Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 134 - Monster Golem


__ADS_3

Ryuji yang tiba-tiba tertusuk dari belakang mengeluarkan banyak darah. Ryuji pun mencoba menoleh untuk melihat siapa yangmenyerangnya. Saat ryuji melihat siapa yang menyerangnya, ia justru terkejut karena yang menyerangnya bukan manusia, melainkan monster golem yang kekuatannya setara dengan tingkat master. Ryuji pun langsung menebas kepala monater golem tersebut. Monster golem itupun langsung tumbang karena kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya. Meskipun begitu, darah yang keluar dari ryuji cukup banyak.


"Uhuk...sialan! aku ditusuk dibagian vital. Dia menusuk dengan mengubah tangannya menjadi pedang runcing," ucap ryuji kesakitan.


Saat ryuji sedang membalut lukanya, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang sangat banyak menuju tempatnya.


Dinding yang menutup tempat itu tiba-tiba terbuka dan muncul puluhan monster golem. Ryuji pun merasa kesal karena ia kira halangannya hanya labirin dan jebakan yang ada. Ternyata ia juga mengalami nasib harus bertarung lagi.


"Ya ampun.. apa tidak bisa istirahat sebentar ya?" ucap ryuji yang telah selesai membalut lukanya.


Ryuji pun langsung dengan cepat menggunakan pedang guojian dan menebas kepala golem-golem itu. Dalam sekejap, para monster golem itu langsung tumbang oleh ryuji.


"Yakin semudah ini? aku merasa curiga," ucap ryuji melihat sekelilingnya.


Saat ryuji sedang melihat sekelilingnya, bola berkilau itu bereaksi lagi dan ryuji pun merasa bingung dengan reaksi bola tersebut.


Saat bola berkilau itu tidak bereaksi lagi, para monster golem itu justru hidup lagi. Kepala yang sudah terpisah menyatu lagi dan mulai mengepung ryuji. Karena monster golem itu bangkit lagi, ryuji menggunakan elemen petir untuk menghancurkan seluruh golem itu dalam sekejap.


Semua golem itupun menjadi abu. Namun, lagi-lagi bola berkilau itu bereaksi lagi dan monster golem yang sudah hancur itu kembali pulih.


"Sialll..!!! walaupun mereka mudah dikalahkan, tetapi mereka ternyata bisa hidup kembali dan kenapa setelah bola berkilau ini bereaksi, golem yang hancur itupun bangkit kembali. Apa ada hubungannya? dan apa ada hubungannya dengan roh rubah yang disegel itu?" gumam ryuji mencoba memecahkan masalah.

__ADS_1


Karena ingin segera memecahkan masalah, ryuji langsung menghancurkan semua golem itu lagi dengan sekejap. Dan ternyata dugaannya benar bahwa bola berkilau itu bereaksi setiap golem-golem itu dihancurkan. Ryuji pun berencana menghancurkan bola berkilau itu agar para golem itu tidak bangkit lagi.


Namun saat ryuji ingin menghancurkan bola berkilau itu, tiba-tiba keluar aura menakutkan dari roh rubah yang tersegel itu. Seketika para golem itu langsung hancur menjadi bongkahan batu biasa. Ryuji pun bertambah bingung dengan situasi yang terjadi.


"Yang satu menghidupkan, yang satu lagi bisa menghancurkan kehidupan. Apa mereka ini satu jiwa? tapi siapa yang memisahkan mereka dan apa tujuannya?" ucap ryuji yang berpikir keras untuk memecahkan semua teka-teki tersebut.


Ryuji pun mengingat kembali kejadian sebelum saat dia berada di lorong saat melawan ratu siluman rubah itu. Semakin berpikir, ryuji tetap bingung apa yang terjadi. Bahkan ia juga tidak tahu asal-usul dari bola berkilau tersebut.


"Ratu siluman rubah mati dan aku pingsan, saat bangun ada bola berkilau didekatku, didalam labirin ada roh rubah. Kenapa harus rubah yang dihadapi??? kan bisa binatang lain," ucap ryuji mulai frutstasi.


Seketika ryuji memikirkan sesuatu. Ia tiba-tiba menyimpulkan sesuatu secara tidak sengaja.


"Siluman rubah dan roh rubah. Apa mereka satu jiwa yang dipisahkan? dan bola berkilau ini apakah jiwa dari ratu siluman rubah yang mati itu? sebelum mati ia berubah jadi bola berkilau?" ucap ryuji mulai menerka-nerka.


"Hei..!! heii...!! kau minta tolong atau memaksa? kenapa aku harus menurutimu?" ucap ryuji merasa diremehkan.


"Kau makhluk rendah tidak layak untuk menolak perintahku. Aku ini adalah hewan suci dan kau harusnya menyembahku," ujar suara itu.


Ryuji yang mulai berurat karena kesal mendengar suara itu, ia langsung mengeluarkan kekuatan yin& yang.


"Hahaha.... kau mau sombong dihadapanku manusia? kau hanya makhluk rendah yang bahkan tidak perlu aku pandang sama sekali. Sampah yang hanya berada ditingkat legenda," ucap suara itu semakin menjadi-jadi membuat ryuji naik pitam.

__ADS_1


"Sialan..!!!!" teriak ryuji yang membuat aura yin&yang nya secara tidak sengaja menyebar keseluruh labirin dan memberikan aura yang sangat kuat.


Suara itupun tidak menunjukkan suaranya lagi setelah ryuji sudah mengeluarkan kekuatan yin&yang.


"Aku tahu kau adalah roh rubah kan? kau sangat sombong padahal kau sendiri terkurung didalam segel dan tidak bisa berbuat apa-apa dan kau bilang kau hewan suci yang harus disembah? kau bahkan tidak layak sama sekali. Bahkan sebagian jiwamu yang menjadi bola ini awalnya menjadi ratu siluman dan sudah membunuh manusia dengan jumlah tak terhitung. Apa itu hewan suci?" ucap ryuji marah besar.


Suara yang ternyata berasal dari roh rubah itupun tidak dapat membalas ucapan ryuji kepadanya. Ia merasa tak berdaya melawan perkataan ryuji yang benar-benar membuat malu dirinya.


Ryuji pun melangkah kearah roh rubah yang disegel itu. Awalnya roh rubah itu merasa ia akan dihabisi oleh ryuji.


"Apa manusia rendahan ini murka kepadaku? tapi ia hanya manusia! ia tidak akan bisa menghancurkan segel yang dibuat oleh orang itu," ucap roh rubah didalam hati dan dimulai ketakutan.


Ryuji yang sudah berada tepat di depan segel itu, langsung mengubah sayap energi yin&yang menjadi pedang yin&yang. Setelah itu ryuji melapisinya dengan api ajaib biru dingin dan menebaskan pedang yin&yang ke segel itu.


Roh rubah itupun merasa takut hingga ia tidak bisa berkata-kata. Namun, ternyata segel itu tidak rusak sedikitpun. Roh rubah itupun merasa lega karena segel itu tidak bisa dihancurkan ryuji.


"Hahahaha... makhluk rendah memanglah makhluk rendah! kau tidak layak menyentuhku. Apa kekuatanmu itu hanya pajangan?" ucap roh rubah itu kembali sombong.


Saat mendengar perkataan dari roh rubah itu, ryuji bukannya marah justru tersenyum menyeringai.


Tanpa tidak sadar, ternyata ryuji memang tidak mengincar segel itu, tetapi ia mengincar dinding dibelakang segel itu. Ryuji merasa ada sesuatu dibalik tembok itu.

__ADS_1


Seketika tembok itu terbelah dan ryuji pun masuk kedalam sana. Roh rubah yang merasa diabaikan itu merasa kesal dan terus meneriaki ryuji agar tidak masuk kedalam sana.


"Heii... makhluk bodoh!! kau tidak akan bisa menghancurkan segel ini dan kau pura-pura menghancurkan dinding agar terlihat hebat. Heii..!! jika diteriaki seharusnya marah dan sini kau untuk apa masuk kesana?" teriak roh rubah itu lebih aktif daripada sebelumnya.


__ADS_2