Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 140 - Kembalinya Pahlawan (Final)


__ADS_3

Rubah inoue pun terkejut setelah tahu apa ryuji bisikkan kepadanya. Rubah inoue merasa ryuji orang terbodoh yang pernah ia kenal.


"Kau bodoh! bodoh!!" teriak rubah inoue mulai menangis.


"Ya aku bodoh. Sudah lebih baik turuti kataku barusan!" ucap ryuji sambil tersenyum.


Rubah inoue pun pergi sendirian meninggalkan ryuji. Saat rubah inoue pergi, ryuji langsung membangun pagoda api di belakangnya agar makhluk aneh yang tidak terdeteksi itu tidak dapat mengejar rubah inoue.


"Hei monster!! aku tahu bahwa kau kuat, tetapi kau tidak boleh menyakiti siapapun lagi!" ucap ryuji yang sebenarnya masih gemetaran.


Tiba-tiba terasa pusaran angin berkumpul dan menyapu ryuji masuk kepusaran tersebut. Ryuji yang masuk ke dalam pusaran angin itu mulai kehilangan kesadarannya. Namun, ia tahu bahwa jika ia tumbang, maka pagoda api miliknya akan hilang dan monster itu akan mengejar rubah inoue.


Saat di dalam pusaran angin itu tiba-tiba ryuji merasakan ada sesuatu yang juga masuk ke dalam pusaran angin tersebut. Tidak beberapa lama,tiba-tiba kakinya ryuji berlumuran darah.


"ARRGGGHHHH.......!!!!!" teriak ryuji.


Ryuji yang tidak menyadari datangnya serangan tersebut, membuatnya membuat perisai api membara untuk melindunginya. Namun, ternyata monster itu dapat menembus perisai api membara milik ryuji dengan mudah dan berhasil melukai punggung ryuji.


"Monster apa ini? dia bahkan dengan mudah menembus jurus tingkat tinggi," ucap ryuji dalam hati.


Ryuji yang tahu bahwa monster itu lebih kuat darinya, ryuji hanya bisa menganalisis kelemahan dan menunggu waktu yang tepat saat monster itu lengah saja agar ada peluang mengalahkannya. Karena itu, ryuji membuat jurus perisai cahaya berlapis ditambahkan tameng kura-kura di sisi luar dari perisai cahaya. Meskipun memang terbukti dapat bertahan, tetapi tidak dapat bertahan lama. Ryuji yang harus terus membuat perisai dan juga sekaligus mencari jalan keluar agar dapat lolos, membuat dirinya benar-benar bekerja keras.


Saat ryuji sedang bertahan dari monster itu, rubah inoue terus berlari mengikuti arah jalan yang diberitahukan oleh ryuji.


"Bodoh!! bodoh!! kenapa?? kenapaaa????" ucap rubah inoue dalam hati sambil berlari dan juga sambil menangis.


*Kejadian saat ryuji membisikkan sesuatu ke rubah inoue.


"Pergilah sendiri! nanti aku menyusulmu. Aku sudah mengingat rute untuk jalan keluar dari labirin ini dan kau tinggal mengingatnya saja!, aku sudah memperhitungkan bahwa labirin ini tidak akan bergerak jika monster itu muncul," bisik ryuji kepada rubah inoue.


*Kembali disaat rubah inoue telah kabur ke pintu keluar labirin.

__ADS_1


"Bodoh!! kenapa kau memberitahukan jalan keluar kepadaku? padahal kau bisa keluar sendiri. Kenapa???" ucap rubah inoue yang terus berlari dengan sekuat tenaga.


Rubah inoue yang mengikuti arahan ryuji, membuatnya melihat sesuatu titik dengan cahaya yang sangat terang. Rubah inoue pun terus berlari dan akhirnya ia keluar dari dalam labirin itu. Rubah inoue yang merasa tidak percaya akan dibantu manusia untuk keluar dari segel maupun dari dalam labirin dan bahkan manusia itu ia mengorbankan dirinya agar ia lolos. Rubah inoue pun menangis tersedu-sedu karena merasa ia adalah makhluk egois yang meninggalkan makhluk lemah sendirian untuk mengantar nyawanya dengan cuma-cuma.


Selain itu juga rubah inoue tidak percaya apa yang ia lihat setelah keluar dari dalam labirin membuatnya sangat takjub melihat hal itu.


Ada apa sebenarnya di luar pintu labirin? apa sebuah tempat yang mewah? atau tempat dengan pemandangan yang sangat indah?


Setelah rubah inoue lolos ia hanya berharap ryuji bisa lolos juga. Ryuji yang masih mati-matian melawan monster tersebut membuatnya kesal karena tidak menemukan cara apapun untuk mengatasi monster itu.


"Monster sialan! aku bakar kau jika aku dapat menangkapmu!" ucap ryuji dalam hati.


Tidak lama setelah ryuji mengucapkan kekesalannya itu, ia menemukan ide untuk lolos dari pusaran angin itu dan juga agar dapat mengetahui siapa monster yang mengganggunya itu.


Ryuji pun mencoba menghitung selisih waktu tiap kali monster itu menyerangnya.


"1.. 2... 3... 4...,".


"1.. 2.. 3... 4...,".


Ryuji pun langsung mengaktifkan pagoda api dan pagoda api pun meledak. Seketika terpentallah seekor monster.


Monster itu menyerupai iguana. Namun, ia tidak memiliki hawa siluman ataupun hewan gaib. Monster itu terasa seperti makhluk buatan.


Ryuji yang juga terpental karena menjadikan dirinya juga sebagai target membuatnya menderita luka yang cukup parah.


"Kenapa kau tahu bahwa aku akan menyerang?" ucap monster itu yang juga sudah terluka parah.


"Kau pikir kau hebat? aku ingat pertama kali kita bertemu kau bisa lolos dari pagoda apiku karena kau memiliki refleks yang sangat baik. Tetapi saat kau menyerang musuh dengan membabi buta, refleks menghindarmu tidak akan bereaksi. Saat kau menyerang kau lebih percaya dengan kekuatan seranganmu dan kemampuan menghilangkan dirimu itu daripada merespon sekitarmu," ujar ryuji.


"Sialan! kau hebat juga," ucap monster itu.

__ADS_1


"Kau bukan siluman ataupun hewan gaib. Kau seperti manusia yang dijadikan kelinci percobaan bukan?" tanya ryuji merasakan perasaan yang sama saat melawan siluman laba-laba putih dan juga saat menghadapi pasukan organisasi kegelapan.


"Kau tahu aku bukan monster? bagaimana bisa?" ucap monster itu.


"Karena sekarang eksperimen seperti dirimu sedang merajalela dan ingin menghancurkan dunia," ujar ryuji.


Setelah mendengar semua hal tersebut, monster itu seperti ketakutan. Ryuji pun penasaran dengan tingkah lakunya.


"Kenapa kau?" tanya ryuji.


"Tidak..!! tidak..!! dunia akan musnah!! dia sudah kembali!!" ucap monster itu.


"Apa maksudmu dengan dia? siapa dia itu?" tanya ryuji dengan sedikit nada tinggi.


"Kau bunuh aku cepat!! aku sudah terluka parah, lebih baik mati secepatnya," ucap monster itu terlihat pasrah.


Ryuji yang merasa tidak akan mendapatkan petunjuk apapun, membuatnya meninggalkan monster itu. Ryuji merasa kehancuran dunia yang disebabkan organisasi kegelapan ada hubungannya dengan sesuatu yang besar.


"Hei kenapa kau tidak membunuhku?" tanya monster itu.


"Aku sudah cukup membunuh makhluk yang tidak berguna sepertimu. Kau sudah cukup menderita selama ini, biarkan kau menikmati sisa hidupmu itu," ucap ryuji sambil pergi meninggalkan monster itu.


Ryuji yang sudah meninggalkan monster itu dengan keadaan sekarat, membuatnya sudah dapat menebak sedikit dari semua yang terjadi.


"Haishh... harus cepattt!!! jika dia mati maka labirin ini akan bergerak lagi," ucap ryuji sambil lari secepat kilat.


Ryuji yang sudah menemukan pintu keluar, membuaynya seolah bebas dari penderitaan duniawi. Saat ia sudah keluar, ia melihat rubah inoue yang menatapnya. Ryuji pun bingung karena rubah inoue menatapnya.


"Heii.. heii.. pahlawan sudah kembali! kenapa tidak disambut? mana iringan musik dan para penarinya?" ucap ryuji dalam hati kecewa.


Tidak beberapa lama pun pintu keluar itu tertutup dan menghilang. Saat ryuji ingin menyapa rubah inoue, tiba-tiba ryuji tertegun melihat sesuatu yang sangat luar biasa itu.

__ADS_1


"Tempat ini apakah surga?" gumam ryuji merasa kagum.


Apa sebenarnya tempat itu?


__ADS_2