
Orang berjubah putih dan petinggi kesebelas pun memulai pertarungannya. Mereka berdua bertarung dengan beradu kecepatan. Mungkin jika dilihat oleh orang awam akan susah terlihat jelas. Meskipun terlihat sengit, sebenarnya serangan petinggi kesebelas belum ada yang menyentuh sedikitpun orang berjubah putih itu.
"Dengan kecepatan seperti itu seharusnya sulit untuk mempertahankan kecepatan dan keseimbangan. Jelas orang berjubah putih itu sangat hebat," gumam angkh dalam hati.
Petinggi kesebelas yang terkena serangan demi serangan dari orang berjubah putih itu tidak lagi perlu merasa sakit atau mengkhawatirkan soal pemulihannya. Karena kekuatan kulit yang ia miliki sangat fleksibel untuk menutup luka.
"Hehehe... seranganmu tidak akan mempan padaku!" ucap petinggi kesebelas.
Mendengar ucapan dari petinggi kesebelas yang sedikit sombong itu, membuat orang berjubah putih itu justru malah menyeringai. Orang berjubah itu melempar sabitnya ke atas dan ia mulai menyerang petinggi kesebelas dengan tangan kosong.
Semua yang berada di dalam pelindung pun merasa terkejut dengan hal itu, kecuali xiao yu dan gorrila. Semua merasa orang berjubah putih itu sedikit meremehkan musuhnya. Namun, xiao yu dan gorrila justru asik berdiskusi sesuatu.
"Kata kau berapa menit?" tanya xiao yu.
"Hhmmm... dari dia melempar sabit itu mungkin 5 menit," jawab gorrila (bukan nama asli).
"Tapi sepertinya 3 menit," ucap xiao yu mengomentari ucapan gorrila.
Semua yang ada didalam pun bingung apa yang dimaksud dengan 5 menit dan 3 menit. Li ming memiliki kapasitas otak rendah itupun bertanya karena keingintahuannya itu.
"Maaf... yang kalian maksud 3 menit dan 5 menit apa ya?" tanya li ming sopan.
__ADS_1
"Hei..!!! kau lancang ya ikut berbincang dengan kami! apa bosan hidup?" ucap gorrila memasang wajah garang.
"Jangan hiraukan dia! yang kami maksud tadi adalah saat dia melempar sabit itu! saat dia sudah mulai kesal terhadap musuhnya, ia akan membuang senjatanya dan menggunakan kekuatan penuh diseluruh tubuhnya," ujar xiao yu menjelaskan.
"Kau lihat saja sendiri!" ucap gorrila menambahkan.
Setelah orang berjubah putih itu melempar senjatanya ke langit, tiba-tiba kecepatannya bertambah cepat lagi. Petinggi kesebelas pun mulai panik dan menyerang secara membabi buta dengan ekor-ekor kalajengking yang ada dibelakang punggungnya itu.
Saat salah satu ekornya ada yang bertabrakkan dengan pukulan orang berjubah putih itu, petinggi kesebelas merasa akan menang karena racunnya menyentuh tubuh orang berjubah putih itu. Namun, bukan berhasil menyentuh orang berjubah putih itu, malah justru ujung ekor kalajengkingnya yang sangat beracun itu hancur Dan setelah itu ekor kalajengkingnya itu ditangkap dan di tarik untuk ke arah orang berjubah putih itu. Petinggi kesebelas yang tidak berdaya itu tertarik dan meluncur ke arah orang berjubah putih itu. Setelah tepat di depan orang berjubah putih itu, wajah petinggi kesebelas langsung dipukul telak dengan sangat cepat. Karena pukulan itu, petinggi kesebelas mental jatuh ke tanah. Selain dipukul telak, ekor kalajengkingnya yang ditarik oleh orang berjubah putih itu juga ikut putus.
Namun, tidak butuh waktu lama untuk petinggi kesebelas sudah bisa bangkit lagi meskipun sudah dipukul telak sampai ke tanah.
"Sii.. siall... dia sangat kuat! kalau begitu aku akan mengeluarkan kekuatan maksimal!" gumam petinggi kesebelas kesal karena itu kedua kalinya ia bisa dipukul telak seperti itu. Selain dipukul telak oleh pemimpin organisasi kegelapan.
Sabit yang awalnya dilempar ke langit sudah mulai terlihat. Orang berjubah putih itupun tersenyum dan tangannya tiba-tiba diselimuti oleh tanah yang sangat keras dan muncul api berwarna biru menyelimuti tanah yang membungkus tangannya itu. Orang berjubah itu itu langsung memukuli petinggi kesebelas dengan sangat cepat dan membuat petinggi kesebelas terkejut sampai tidak berkutik menghadapi pukulan itu. Petinggi kesebelas pun tersungkur ke tanah dengan keadaan mengenaskan. Namun, ia belum tumbang. Setelah sabit yang dilempar itu sudah mau menyentuh tanah, orang berjubah putih dengan sangat cepat menjemput sabit itu dan mengambilnya dengan tangannya, lalu langsung ke arah petinggi kesebelas yang masih mencoba untuk bangkit.
Setelah itu tiba-tiba saja seperti waktu berhenti sejenak. Semua terkejut karena melihat orang berjubah putih itu dalam sekejap ada dibelakang petinggi kesebelas.
"Jelas sayatan itu sangat fatal! memang terlihat dia hanya menembus tubuh petinggi kesebelas dengan sekejap, tetapi sebenarnya dia menyayatnya menjadi beberapa bagian dengan sangat rapi," ucap angkh dalam hati yang mengamati dengan benar-benar saksama.
Seketika tubuh petinggi kesebelas terpotong-potong. Xiao yu dan gorrila pun menghilangkan pelindung mereka karena pertarungan sudah usai.
__ADS_1
Namun, tiba-tiba saat orang berjubah putih itu ingin memusnahkan semua tubuh petinggi kesebelas sebelum kembali pulih, muncul seseorang berjubah hitam dengan cepat dan mengambil kepala petinggi kesebelas yang sudah terpotong sebelumnya oleh orang berjubah putih.
Orang berjubah hitam itu jelas kekuatannya sangat berbeda dengan kekuatan yang dimiliki petinggi kesebelas.
"Maaf.. maaff.. aku hanya mau membawa temanku pulang! terimakasih ya sudah bermain dengannya!" ucap orang berjubah hitam itu.
Seketika semua orang disana tidak dapat bergerak. Tubuh mereka terasa berat. Orang berjubah hitam itupun jalan dengan santai meninggalkan tempat itu sambil membawa kepala petinggi kesebelas.
Setelah sudah cukup jauh pergi dari sana, mereka semua yang tidak bisa bergerak itupun tiba-tiba bisa bergerak kembali. Namun, semua orang merasakan perasaan tertekan yang luarbiasa.
Orang berjubah putih yang merasa semua masalah yang ada sudah selesai, langsung menyuruh xiao yu dan gorrila untuk langsung pergi dari sana.
"Xiao yu! beruang! ayo kembali secepatnya!" ucap orang berjubah putih itu.
"Hahh..??? beruang?? kau lagi-lagi mengubah namaku. Dasar orang aneh!" ujar beruang/ gorrila kesal.
Saat mereka bertiga ingin meninggalkan tempat itu, tiba-tiba orang berjubah putih itu melemparkan sabit itu ke arah angkh. Sabit itupun langsung menancap ditanah tepat didepan kaki angkh. Saat sabit itu berada didepan mata angkh, ia jelas merasakan bahwa itu memang sabit iblis bermata tiga.
Saat angkh sadar bahwa orang itu memang ryuji, dia langsung ingin menegurnya. Tetapi, mereka sudah menghilang.
"Dia ryuji! sunmy, dia ryuji!" ucap angkh merasa senang.
__ADS_1
Meskipun itu hal menggembirakan untuk angkh, tetapi itu justru tidak membuat sunmy senang sedikitpun.
Karena semua masalah sudah selesai, dan sabit iblis bermata tiga juga sudah kembali kepada pemilik aslinya. Akhirnya, merekapun berpisah tanpa ada perbincangan sedikitpun diantara mereka.