngelepasin dirinya?).


( Biar bisa ketemu malingnya. Kalau dia tidak disitu pasti ryuji sudah tidur pulas dan jadi kerbau mati ).

__ADS_1


( Bilang saja memang ceritanya begitu ).


( Hehehe...... ok lupakan! ayo kita lanjut saja ).


Setelah mengikuti begitu lama. Akhirnya, mereka sampai ditempat pedang itu disimpan. Pedang itu disimpan dikamar ketua klan. Ryuji yang tidak mau mengambil risiko, hanya mengikuti mereka tanpa menyerang. Setelah mereka masuk kekamar ketua klan, ryuji hanya mengintip dari luar. Namun, kejadian yang tidak inginkan membuat ryuji ingin turun tangan. Ketua klan dibuat pingsan dan diikat. Bahkan, ia dilumuri oleh minyak tanah.


"Cepat - cepat! jangan sampai para prajurit datang. Kita harus cepat menggeledah tempat ini!" perintah ketua maling itu.


Karena ryuji tidak ingin mengorbankan nyawa hanya demi pedang samurai tua itu, membuatnya turun tangan untuk menolong ketua klan.


Ia langsung menyerbu para maling itu dari belakang dan menyisakan ketua maling itu. Ketua maling yang melihat anak buahnya roboh dalam sekejap, membuat ia terkejut. Ketua maling itu langsung bersiul dan membuat ryuji bingung karena bukannya panik justru memilih untuk bersiul - siul. Apa dia sedang ingin memanggil burung? tapi burung siapa?


( Jangan negatif pikiranmu thor ).


Dalam sekejap anak buahnya yang pada berpencar, berkumpul menuju tempat ketua maling itu. Ryuji yang terkejut justru ia yang balik gelagapan karena dikepung oleh para maling itu.


"Hahahaha.... jagoan kecil kita sekarang ketakutan rupanya. Padahal tadi hebat sekali dalam sekejap mengalahkan anak buahku," ucap ketua maling itu percaya diri.


Ryuji yang sudah melihat ketua maling itu lengah, langsung menyerangnya. Namun, ternyata ketua maling itu dengan sigap mengelak serangan ryuji.


"Wah jagoan kita masih berani rupanya, pasukan bunuh jagoan kecil kita ini!" perintah ketua maling itu.


Merekapun mengepung ryuji dengan sangat cepat. Namun, karena tingkatan ryuji yang sudah cukup tinggi, mereka kalah dalam sekejap hanya dengan jurus pedang api.


"Wah hebat. Kau bisa mengalahkan anak buahku dengan satu jurus. Kalau aku lihat kau ada ditingkat roh bintang 1 akhir, baiklah ayo aku akan melawanmu dengan senang hati," ujar ketua maling itu.


Merekapun bertarung dengan sangat sengit didalam kamar ketua klan. Ryuji yang kurang nyaman mencoba untuk menggiringnya keluar dari kamar ketua klan. Bukan karena kamarnya sempit.Namun, karena ia tidak mau barang - barang ketua klan rusak dan ia menggantinya. Setelah sudah keluar dari kamar ketua klan, para prajurit yang melihat ryuji dan ketua maling itu bertarung dengan sigap menghampiri kamar ketua klan dan melihat puluhan anak buah maling itu tumbang disana. Mereka langsung membawa ketua klan ketempat aman dan mengikat para maling tersebut.

__ADS_1


Ryuji yang masih bertarung dengan ketua maling itu, merasa bahwa ketua maling itu bukan orang sembarangan bahkan jurus - jurus elemen tanah miliknya sangat kuat. Ryuji merasa musuhnya ada ditingkat roh bintang 3 akhir dan setara dengan salah satu tetua diperguruan pedang suci.


"Hebat kau jagoan kecil. Maukah kau menjadi muridku? kau memiliki jurus - jurus tingkat tinggi seperti jurus pedang api dan gerakan kilat petir yang daritadi kau gunakan. Kau pasti ada jurus lain, ayo keluarkan!" ucap ketua maling itu.


"Hahaha..... aku masih belum hebat kakak maling. Bagaimana jika kita selesaikan sekarang!" ujar ryuji.


Ryujipun langsung mengeluarkan jurus tinjuan api dan membuat ketua maling itu terkejut. Namun, ia berhasil menahannya walaupun terluka sangat parah.


"Kau hebat kakak maling, kalau aku tebak jurus yang kau gunakan ada dua jurus yaitu, jurus tameng tanah dan perisai tanah tebal. Kau menggabungkannya sehingga menjadi sangat keras bahkan bisa menahan serangan dari seseorang yang ada ditingkat master. Kakak maling pasti orang hebat ya," ujar ryuji.


Ketua maling yang terluka parah menggunakan bom asap dan melarikan diri dengan jurus lubang tanah agar bisa kabur dengan masuk kedalam tanah. Ketua maling itu kabur dengan mendapatkan luka yang sangat berat. Ia menggunakan semua tenaganya untuk kabur dari ryuji.


"Sial! bocah itu hebat sekali, padahal aku sudah menggabungkan kedua jurusku dan bahkan pendekar ditingkat master tidak dapat menembusnya dengan mudah, siapa bocah itu? bahkan 3 buah tulang rusukku sampai patah. Uhukk... uhukk.... uhuukkk..," ucap ketua maling itu sekarat.


Karena sudah tidak sanggup berjalan, ia menyalakan kembang api isyarat untuk anak buahnya yang ada dimarkas menjemputnya.


Sedangkan, dikediaman klan masamune semua orang yang memandang rendah ryuji, mulai berubah dan meminta maaf. Bahkan xue ning datang menghampirinya. Ryuji yang melihat xue ning baik - baik saja membuat dia senang.


Saat orang - orang berkumpul, ketua klan datang dan mengucapkan terimakasih kepada ryuji karena telah menyelamatkan dia dan pedang samurai honjo masamune.


Ketua klan berencana memberikan hadiah kepadanya sebagai tanda terimakasih.


"Ryuji ambillah hadiah yang kau mau. Kau sebut saja pasti aku berikan dengan senang hati," ujar ketua klan.


"Terimakasih tuan, tapi hamba hanya menjalankan kewajiban hamba sebagai seorang pendekar yang belajar pengendali diri untuk menolong orang," ucap ryuji menolak sopan.


"Hahaha.... baiklah jika itu maumu, tapi kalau kau memang ingin sesuatu bilang saja biar nanti aku berikan dan aku ingin bertanya padamu, apa kau tahu siapa yang melelehkan guci kesayanganku yang berharga dan paling mahal itu?" tanya ketua klan sedikit marah.

__ADS_1


Ryuji seketika terdiam karena ucapan ketua klan yang membahas guci. Karena dialah pelakunya. Ryuji langsung buru - buru undur diri agar tidak disuruh mengganti guci tersebut.


__ADS_2