
Karena keadaan makin memburuk, banyak warga yang menjadi korban akibat serangan tersebut. Bahkan, warga yang mengamuk awalnya sangat banyak menjadi tinggal beberapa orang saja karena saling membunuh satu sama lain. Markas perlindungan di benua utara yang awalnya aman dan tentram tiba-tiba saja sekarang hampir sebagian besar sudah dirusak oleh warga-warga yang mengamuk itu. Namun saat mereka sedang mengamuk diluar ibu kota, tiba-tiba saja beberapa dari warga yang mengamuk itu mulai tumbang satu persatu. Para murid dan beberapa tetua yang awalnya terpojok karena serangan warga yang mengamuk itu menjadi selamat.
"Apa ada bantuan?" Gumam salah satu murid.
Tiba-tiba saja dari atas pohon turun seseorang dengan wajah yang ditutupi oleh topeng. Orang bertopeng itupun menghampiri para murid dan tetua yang sebelumnya menahan serangan warga yang mengamuk di luar ibu kota. Namun, karena kejadian warga yang tiba-tiba mengamuk itu membuat para murid dan tetua yang kedatangan orang bertopeng itu membuat mereka waspada.
"Siapa kau? Apa kau orang yang ada dibalik semua kejadian ini?" Tanya salah satu tetua.
"Tenang.. tenang...!!! Aku ini hanya datang membantu dan tidak ada hubungan apapun dengan warga yang mengamuk itu!" Ucap orang bertopeng itu.
Saat sedang berbincang, tiba-tiba saja orang bertopeng itu merasakan ada sesuatu aura di dalam ibu kota yang sama seperti aura para warga yang mengamuk di luar ibu kota.
Dia pun langsung secepatnya pergi dan melompati pintu gerbang ibu kota. Para murid dan tetua yang melihat orang bertopeng itu memasuki ibu kota langsung bergegas membuka pintu gerbang ibu kota bersama-sama dan mereka melihat orang bertopeng itu menumbangkan beberapa orang dalam sekejap.
"Dia menyerang warga, serang..!!!" Ucap salah satu tetua yang baru saja memasuki ibu kota.
Saat ingin menyerang orang bertopeng itu, tiba-tiba saja muncul seorang warga yang bersembunyi. Dia langsung keluar dan menghentikan mereka untuk tidak menyerang orang bertopeng itu.
"Jangan serang orang itu..!!" Ucap seorang warga yang keluar dari dalam rumah.
Setelah dijelaskan dan tahu bahwa orang bertopeng itu yang menyelamatkan para warga barusan, membuat para murid dan tetua yang berburuk sangka pada menjadi merasa malu.
"Maafkan kami tuan bertopeng, dan kenapa ada warga yang mengamuk juga didalam ibu kota?" Tanya salah satu tetua kepada warga itu.
"Itu karena saat semua warga dievakuasi ke dalam ibu kota, beberapa warga secara tiba-tiba mengamuk tanpa sebab dan karena kekacauan itu semua warga dievakuasi lagi ke tempat kediaman pemimpin benua utara dan semua sisa warga yang mengamuk juga pergi kesana mengejar mereka!" Jawab warga itu.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak ikut bersama rombongan warga yang lain?" Tanya tetua yang tadi.
"Awalnya aku sudah ikut bersama para rombongan warga, tetapi aku melihat beberapa anak kecil yang menangis disebuah kedai makan. Sepertinya mereka ditinggal oleh orangtuanya! Aku awalnya tidak ingin memerdulikan anak-anak kecil itu, tetapi aku tiba-tiba teringat anakku yang dibunuh oleh siluman saat sedang menjadi hewan buruan di hutan 2 tahun lalu. Akupun seketika langsung menghampiri mereka dan membawa mereka bersembunyi di salah satu rumah!" Jawab warga itu.
Setelah selesai berbincang, para murid dan tetua terkejut karena orang bertopeng itu sudah tidak ada.
"Kemana dia? Kenapa kita tidak tahu jika dia sudah pergi dari sini!?" ujar salah tetua yang lain bingung.
Ditempat lain di markas perlindungan dibagian timur kejadiannya juga hampir sama banyak warga yang tewas dan yang selamat di evakuasi masuk ke dalam ibu kota. Namun, disana bisa dibilang lebih parah daripada yang terjadi di markas perlindungan yang ada dibenua utara.
"Semuanya cepat masuk..!!!" Teriak salah satu murid yang memandu para warga untuk masuk ke ibu kota.
Dari ratusan ribu warga yang mengungsi, sudah ribuan yang tewas mengenaskan diserang para warga yang mengamuk itu. Bahkan, tiba-tiba saja ada segerombol orang yang berpakaian sama seperti orang-orang dari organisasi kegelapan disana.
Tetua yang tersisa pun menghadang orang-orang yang berpakaian seerti anggota organisasi kegelapan itu dengan sekuat tenaga.
"Hahaha... apa ini lelucon? 20 orang tetua ingin menghabisi boneka kami yang ada puluhan ini?" Ucap salah orang yang berpakaian seperti organisasi kegelapan itu.
p.s: Boneka yang dimaksud adalah para warga yang mengamuk.
Para tetua yang sudah kelelahan itu mati-matian menahan semua gempuran musuh. Meskipun satu persatu para tetua itu sudah tumbang, tetapi mereka tetap bertahan agar para warga aman di dalam ibu kota.
"Hahaha... aku suka orang-orang yang keras kepala seperti kalian!! Kalian sampah yang mati-matian melindungi sampah hahaha.....," ucap orang tadi memasang wajah yang haus akan kehancuran.
Namun saat tersisa 8 orang tetua, tiba-tiba saja salah satu dari kedelapan orang tetua itu menyadari sesuatu.
__ADS_1
"Heii.. apa kalian tidak merasa familiar dengan wajah orang-orang yang memakai jubah hitam itu?" Gumam salah satu tetua.
Setelah mendengar ucapan dari tetua itu dan mengamati wajah mereka, tetua yang lain tiba-tiba serentak mengingat siapa mereka sebenarnya.
"Jadi ini semua ulah kalian ya? Apa kalian benar orang-orang organisasi kegelapan? Atau hanya orang-orang yang memakai nama organisasi kegelapan untuk menyebar ketakutan??" Ujar salah satu tetua yang lain.
"Hahahaha... apa kau pikir kami mengaku-ngaku menjadi orang-orang organisasi kegelapan???" Ucap salah satu dari orang-orang berjubah hitam itu.
Salah satu orang berjubah hitam itupun membuka jubahnya dan memperlihatkan sesuatu dijari telunjuk kanannya.
"Lihat!! Apa bisa dilihat!?? Aku adalah salah satu petinggi dari organisasi kegelapan!!! Apa kau pikir ini palsu???" Ucap orang itu yang ternyata seorang petinggi di organisasi kegelapan.
"Diii... dii... diiaa... petinggi kedua belas!!" Gumam salah satu tetua mulai sedikit cemas.
"Apa kalian takut??? Tapi itu sudah terlambat sekarang!! Kalian semua akan kami musnahkan hahahaha.....," Ucap petinggi kedua belas itu.
"Dasar setann..!!! Kalian masuk ke tempat kami dengan menyamar sebagai biksu, apa kalian tidak takut dosa!!??" Teriak salah satu tetua yang lain.
Karena sudah emosi berat, tetua itu maju menyerang sendirian dan belum juga sampai ke arah petinggi kedua belas, tetua itu sudah mati dibunuh para boneka yang masih hidup dan haus darah itu. Tetua itu dicabik-cabik sampai semua organ tubuhnya keluar dan berceceran kemana-mana.
"Hahaha... ternyata mereka yang memakan pil itu akan menjadi seperti ini ya hahaha.... mereka memakan orang tapi lihat wajah mereka, mereka semua menangis hahahaha...," Ucap petinggi kedua belas itu menyaksikannya dengan sangat gembira.
_____
Apa mereka akan tamat??
__ADS_1