
Para kepala tetua yang melawan ketujuh peserta itu, lama - kelamaan mulai menguras cukup banyak energi. Terutama kepala tetua yang melawan hyung ming. Mereka kewalahan dan bahkan terluka karena hyung ming memiliki ilmu pengendali anugerah, yaitu iblis kematian.
"Tidak aku sangka murid sendiri yang dibanggakan bisa menjadi pengkhianat hanya demi mendapatkan kekuatan yang luarbiasa," ucap kepala tetua perguruan pedang suci meneyesal.
Sedangkan ditempat lain, para tetua yang melawan ketua kelompok pakaian hitam yang sudah menjadi monster tanah juga kesulitan karena ia selalu kembali utuh walaupun dihancurkan.
Tiba - tiba saat semua tetua bertarung melawan monster tanah itu, ada hewan gaib yang datang dan menjaring monster itu hingga membuatnya terjerat dan tidak dapat melepaskan diri.
"Itu bukannya hewan gaib tingkat 13? laba - laba petir ungu. Siapa pemiliknya? apa dia hewan gaib bebas?" ucap tetua rong bingung.
"Jangan - jangan ada pendekar hebat yang membantu kita," ujar tetua dari perguruan angin sakral menambahkan.
Bersamaan dengan laba - laba petir ungu yang tiba - tiba muncul, ryuji juga datang dan langsung menebasnya dengan pedang guojian menjadi beberapa bagian. Setelah dipotong menjadi beberapa bagian, ryuji menyuruh laba - laba petir ungu menjaring semua bongkahan tanah dari tubuh monster itu agar dia tidak dapat menyatu lagi.
Semua tetua perguruan terkejut bukan karena cara ryuji melumpuhkan monster tanah itu, tetapi terkejut karena ryuji memiliki hewan gaib ditingkat 13. Yang mungkin hanya tingkat master dan legenda yang menaklukkannya.
"Ryyuu... jiii... itu... hewannn... gaiibb.. muuu...?" tanya tetua hong terkejut.
"Nanti saja aku jelaskan guru! sekarang aku akan membantu kepala tetua untuk mengalahkan ketujuh peserta yang mulai menjadi monster itu, jika dibiarkan akan menembus tingkat legenda dan menjadi bencana," ujar ryuji serius.
Ryuji pun langsung melesat dengan cepat ketempat pertarungan para kepala tetua dengan ketujuh peserta tersebut. Dan sebagian tetua disuruh membawa pulang para penonton yang selamat ketempat asal mereka dengan selamat, lalu sebagian membereskan mayat - mayat yang berjatuhan dan reruntuhan disana.
__ADS_1
"Kepala tetua!! cepat buat formasi pengembali alam agar para pemimpin benua bisa kembali kesini!" ucap ryuji yang tiba - tiba datang.
"Apa?? itu formasi yang cukup memakan tenaga dan memakan waktu lama,apalagi belum tentu yang kita panggil alam yang sama dengan para pemimpin benua berada," ucap kepala tetua angin sakral menentang.
"Sudah ikuti saja kataku! kita tidak ada waktu berlama - lama lagi disini! jika para pemimpin benua dalam bahaya maka semua dataran di dunia ini akan hancur!" ujar ryuji sedikit dengan nada tinggi.
Karena melihat ketegasan ryuji, para kepala tetua pun mulai luluh dan menyebar membentuk formasi untuk membentuk formasi pengembali alam. Sedangkan ryuji berencana melawan mereka bertujuh sendirian.
"Apa anak itu gila? kita saja yang ditingkat roh akhir kesulitan melawan mereka, apalagi seorang murid dari salah satu perguruan bahkan dia seperti bocah tidak berguna," ucap kepala tetua perguruan gempa neraka masih sedikit tidak terima dengan keputusan kepala tetua lain yang setuju ryuji melawan tujuh peserta yang menjdi monster itu.
"Kau tenanglah sedikit! kita ikuti saja anak itu!" balas kepala tetua perguruan lonceng emas membujuk.
Akhirnya, kepala tetua perguruan gempa neraka juga mulai luluh dan mau ikut bergabung membuat formasi pengembali alam.
Saat semua kepala tetua telah fokus membuat formasi pengembali alam itu, ryuji mencoba menahan mereka yang ingin menyerang para kepala tetua. Sedangkan, laba - laba petir ungu harus terus menahan monster tanah yang sudah terpotong - potong dengan jaringnya petir ungu miliknya agar monster tanah itu tidak lepas dan menyatu lagi.
Karena ryuji tidak bisa juga terus - terusan menahan setiap serangan mereka, membuatnya mengeluarkan semua kekuatannya untuk benar - benar mengalahkan mereka.
"Ayo kita saling bunuh!" ujar ryuji bersemangat.
Menurut ryuji dari ketujuh peserta yang berubah menjadi monster, yang paling sulit dihadapi adalah hyung ming.
__ADS_1
Keenam peserta yang sudah tidak ada akal lagi, mulai benar - benar sudah seperti monster yang kelaparan. Mereka menyerang ryuji dengan brutal. Sedangkan hyung ming hanya menyaksikan ryuji kewalahan dengan keenam peserta yang sudah menjadi monster itu.
Ryuji yang hampir terpojok, membuatnya terpaksa mencoba menggunakan tinjuan api yang digabung api ajaib biru dingin kepada salah satu peserta monster itu. Karena tidak ada akal sehat bukannya menghindar, monster itu justru menghantam tinjuan ryuji dengan tinjunya. Dan saat ryuji dan salah satu peserta yang sudah jadi monster itu saling beradu tinjuan, seketika setengah tubuh monster itu hancur menjadi abu. Kelima monster itupun mulai merasa takut.
Hyung ming yang melihat kejadian itu, membuatnya ikut menyerang ryuji. Dalam sekejap, hyung ming tepat didepan ryuji dan mencoba mengadu kekuatan tinjuan iblis kematiannya yang sudah berevolusi melawan jurus tinjuan api biru dingin milik ryuji.
Tertanya kekuatan tinjuan hyung ming seimbang dengan tinjuan milik ryuji yang bahkan sudah digabung dengan api ajaib biru dingin.
Hyung ming pun tiba - tiba menghilang dan muncul didepan ryuji lalu memukulnya dengan tinjuan iblis kematiannya. Ryuji yang tidak sempat menggunakan perisai api membara dengan sempurna, membuatnya terhantam tinjuan itu dan terpental. Bahkan keenam monster yang tepat dibelakang ryuji ikut terpental.
"Uhuukk.... uhuukkk... tinjuan yang berbahaya!! untung aku sempat menggunakan perisai api membara tepat dibagian dada, jika terlambat maka tulangku akan remuk semua," ucap ryuji sedikit kesakitan.
Saat ryuji melihat kesamping, keenam monster yang ikut terpental dengannya masih hidup walaupun sudah terluka dan mulai mencoba bangkit kembali. Tetapi, monster - monster itu seolah - olah sudah kehilangan kekuatannya dan kesadarannya. Kegelapan yang menyelimuti mereka sebelumnya sudah mulai pudar.
Karena kekuatan ilmu pengendali dirinya tinggal sedikit, ryuji menggunakan pedang guojian dan menggunakan 12 jurus ilmu pedang. Dengan sekejap, ryuji berhasil menumbangkan 3 monster dengan ketiga jurus ilmu pedang yang sudah ia pelajari.
Ketiga kepala monster itupun berterbangan karena ditebas ryuji. Sedangkan monster yang setengah tubuhnya hancur karena jurus tinjuan api biru dingin milik ryuji mulai mencoba menumbuhkan kembali setengah tubuhnya yang hancur walaupun sudah terlihat kekuatan kegelapan yang sebelumnya menyelimuti monster itu mulai hilang.
"Sial!! ada 3 pengganggu yang belum diselesaikan dan 1 lagi sangat kuat," ucap ryuji dalam hati.
Ryuji pun mengeluarkan ketiga belati emas miliknya dan menggerakkannya untuk menyerang monster - menster itu. Dalam sekejap, ketiga belati emas itu melesat tepat menancap diketiga otak monster itu dan merekapun mati. Sedangkan ryuji sendiri mencoba menghadapi hyung ming satu lawan satu. Ryuji yang memang berkeinginan melawannya sudah sejak di kompetisi murid khusus, membuatnya bersemangat.
__ADS_1
Namun, ryuji masih penasaran dengan keadaan hyung ming yang berbeda sengan keenam monster yang sudah ryuji kalahkan. Seolah - olah hyung ming tetap bisa menahan kekuatan aneh yang diberikan dari obat itu dan ia juga terlihat tidak memberi tanda - tanda bahwa kekuatannya mulai pudar justru kekuatan kegelapan terus menyelimutinya.