Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 36 - Musuh Lama


__ADS_3

Ryuji sudah mengecek pintu keluar, tetapi tetap tidak bisa mencari cara membukanya. Ryuji pun hanya bisa menggerutu karena pintu itu sangat tebal dan mungkin susah dihancurkan. Pada saat ryuji menggerutu, ia pun duduk sembarangan. Tiba - tiba tidak sengaja lubang bokongnya tertancap sesuatu yang panjang. Ryuji pun terkejut karena baru merasakan sensasi tersebut dan panik lalu melompat mejauh. Ia takut bahwa itu adalah burung kecil milik tengkorak yang ingin menodai dia.


Saat ryuji mencoba memperhatikannya, ternyata itu hanya sebuah kunci besar dan panjang. Ryuji yang merasa malu karena tingkahnya barusan, langsung menjadi berwibawa dan jalan dengan tegap kearah kunci itu.


Ia langsung mengambil kunci itu dan merasa ini adalah kunci untuk membuka pintu besar tersebut. Ia langsung membawa kunci itu kedepan pintu dan mencari lubang kunci tersebut. Namun, lubang kuncinya ternyata tidak ada dipintu. Ryuji pun kesal dan melempar kunci itu sembarangan.


Setelah itu, ia masih mencari cara membuka pintu itu. Saat ia meraba - raba dinding goa itu, ryuji tidak sengaja menekan sesuatu didinding itu. Tiba - tiba ada pintu kecil yang muncul dan ada lubang kuncinya. Seketika, ryuji mengingat bahwa kunci yang tadi ia buang adalah kunci untuk membuka pintu kecil tersebut.


Ryuji pun panik mencari kunci itu lagi karena ia membuangnya sembarangan. Namun, ryuji tidak dapat menemukannya.


"ARGGGHHHH.... kenapa aku begitu sial! sudah ada kunci tapi tidak ketemu pintu, sekarang ketemu pintu justru kuncinya yang hilang," ucap ryuji kesal.


Saat sedang marah - marah, mo ling menelepati ryuji dan menyuruhnya menghancurkan saja pintu kecil itu agar tidak memakan waktu. Ryuji pun langsung menghampiri pintu itu dengan penuh emosi dan memukul pintu itu dengan jurus tinjuan api. Seketika, pintu itupun mulai retak. Namun, belum hancur sepenuhnya. Ryuji pun kesal dan memukul berkali - kali pintu itu dengan tinjuan api. Akhirnya, pintu itupun hancur karena tidak dapat menahan serangan ryuji yang bertubi - tubi.


Saat pintu itu sudah bisa dilewati. Tiba - tiba saat ryuji ingin pergi, ia melihat kunci yang tertutupi tumpukkan emas didekat ryuji berada.


"Sialannnn....! kenapa sampai harus keluar kekuatan jika dia ada didekat sini daritadi? arrggghh.... tumpukkan emas sialan! kau mengerjaiku ya?" teriak ryuji marah sambil menginjak - injak emas itu.


Saat ryuji asik menginjak - injak tumpukan emas itu, tiba - tiba terjadi gempa didalam goa itu. Ryuji seketika ketakutan karena merasa sudah membuat penunggu digoa ini marah karena hartanya diinjak - injak.


Ryuji pun langsung kabur keluar dari sana dengan cepat. Setelah lari begitu lama, ia tiba dijalan bercabang yang sebelumnya sudah ia lalui saat datang kesana. Ryuji pun langsung lari keluar goa dan saat dia mau keluar goa, kumpulan preman sudah menghadangnya.


Ryuji pun langsung terus berlari dan menerobos hadangan preman tersebut.


"Nekat sajalah! lebih baik bertarung dengan preman daripada meninggal tertimpa reruntuhan didalam goa," pikir ryuji tergesa - gesa.


Ryuji pun lari dengan cepat dan menabrak para preman. Dan bersamaan ryuji keluar, goa itu seketika langsung roboh dan hancur menjadi rata. Preman yang melihat goa itu runtuh, membuat mereka terkejut dan terpaku. Ryuji yang merasa nyawa sudah aman langsung ingin pergi dari sana.


Saat mau kabur, para preman itu sadar ryuji kabur dan menarik kakinya agar tidak bisa kabur.


"Tolong lepaskan aku!! dasar preman tidak jelas," ucap ryuji meronta - ronta.

__ADS_1


Tidak begitu lama, datang bos mereka dan menyuruh untuk mengikat ryuji. Setelah sudah selesai, bos itupun menghampiri ryuji yang sudah terikat. Namun, bos preman itu terkejut saat melihat ryuji dan mulai berkeringat. Bos preman itupun mulai menjauh dari ryuji.


"Hei lepaskan aku!!! dasar preman lemah, masa harus keroyokan? sini satu - satu! dan kau ketua mereka ya? sini lawan aku!" teriak ryuji.


"Bos kenapa kau berkeringat? apa kau tidak enak badan?" tanya salah satu anak buah preman itu.


"Tidak apa - apa! aku hanya sedikit gerah karena pakaianku begitu tebal," ucap bos preman itu alasan.


Bos preman itupun langsung mengambil pedang panjang miliknya dan menghampiri ryuji dengan keringat yang terus mengalir. Ia memberanikan diri agar harga dirinya tidak jatuh didepan anak buahnya.


"Lihatt! bos sudah akan menghabisi bocah itu, hahahaha..... habislah bocah sombong itu!" bisik anak buah yang satu keanak buah yang lain.


Ryuji yang merasa akan dibunuh, tiba - tiba tanpa sadar ia mengaktifkan api ajaib miliknya. Seketika api ajaib itu menyelimuti tubuh ryuji dan membakar tali yang mengikatinya.


Bos preman itu yang melihat ryuji diselimuti api berwarna biru, langsung sujud dan meminta ampun agar nyawanya selamat.


Para anak buahnya yang melihat bosnya sujud memohon ampun, membuat mereka bingung karena tidak pernah ada yang bisa membuat bos takut sampai sujud dan memohon ampun seperti itu.


"Aneh? kenapa api biru ini seperti pernah aku lihat ya? tapi dimana?" pikir ryuji bingung.


Sedangkan, bos preman itu tetap sujud kepada ryuji. Karena lebih memerhatikan keadaan yang dia alami, ryuji tidak memedulikan bos preman itu.


Ryuji pun mencoba mengendalikan api ajaib itu dan meredamnya agar kembali kedalam tubuhnya. Setelah itu, ryuji baru memerhatikan bos preman itu.


"Permisi kakak preman! kenapa kau sujud didepan ku? aku bukan kakak kandungmu," ucap ryuji bingung.


"Ampunnn... jangan bunuh aku! lepaskan aku!" ujar preman itu menangis.


"Ya - ya! tidak akan aku apa - apakan kalian. Lagi pula kau siapa? kenapa takut padaku?" tanya ryuji bingung.


"Kau tidak mengenaliku? serius? coba lihat tangan kiriku ini! lihatlah!" perintah bos dari para preman itu.

__ADS_1


"Kau gila ya? untuk apa aku lihat tanganmu yang tidak ada? bagaimana jika kakak preman periksakan diri ke tabib ya!" ujar ryuji.


Mereka yang mendengar perkataan ryuji, seketika mereka terdiam dan saling memandang. Lalu, tidak beberapa lama mereka tertawa terbahak - bahak.


"Hahaha... bos kenapa kau takut kepada bocah ini? ayo kita habisi sama - sama!" seru seseorang preman.


"Iya ayo kita habisi saja bos!" seru preman - preman yang lain.


Bos preman itupun merasa harus menjaga wibawanya didepan anak buahnya. Dia pun mengikuti keinginan anak buahnya dan menyuruh mereka menyerbu ryuji.


Ryuji yang tidak tahu apa - apa, mau tidak mau melawan mereka dengan mengambil pedang guojian dari cincin ruang. Dan melawan mereka.


"Hahaha... aku kira kau sudah menjadi orang hebat selama kita tidak bertemu, ternyata malah memiliki pedang yang sudah rusak hahaha... aku salah memohon ampun kepadamu," ujar bos preman itu.


Ryuji yang mendengar perkataan itu, membuatnya bingung karena seolah - olah bahwa bos preman itu mengenalnya sudah lama. Namun, karena dia masih menghadapi anak buahnya, ryuji melupakan sejenak dan fokus menumbangkan para preman yang menyerang dulu.


Beberapa lama kemudian, semua anak buah preman itupun tumbang dan tersisa bosnya. Ryuji pun langsung menanyakan siapa sebenarnya bos preman itu.


"Kakak preman, siapa kau sebenarnya? apa kau mengenaliku?" tanya ryuji.


"Kau sudah melupakan aku ya? kaulah yang memotong tangan kiriku ini! apa kau melupakannya?" ucap bos preman itu.


"Siapa ya? tapi maaf, aku tidak mengenal pemeran pembantu sepertimu kakak preman," ucap ryuji masih bingung.


"Dasar otak tumpulll...! aku ini wo tonggg.... orang yang kau kalahkan sampai tangan kiriku putus dan juga membunuh hewan gaibku. Apa kau ingat?" teriak wo tong marah.


( Bagi yang lupa siapa wo tong, ia ada di chap 17 - Pertarungan Sengit ).


"Hahaha.... nama konyol darimana itu? wo tong? dasar mesum hahaha....," ucap ryuji menertawakan.


Wo tong yang mendengar kedua kalinya ia dihina oleh ryuji, membuatnya murka dan menyerangnya. Ryuji yang melihat wo tong kearahnya dengan senjatanya, membuatnya mau tidak mau harus menghadapi wo tong lagi.

__ADS_1


__ADS_2