
Setelah berjalan berhari - hari, ryuji akhirnya tiba disebuah ibukota besar dibenua tenggara, dimana dekat dengan goa tengkorak. Ryuji pun langsung mencari kedai makanan gratis. Namun, tidak ada yang mengadakan makan gratis. Ryuji yang kesal, langsung mencari penginapan. Tapi sialnya saat mencari penginapan, ryuji berpapasan dengan para murid perguruan disana dan tidak sengaja menabrak mereka.
"Heh... mata kau buta ya? bisa lihat tidak ada orang didepanmu? dasar rakyat jelata, pasti kau tukang copet ya? mukamu seperti buronan!" ucap murid perguruan itu marah.
"Buronan darimana? wajah tampanku ini seperti wajahnya author. Hehehe..... kalau aku lihat kau seperti sekumpulan murid perguruan tidak berguna ya? pantas saja mulutmu tidak dijaga," teriak ryuji marah balik.
"Lancang kau! menghina perguruan kami dan juga memang kenapa mulut kami? kenapa harus dijaga? cepat minta maaf!" balas salah satu murid itu marah.
"Atas dasar apa minta maaf? memang kalian yang songong! sudah - sudah... aku lagi sibuk!" ujar ryuji mengibaskan tangan seperti mengusir.
Karena diremehkan oleh ryuji, para murid perguruan itupun menyerangnya. Namun, serangan mereka ditahan ryuji dengan mudah hanya dengan perisai api membara. Mereka yang menyerang kepanasan karena perisai api membara milik ryuji.
"Aargghh... jurus apa itu? kenapa bisa begitu? kau sejenis manusia apikah? kenapa bisa membuat jurus yang hebat?" teriak salah satu murid kesakitan.
Ryuji yang tidak menghiraukan makhluk - makhluk seperti mereka yang hanya sombong karena murid dari sebuah perguruan. Ryuji merasa muak melihat orang sombong yang selalu merendahkan orang sebelum tahu kemampuan orang itu yang sebenarnya.
Ryuji pun akhirnya sampai dipenginapan kecil dan murah. Dia memesan sebuah kamar untuk bermalam disana.
"Hoaammm.... ngantuk sekali," ucap ryuji sambil meregangkan badannya.
Sebelum tidur, ryuji mengeluarkan semua bawaannya yang ada didalam cincin ruang dari mo ling. Ia berencana melihat apa saja yang ia miliki untuk pergi ke goa tengkorak selain dua senjata yang ia miliki.
Saat dikeluarkan, hanya pakaian, tungku dan beberapa kantung koin emas miliknya. Ryuji merasa cincin ruangnya hanya tempat menaruh barang tidak berguna. Setelah itu, ryuji pun memasukkan kembali kedalam cincin ruang dan tidur.
Saat pagi tiba, ryuji langsung pergi dari penginapan itu dan membeli sedikit makanan. Saat membeli makanan, ada orang yang sedang mengobrak - abrik dagangan seorang perempuan cantik.
__ADS_1
Ryuji yang melihat kejadian itu, membuatnya geram dan mendatangi orang yang mengobrak - abrik dagangan perempuan cantik itu. Namun, bukan untuk menolong dengan tulus, tapi berharap bisa mendapat makanan gratis hehehe....
( Kelakuan anda jangan dibawa ke MC thor ).
"Tolong kakak - kakak preman yang berotot hentikan mengacak - acak dagangan orang ya!" ucap ryuji sambil mengambil makanan yang jatuh karena diacak - acak.
"Hei pemulung makanan! kau pergi sana cepat sebelum aku pisahkan semua organ tubuhmu yang kecil itu!" ucap preman itu mengancam.
Setelah ryuji mengambil makanan yang jatuh itu, ia memberikannya kepada perempuan itu dan menyuruh wanita itu tetap dibelakangnya.
"Ada nyali juga kau bocah kecil, baiklah ayo sini biar aku kasih pelajaran agar tidak suka ikut campur!" ujar preman itu.
Preman itu dan anak buahnya langsung mengepung ryuji agar ia tidak bisa kabur. Para penduduk yang ada disana hanya melihat kejadian itu tanpa berani ikut campur karena preman yang mengobrak - abrik itu adalah orang - orang jahat yang sering datang untuk meminta uang dari pedagang banyak pelanggan.
"Hei kakak - kakak preman yang berotot! kenapa aku dikepung oleh kalian? aku bukan kelinci yang suka kabur. Jadi kalau mau selesaikan langsung saja ayo!" ucap ryuji menantang.
"Aku tidak takut sama ketua kacanganmu itu yang hanya berani menyuruh anak buahnya mengacak - acak tempat orang. Kalau berani suruh dia kesini!" ujar ryuji.
Preman yang mendengar kata - kata ryuji, langsung menyerangnya karena geram. Namun, mereka bukanlah tandingan ryuji dan mereka seketika langsung terpental hanya dengan dipukul oleh ryuji.
"Ya ampun anak itu kuat sekali. Apakah ia seorang master?" bisik seseorang pedagang pada pedagang lain.
Setelah itu, merekapun bubar dan meninggalkan para preman yang pingsan karena terpental oleh pukulan ryuji.
"Kau tidak apa - apa nona?" tanya ryuji sopan.
__ADS_1
"Tidak apa - apa tuan pendekar. Ini ambillah sebagian makanan dari daganganku sebagai tanda terimakasihku karena sudah menolongku!" ucap perempuan itu memberikan sekantung bakpao kepadanya.
"Terimakasih banyak. Oh ya? kenapa diibukota tidak ada prajurit yang melawan preman itu?" tanya ryuji bingung.
"Itu karena ibukota ini ada 3 tempat yang dibatasi disini. Tuan sekarang berada ditempat para pedagang. Ditempat selanjutnya tempat para orang kaya dan beberapa perguruan didirikan dan tempat terakhir adalah tempat para petinggi benua dan pemimpin benua. Semua prajurit hanya menjaga sampai tempat para orang kaya dan perguruan. Kami para pedagang tidak ada penjagaan disini," ucap perempuan itu menjelaskan.
"Kejam sekali peraturannya. Baiklah aku harus pergi ya, semoga kita berjumpa lagi jika jodoh," ucap ryuji senyum.
"Baiklah tuan, hati - hati diperjalanan." Balas perempuan itu.
Ryuji pun pergi sambil menggeret para preman yang daritadi mengganggu dagangan perempuan itu. Ryuji berencana jika ia bertemu siluman atau hewan gaib, ia akan memberikan preman itu sebagai umpan.
( Macam tidak betul otaknya si thor ini -_- ).
Saat naik gunung untuk ke goa tengkorak, para preman yang diikat sambil diseret itupun terbangun.
"Apa ini? lepaskan kami bocah!" teriak preman itu meronta - ronta.
Ryuji yang melihat mereka sudah bangun, tidak menghiraukan mereka sama sekali dan terus menyeret mereka.
Saat sampai depan goa tengkorak, ryuji melempar sebuah batu yang cukup besar untuk mengecek keadaan didalam goa ada hewan gaib atau tidak.
Namun, setelah melempar batu tersebut tidak ada suara maupun hewan gaib yang keluar dari dalam goa. Karena merasa aman ryuji masuk kedalam dan meninggalkan preman itu didepan goa agar jika ada hewan gaib yang mau masuk kedalam goa akan diketahui karena preman itu pasti teriak - teriak ketakutan. Jadi, akan mudah mengetahui ada yang masuk atau tidak hanya dari teriakan.
Setelah masuk, hawa didalam menjadi semakin dingin, lembab dan gelap. Ryuji pun menggunakan perisai api membara untuk menerangi jalannya untuk masuk kedalam goa.
__ADS_1
Sedangkan, para preman yang diikat dan ditaruh didepan terus menangis - nangis sambil teriak minta tolong. Namun, itu justru mengundang malapetaka untuk ryuji dan preman itu yang tidak mereka sadari.