Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 150 - Pertemuan Berujung Pertarungan


__ADS_3

Saat orang berjubah hitam itu melepas jubahnya, angkh lee yang melihatnya pun langsung terkejut. Dia tidak percaya dengan apa yang terjadi karena orang berjubah hitam yang ada di hadapannya itu adalah ibunya, yang bernama yung'er.


"Kauuu.... bagg... bagaimana bisa.. masih hidup?" ucap angkh lee masih tidak percaya.


"Maafkan ibu angkh lee! maaf karena selama ini tidak menemuimu," ujar ibunya.


"Kenapa..? kenapaa..?? kenapa kau tidak kembali jika memang kau masih hidup?" ucap angkh lee marah.


Angkh lee yang tidak bisa menahan air matanya itu membuatnya benar-benar kehilangan keinginan untuk bertarung.


"Hei bodoh! kenapa kau menjadi lemah begini?" ucap sabit iblis bermata tiga.


Ibunya angkh lee yang melihat anaknya bersedih langsung menghampirinya dan...


"Maaf angkh, ibumu sudah mati!" ucap ibunya yang tiba-tiba mencekik angkh lee dengan sangat kuat.


Angkh lee yang di cekik itu justru tidak melawan. Dia hanya pasrah dan tidak ada perlawanan sedikitpun.


"Sepertinya kau sudah bosan hidup ya. Baiklah, akan aku kabulkan permintaanmu itu," ucap ibunya angkh lee.


Sabit iblis bermata tiga yang tidak ingin angkh lee mati, langsung keluar dari dalam sabit dan mencoba menebas ibunya angkh lee.


Yung'er pun terkena tebasan dari sabit iblis bermata tiga.


"Wah..! apa ini? anakku punya senjata yang spesial sepertinya, kau itu iblis yang tinggal di senjata itu ya?" ucap yung'er.


Meskipun iblis yang hidup di sabit iblis bermata itu kuat, tetapi ia tidak dapat terus-menerus menggunakan kemampuannya itu karena darah yang ia konsumsi belakangan ini sangat sedikit akibat angkh lee yang sebelumnya kalah saat melawan sun ang.


Angkh lee yang sudah terlepas dari cekikan yung'er itu tetap saja hanya diam tanpa ada keinginan melawan.


"Cihh... bocah ini sudah tidak ada harapan melawan," ucap iblis itu.


Angkh lee yang masih diam itu hanya bisa mengenang masa-masa saat bersama dengan ibunya yang begitu singkat. Namun, saat angkh lee sedang mengingat masa lalunya, ia sadar bahwa ibunya bukan seorang pendekar ilmu pengendali diri. Ibunya hanyalah warga biasa yang dulu bekerja menjadi wanita penghibur.

__ADS_1


Angkh lee pun kembali tersadar dan bangkit. Iblis sabit pun merasa senang angkh lee sudah lepas dari bayang-bayang masa lalunya.


"Kau mau melawan ibumu ini angkh lee? apa kau siap untuk durhaka?" tanya yung'er.


"Jangan sebut ibu dengan mulut kotormu itu! ibuku bukan seorang pendekar ilmu pengendali diri! kau bukan ibuku..!!! dan ibuku sudah meninggalkan keluarganya... dia lebih memilih lompat ke dalam jurang daripada merawat anaknya..!!!!" ucap angkh lee marah besar.


Seketika energi di sekitar angkh lee meningkat deras. Iblis sabit pun sedikit takjub dengan kekuatan yang menyelimuti angkh lee.


"Hehehe... hebat juga dia meskipun masih di tingkat roh bintang 4," gumam iblis sabit.


Angkh lee pun memanggil sabit iblis bermata tiga dan ia langsung menyerang yung'er dengan membabi buta. Yung'er yang diserang tanpa ampun itu hanya bisa menghindar saja dan anehnya ia tidak sekalipun mengeluarkan kekuatan miliknya.


"Kenapa kau tidak melawan? apa kau merasa bersalah? siapa kau sebenarnya?" ucap angkh lee kesal.


"Aku ini ibumu! kau ini masa lupa dengan ibumu," jawab yung'er.


Angkh lee yang tambah kesal karena mendengar ucapan yung'er membuatnya naik pitam dan mengayunkan sabit iblis bermata tiga dan mengeluarkan kekuatan yang sangat kuat.


"DUARR....!!".


"Heh..?? suara apa itu?" gumam pedagang itu bingung.


Pedagang yang penasaran itupun keluar dari tenda dan berjalan menuju tempat suara ledakan itu berasal.


Ditengah hutan yang penuh dengan debu tebal akibat ayunan sabit iblis bermata tiga itu membuat beberapa pohon tumbang. Saat debu mulai pudar, angkh lee justru terkejut karena ternyata yung'er dapat menahan serangannya dan dia juga membuat dinding tanah yang sangat kokoh.


"Jadi dia pengendali elemen tanah. Berarti jelas ia hanya mirip dengan ibuku tetapi itu bukan dia, dia sudah meninggal sejak dulu," ucap angkh lee dalam hati.


"Hahaha.... kau sudah besar ya angkh lee, kekuatanmu sangat dahsyat. Aku tidak menyangka kau menggunakan kekuatan itu untuk menyerang ibumu ini. Ibu jadi sedih melihat kau menyerang ibumu tanpa pandang bulu," ucap yung'er.


"Tutup mulutmu!!! kau bukan ibuku!! dia bukan penjahat dan dia tidak memiliki kemampuan apapun," ujar angkh lee bertambah kesal.


Angkh lee yang sudah tidak bisa berpikir jernih langsung mengayunkan berkali-kali sabit iblis bermata tiga miliknya dan gelombang iblis pun keluar dari ayunan sabit itu.

__ADS_1


"DUAARR.....!!".


"DUAAR.....!!!".


"DUARRR.....!!!".


Lagi-lagi angkh lee memporak-porandakan hutan itu dengan mudah. Semua pohon tumbang dan tanah di sana hancur dan berlubang.


"Kau ini sudah gila ya? kau menghancurkan apapun didepan matamu," ucap iblis yang di dalam sabit iblis bermata tiga.


Pedagang yang baru sampai di sana pun terkejut melihat sosok angkh lee yang sedang mengamuk. Pedagang itupun ketakutan dan bersembunyi di balik batu.


"Dia monster ya? jadi dia yang membunuh orang-orang saat waktu menghalangi jalan? apa aku akan di bunuh juga?" gumam pedagang itu sangat takut.


Saat semua sudah mulai terlihat dan debu juga menghilang, ternyata angkh lee belum dapat membunuhnya. Ia menggunakan elemen tanahnya lagi untuk membuat dinding pelindung. Namun, tanpa angkh lee sadari tiba-tiba kakinya tidak dapat bergerak karena kakinya terperangkap oleh tanah penghisap.


"Kenapa ini?" gumam angkh lee.


"Aku kesal sekarang! kau sudah melampaui batasanmu! mati kau!!!!!" ucap yung'er.


Tiba-tiba angkh lee terkejut di depan matanya ada angin topan yang sangat besar dan semua terhisap ke dalamnya. Pedagang yang bersembunyi pun ikut masuk kedalam angin topan itu.


Angkh lee yang masuk ke dalam pusaran angin topan itu tiba-tiba terasa panas. Saat angkh lee mencoba menoleh ke bawah, ada kobaran api yang mulai menyebar dan bersatu di angin topan itu.


"Sial..!! angin di tambahkan api maka api akan membesar," gumam angkh lee.


Angin topan itupun sudah terasa seperti neraka karena semua api sudah menyatu dengan angin topan itu.


Pedagang yang juga terperangkap itu sudah mati karena terpanggang hidup-hidup di dalam angin topan yang ditambahkan api.


Angkh lee pun mencoba mengadunya dengan elemen angin miliknya, namun ternyata elemen anginnya tidak dapat menetralkan angin topan itu. Angkh lee pun mulai melemah karena selain kehabisan nafas, kulitnya juga mulai terbakar.


Karena sudah terpaksa, angkh lee meminjam kekuatan milik sabit iblis bermata tiga dan dia bersatu. Setelah bersatu, angkh lee mengayunkan sabitnya ke tanah dan ledakan dahsyat terjadi.

__ADS_1


Apa angkh lee akan selamat?


__ADS_2