Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 84 - Kedatangan Tamu


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusannya dengan beberapa orang yang membicarakan ryuji itu, angkh lee langsung kembali ke rumah untuk menaruh bahan makanan itu.


Setelah itu, ada segerombolan orang yang datang ke rumah keluarga lee yang baru disewa itu.


"Mana orang yang membunuh anak buahku yang baru saja direkrut? cari mati dia ya? keluar sini!!" teriak salah satu dari gerombolan orang itu yang berbadan kekar dan memiliki perawakan wajah yang seram.


"Maaf, anda mencari siapa ya?" tanya salah satu pelayan keluarga lee.


"Suruh keluar seluruh keluarga kalian! aku mo cheng akan menghabisi kalian sekeluarga sekarang juga!" ucap yang berbadan kekar itu.


Walaupun tersisa angkh lee yang memiliki ilmu pengendali diri yang cukup tinggi, tetapi empat anggota keluarga lee yang lain juga tidak bisa diremehkan. Mereka berempat adalah adik dari chou lee dan hyoka lee yang merupakan sepasang suami istri yang memiliki dua anak perempuan.


Karena keributan tersebut, angkh lee pun geram dan keluar untuk mengeceknya. Namun, siapa sangka angkh lee akan didatangin kelompok kepala besi yang merupakan kelompok yang suka merusuh dipasar dan merupakan bawahan dari pemimpin kota luo yi.


"Ada apa ini?" tanya angkh lee pura - pura tidak tahu masalah yang sudah ia perbuat.


"Ohhh... kau bocah yang menghabisi anak buah baruku? kau harus mati juga hari ini agar mereka tenang di alam sana!" ucap mo cheng memelototi angkh lee.


"Ohh.. sampah - sampah itu anak buahmu? maaf kalau mereka meninggal, mungkin karena mereka memang tidak layak hidup," balas angkh lee sedikit tajam perkataannya.


Karena mendengar ucapan dari angkh lee, membuat mo cheng naik pitam dan menyuruh semua anak buah yang ia bawa untuk menghabisi angkh lee dan anggota keluarga yang lain.


"Maju semuanya..!!! bawa kepala anak itu untuk pemakaman teman - teman kita.!!" ucap mo cheng.


"Hehehe... hei angkh lee, apa kita akan makan lagi? kalau begini aku akan kekenyangan," ujar iblis didalam sabit iblis bermata tiga tersebut.


"Mati kau bocah!!!" ujar salah satu anak buah dari mo cheng yang menyerang angkh lee.


Karena tidak mau mengotori rumahnya dengan darah mereka, angkh lee tidak memakai sabit iblis bermata tiga untuk bertarung melawan gerombolan anak buah mo cheng. Ia hanya menggunakan jurus dari buku ilmu tingkat bumi, yaitu jurus tapak angin.

__ADS_1


Seketika, mereka yang menyerang angkh lee pun langsung terpental cukup jauh keluar dari dalam rumahnya.


Jurus tapak angin merupakan jurus tingkat bumi yang hampir setara dengan jurus tingkat langit. Jurus tapak angin milik angkh lee dapat membuat orang yang menyerangnya terpental cukup jauh.


Mereka yang terpental karena jurus angkh lee, terbang berceceran dan hinggap di rumah - rumah warga bahkan di rumah makan. Semua warga pun panik karena ada orang yang tiba - tiba jatuh ke rumah mereka.


"Hahaha.... menarik sekali, kau dapat mengalahkan anak buahku dengan jurus tingkat bumi. Namun, aku mo cheng bukan orang sembarang yang bisa kalah dari bocah tengik sepertimu!" ujar mo cheng yang ternyata bisa bertahan dari jurus tapak angin milik angkh lee.


Karena malas membuang waktunya, angkh lee menarik sabit iblis bermata tiga dari punggungnya. Mo cheng yang melihat angkh lee menggunakan senjatanya, membuatnya mengeluarkan ilmu pengendali diri miliknya, yaitu banteng tanduk tiga.


"Hahaha... ayo kita mulai bocah! apakah sabitmu atau tandukku ini yang lebih dulu memotong," ucap mo cheng.


Karena tidak mau basa - basi, angkh lee langsung menggunakan jurus langkah angin dan tepat langsung berada didepan mo cheng, lalu ia menggunakan jurus tapak angin untuk mendorong mo cheng keluar dari rumahnya. Namun, karena ilmu pengendali diri milik mo cheng adalah banteng tanduk tiga yang memiliki pertahanan tubuh yang cukup keras, membuatnya dapat menahan angkh lee hanya dengan satu tangannya saja. Karena pertahanannya sangat tebal, membuat angkh lee harus sedikit mengeluarkan lebih banyak kekuatannya untuk mendorongnya. Mo cheng yang masih memiliki satu tangan, menggunakan jurus tanduk banteng penghancur untuk menyerang angkh lee.


"Hahaha... mati kau!!" ucap mo cheng mengarahkan tangannya kearah angkh lee.


Namun sayang sekali serangan mo cheng dapat ditahan angkh lee dengan sabit iblis bermata tiga.


"Hahaha... ayo kita adu kekuatan...!!! ujar mo cheng terus mencoba menyerang angkh lee dengan jurus tanduk bantengnya itu.


Karena tidak kuat menahan serangan tanduk banteng dari mo cheng dan harus terus menggunakan jurus tapak angin untuk mendorongnya secara bersamaan, membuatnya sedikit kewalahan.


"Hei.. hei..!! kenapa tidak keluarkan kekuatanku? apa kau meremehkanku?" tanya iblis didalam sabit itu.


"Aku hanya tidak mau dia mengotori rumah ini, jadi aku ingin membawanya keluar rumah dulu," jawab angkh lee.


"Heii!! kenapa diam saja? sudah tidak tahan ya?" tanya mo cheng yang tidak bisa mendengar percakapan angkh lee dengan iblis yang didalam sabit.


Saat masih beradu kekuatan, tiba - tiba datang seseorang yang memisahkan mereka dan mendorong keduanya sampai terjatuh. Ternyata yang mendorong angkh lee dan mo cheng adalah sunmy.

__ADS_1


"Siapa dia? dia bisa mendorong diriku dan orang itu secara bersamaan," gumam angkh lee dalam hati.


"Hei wanita cantik, kenapa kau menghalangi kami? kau siapa?" tanya mo cheng yang kesal pertarungannya diganggu.


"Pergilah tuan mo cheng! anggap saja semua yang terjadi tadi adalah salah paham," ucap sunmy sopan.


"Apaaa..?? salah paham katamu?? bocah tengik itu sudah membunuh anak buahku, bagaimana itu semua hanya salah paham?" tanya mo cheng tidak terima dengan ucapan sunmy.


Karena mo cheng tetap ingin melanjutkan pertarungannya, sunmy terpaksa mengeluarkan aura pengendali diri es miliknya. Sunmy yang baru menembus tingkat roh bintang 4 awal, membuatnya lebih leluasa menggunakan kekuatan es miliknya.


Mo cheng yang merasakan kedinginan karena aura milik sunmy, membuatnya kabur dengan lari terbirit - birit.


"Ppffftttt... dasar tukang tindas. Oh ya, kamu tidak apa - apa? tanya sunmy kepada angkh lee.


Angkh lee yang sedikit malu karena ditolong seorang wanita, membuatnya langsung pergi tanpa sepatah katapun. Karena ucapannya tidak direspon oleh angkh lee, membuat sunmy sedikit kesal.


Sebenarnya, kedatangan sunmy kesana untuk membantu angkh lee menjaga anggota klan lee yang lain, tetapi ternyata sikap angkh lee begitu dingin terhadap sunmy.


"Anda siapa nona? apa anda mencari seseorang disini? tanya pelayan keluarga lee.


"Tidak bibi, aku kesini disuruh bibi mina untuk bantu - bantu beberapa hal jika ada yang kesulitan. Oh ya, siapa orang yang dingin itu?" tanya sunmy yang sebenarnya sedikit kesal.


"Ohh.. itu adalah tuan angkh lee, ia adalah anak dari tuan chou lee. Dia memang memiliki sikap yang dingin karena sesuatu hal," jawab pelayan itu.


Sunmy yang mendengar bahwa angkh lee adalah anak dari paman chou lee, membuatnya membayangkan saat chou lee dan mina lee datang ke kuil tetua hong.


"Padahal paman chou begitu ramah, jujur dan sedikit humoris, kenapa anaknya begitu dingin ya?" gumam sunmy dalam hati.


Karena tidak mau ambil pusing, sunmy pergi bersama pelayan untuk membantu menyiapkan makanan. Walaupun awalnya menolak, tetapi karena sunmy terus mendesak pelayan keluarga lee tersebut setuju sunmy membantunya.

__ADS_1


__ADS_2