Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 181 - Ryuji & Sun Ang


__ADS_3

Ryuji yang sudah cukup lama meninggalkan kuil pedang suci tanpa ada kabar mrmbuatnya khawatir karena takut kuil pedang suci akan diserang musuh lagi.


Saat sampai di depan gerbang kuil pedang suci, ryuji merasa ada yang aneh. Dia pun langsung buru-buru masuk dan melihat ada beberapa murid di halaman kuil. Ryuji pun menghampiri mereka untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Hei..!! kenapa suasananya jadi sepi?" tanya ryuji ke salah satu murid yang ada di halaman.


"Aku dengar persediaan makanan disini sudah hampir habis dan juga katanya satu hari lalu ada yang mengirimkan surat. Aku dengar itu dari sun ang," jawab murid itu.


Mendengar bahwa sun ang mengirim surat, ryuji langsung mencari para tetua. Saat baru masuk ke dalam kuil milik tetua hong, ryuji sudah disuguhkan oleh pemandangan kurang mengenakkan. Dia melihat sunmy sedang menyuapi angkh. Ryuji yang melihat hal itu mencoba melupakannya dan fokus mencari para tetua.


Ryuji pun mencoba mendeteksi keberadaan para tetua. Saat sedang mendeteksi, ia menemukan mereka sedang di kamar tetua hong. Setelah sampai disana, ryuji mendengar perbincangan mereka.


"Kita harus membawa kabur semua penduduk dan tetua hong! semua orang mulai takut karena surat dari sun ang itu, lebih baik aku dan kepala tetua yang mencoba menahan mereka!" ucap tetua song.


"Tapi jika kita pergi, apa dengan orang sebanyak itu akan bisa selamat dan bagaimana dengan makanan?" tanya tetua rong.


"Tetua rong benar, kita pasti tidak akan selamat!!" ucap tetua gong.


"Mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi. Ini karena ryuji yang emosional dan juga dia itu entah pergi kemana. Apa dia kabur karena takut??" ucap tetua wong.


Karena tidak tahan direndahkan, ryuji pun masuk dengan wajah kesal. Tetua yang melihat ryuji masuk tiba-tiba terkejut.

__ADS_1


"Aku akan melawannya jika ia berani datang kesini!" ucap ryuji dengan kesal.


"Tapii... dia saja bisa meratakan perguruan kita dalam sekejap ryuji! jangan membuang nyawamu hanya untuk masalah sepele! lebih baik saat dia datang kemari kau meminta maaf dan bersujud saja dihadapannya!" ujar tetua mong meminta ryuji bersujud kepada sun ang.


Ryuji pun tidak menghiraukan ucapan dari tetua mong dan keluar dari kamar tetua hong. Namun, saat ingin keluar terdengar suara kegaduhan yang ternyata para warga mulai melawan.


"Mana si bajingan ryuji itu??? serahkan saja ia nanti pada musuh!" ucap terdengar suara penduduk dari luar kuil tetua hong.


Ryuji pun keluar untuk menghadapi kemarahan para warga. Namun, saat dia baru saja keluar dari dalam kuil ia sudah di lempari batu oleh para penduduk. Dan ternyata yang memprovokasi mereka adalah anak dari pemimpin kota luo yi yang sebelumnya di pukul ryuji hingga pingsan.


Pemimpin kota dan anaknya tinggal di kuil milik tetua yong yang sudah gugur di medan perang. Pemimpin kota tidak mengizinkan para penduduk untuk mengungsi di kuil tetua yong yang sudah ia tepati sekarang. Ia akan menyuruh pengawalnya menendang keluar para penduduk yang mencoba untuk mengungsi di kuilnya.


Karena sedang kesal, ryuji pun menggunakan jurus gerakan kilat petir dan mendapati anak pemimpin kota luo yi itu sedang bersembunyi agar tidak diketahui oleh ryuji bahwa ternyata ia yang memprovokasi para penduduk untuk melawan ryuji.


"Amm.... ammpunnnn.... lee... leeeppaasss....!!" ucap anak pemimpin kota luo yi itu mulai kehabisan nafas.


Karena tidak ingin mengotori tangannya, ryuji pun melepaskan anak pemimpin kota luo yi itu. Namun, saat dia dilepaskan ia justru tidak bertobat. Ia langsung memanggil semua pengawalnya dan menyuruh mereka untuk membunuh ryuji. Karena dikepung, ryuji menggunakan aura membunuhnya. Semua pun menjadi takut dan tidak lagi berani maju untuk membunuh ryuji.


Ryuji pun malas meladeni mereka. Ia pun langsung meninggalkan kota luo yi tanpa mengucapkan satu katapun. Para penduduk pun mulai menyorakinya lagi .


"Dasar sialan..!!! semua karena kau ryuji!!! kau pasti ingin kabur karena tahu bahwa kau mengundang bencana untuk perguruan ini kan??" ucap salah satu penduduk berteriak.

__ADS_1


Meskipun semua cemoohan itu dilontarkan kepada ryuji, tetapi ia tidak peduli. Ia hanya ingin mengalahkan sun ang karena ryuji tahu memang dia yang menantang sun ang untuk datang ke kuil pedang suci.


Saat ryuji keluar dari kuil, ia melihat sun ang datang. Dia datang dengan gaya yang sangat mencolok. Dia membuat jalur dari es di langit. Ryuji pun menghampirinya dan menghancurkan jalur esnya itu.


Akibat hal tersebut, gerombolan sun ang pun terpaksa harus turun ke tanah. Saat baru saja sampai ditanah, ia sudah disambut oleh ryuji.


"Jadi kau kakeknya sunmy?? apa hakmu melakukan macam hal seperti penguasa di dataran ini?" tanya ryuji.


"Hmm.... penguasa?? hahaha... kau lucu anak muda!! aku bukan penguasa, aku hanya ingin mengambil kembali cucuku. Dia tidak layak tinggal ditempat bobrok seperti itu!! perguruannya saja lemah, jadi pasti tidak layak menampung cucuku. Kau yang menjatuhkan kami ya?? sepertinya kau cukup berpotensi. Bagaimana jika ikut denganku ke klan sun. Aku pasti akan menjadikanmu petarung handal hahaha....," ucap sun ang.


"Kau yakin mau membawaku??" tanya ryuji.


"Tentu saja! dan kalau boleh tahu, siapa namamu nak??" ucap sun ang menanyakan nama ryuji.


"Aku adalah orang yang menantangmu dan juga orang yang memotong tangan dari orang kepercayaanmu! apa dia masih hidup?? jika kau memang ingin tahu siapa aku, aku adalah orang yang akan melenyapkan orang sombong seperti dirimu itu. Aku adalah ryuji!" ujar ryuji dengan tatapan membunuh.


Sun ang yang tahu bahwa anak muda di depannya adalah ryuji, ia pun mengamuk dan membuat kurungan besar dari es agar dia dan ryuji dapat bertarung tanpa ada yang mengganggu dari luar. Penduduk dan para tetua pun melihat kurungan es besar itu karena jaraknya tidak terlalu jauh dari kuil.


"Sepertinya orang bernama sun ang itu sudah bertemu dengan ryuji! apa kita memang akan dihabisi???" ucap salah satu penduduk merasa takut.


Karena sudah terjadi kejadian seperti itu, para tetua mengambil keputusan untuk meninggalkan kuil pedang suci dan menyelamatkan para penduduk. Namun, tetua song dan kepala tetua tetap disana untuk lebih mengulur waktu bagi mereka yang membawa para penduduk pergi.

__ADS_1


Para penduduk pun menyiapkan semua barang bawaannya. Tetapi ada beberapa penduduk pria dan murid yang tidak mengemasi barang mereka. Karena mereka ingin terus di kuil bersama dengan tetua song dan kepala tetua untuk menahan sun ang. Karena mereka sangat bersikeras ikut menahan sun ang, tetua song dan kepala tetua pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


__ADS_2