
Biksu tua itupun bergegas untuk pergi menemui pemimpin benua utara. Saat sudah sampai di depan kediaman pemimpin benua utara, biksu tua itu ternyata dicegat oleh para penjaga.
"Ada keperluan apa kau datang kesini biksu tua?" Tanya salah satu penjaga.
"Aku ingin memberikan sebuah surat kepada pemimpin benua utara, tolong izinkan aku masuk karena ini sangat penting!" Ujar biksu tua itu memaksa ingin masuk
"Surat? Surat apa itu? Boleh kami cek dulu?" Tanya penjaga yang satunya.
"Surat ini tidak boleh dibuka, jadi tolong biarkan aku memberikannya kepada pemimpin benua utara!" Ucap biksu tua tetap ingin masuk untuk memberikan surat itu.
Karena tetap tidak memperbolehkan untuk orang lain masuk kedalam, kedua penjaga itu sepakat untuk menyuruh biksu tua itu menyerahkan surat itu kepada mereka berdua agar mereka berdua yang mengantarkannya kepada pemimpin benua utara.
"Biksu, bagaimana jika surat itu kami saja yang mengantarkannya kepada pemimpin benua utara dan biksu bisa tunggu disini sebentar! Bagaimana, apa biksu mau?" Tanya salah satu penjaga.
"Baiklah, ini suratnya. Tolong sampaikan secepatnya kepada pemimpin benua utara ya!" Ucap biksu tua itu sambil menyerahkan surat itu.
Setelah menerima surat itu dari tangan biksu tua itu, kedua penjaga itu pergi kedalam untuk memberikan surat itu kepada pemimpin benua utara. Selama diperjalanan menuju ke ruangan pemimpin benua utara, kedua penjaga itu membahas tentang isi surat yang dibawa biksu tua itu.
"Hei, menurutmu apa isi surat ini? Ini ada tulisannya tapi aku tidak bisa baca. Apa kau bisa baca?" Tanya salah satu penjaga kepada penjaga yang satunya.
__ADS_1
"Hmmm... entahlah, aku tidak terlalu pandai membaca karena aku tidak lulus saat dulu belajar di perguruan," jawab penjaga yang satunya.
"Tapi sepertinya ini surat yang penting," balas penjaga yang satunya.
"Aku rasa juga begitu," ujar penjaga yang satunya menyetujui perkataan penjaga yang satunya lagi.
Karena masih menerka-nerka isi surat itu, mereka pun memutuskan untuk secepatnya memberikan surat itu ke pemimpin benua utara.
Tidak beberapa lama kemudian merekapun tiba di ruangan pemimpin benua utara.
"Permisi tuan, ada surat untuk anda," ucap salah satu penjaga yang tadi sambil mengetuk pintu.
Kedua penjaga itupun akhirnya masuk dan menyerahkan surat itu kepada pemimpin benua utara. Setelah membuka dan membaca isi surat itu, tiba-tiba saja pemimpin benua utara menyuruh kedua penjaga yang mengantarkan surat tersebut untuk memanggil biksu tua yang membawa surat itu secepatnya. Karena perintah dari pemimpin benua utara, kedua penjaga itupun langsung bergegas pergi menjemput biksu tua yang menunggu diluar kediaman pemimpin benua utara.
Saat kedua penjaga itu pergi menjemput biksu tua yang membawa surat itu, disisi lain pemimpin benua utara langsung menyuruh penjaga yang lainnya untuk segera pergi ke lima benua yang lain untuk mengundang mereka datang ke benua utara.
"Cepat pergi secepatnya ke daratan lima benua lainnya dan bilang ada rapat darurat!!" Ucap pemimpin benua utara terlihat panik.
Karena mendengar perintah dari pemimpin benua utara, semuanya langsung bergegas pergi. Disisi lain, kedua penjaga yang tadi pergi menjemput biksu tua itupun sudah sampai kembali ke ruangan pemimpin benua utara bersama biksu tua itu.
__ADS_1
Setelah melihat biksu tua itu, pemimpin benua utara langsung menghampiri biksu tua itu dan menanyakan beberapa hal mengenai surat yang dibawa oleh biksu tua itu.
"Biksu, dimana kau mendapatkan surat ini? Dan siapa yang memberikannya kepadamu?" Tanya pemimpin benua utara sambil menggenggam isi surat tersebut.
"Aku dapat surat itu pada saat aku sedang bersih-bersih di kuil. Saat itu datang tiga orang memakai jubah hitam dan topi caping dari jerami. Mereka meminta minum kepadaku. Setelah mereka minum, tiba-tiba saja mereka memberikan aku surat itu dan kemudian langsung pergi," jawab biksu tua itu sesuai dengan yang dia alami.
"Jadi mereka hanya menyuruh biksu untuk mengantar surat ini kepada saya?" Tanya lagi pemimpin benua utara.
"Mereka memang hanya menyuruhku mengantarkannya. Dan awalnya aku tidak tahu siapa mereka bertiga, tetapi saat melihat ada tulisan "organisasi kegelapan" di surat itu, akupun langsung bergegas untuk mengantar surat itu karena aku pernah mendengar bahwa organisasi kegelapan adalah organisasi jahat," ucap biksu tua itu.
Setelah semua penjelasan dari biksu tua itu, pemimpin benua utara memberi pesan juga ke seluruh perguruan di benua utara untuk membahas mengenai organisasi kegelapan. Dan karena urusannya sudah selesai, biksu tua itu pergi dari kediaman pemimpin benua utara dan kembali pulang ke kuil miliknya yang ada dipinggir hutan.
Namun saat perjalanan kembali ke kuil, biksu tua itu bertemu lagi dengan pria mabuk yang sebelumnya pernah bertabrakkan dengannya. Pria itu terlihat tergeletak di depan pintu gerbang ibu kota. Pria itu benar-benar terlihat sangat kacau dengan tubuh yang dipenuhi bau dari minuman keras dan rambut yang sangat berantakkan. Karena merasa kasihan, biksu tua itu menghampirinya dan mencoba menegurnya.
"Tuan, siapa namamu?" Tanya biksu tua itu.
Meskipun ditanyai berkali-kali oleh biksu tua itu, pria mabuk itu hanya menjawab dengan cara bergumam-gumam tidak jelas. Karena bingung bagaimana cara untuk mengajak bicara pria mabuk itu, biksu tua itupun akhirnya memberikan sebuah buku yang berisi tentang ajaran-ajaran buddha. Biksu tua itu meletakkan buku itu di dekat pria mabuk itu tergeletak. Setelah itu, biksu itupun pergi meninggalkan pria mabuk itu bersama dengan buku yang berisikan tentang ajaran-ajaran buddha.
______
__ADS_1
Apa yang diinginkan biksu tua itu terhadap pria mabuk itu?