
Saat dewa pencabut nyawa itu keluar, ia mengambil pedang dimulutnya dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya menusuk tubuh hyoka lee dan menembusnya, lalu menajalar kearah kedua monster itu dan menangkap mereka dalam sekejap.
"Kalian akan mati bersamaku disini!!" ucap hyoka lee.
Seketika dari tubuh kedua monster itu keluar jiwa mereka. Jiwa itu seolah - olah diambil secara paksa dari dalam tubuh mereka. Tangan kanan dari dewa pencabut nyawa itu terus mencoba menarik jiwa mereka dari tubuh mereka. Namun, monster itu meronta - ronta agar tidak mati. Hyoka lee pun memanggil lagi naga air suci dan mencoba melilit mereka berdua agar tidak berontak.
"Tidak aku sangka jurus itu akan sekarang kau pakai hyoka, apa ini akhir hubungan kita berdua?" ucap sedikit sedih naga air suci yang dalam sekejap melilit kedua monster itu.
"Hehehe... maaf ya, aku tidak bisa menemani dirimu lebih lama. Semoga kau menemukan partner yang lebih kuat... uhukk... uhukk..," balas hyoka lee yang sudah merasakan efek samping jurus terlarang tersebut.
Sedangkan kaito yang bertarung dengan kedua monster lainnya, meneteskan darahnya diujung sabit iblis itu dan seketika keluar kekuatan yang menakutkan seperti kekuatan yang sangat kejam.
Seketika kaito berubah menjadi sangat cepat dan salah satu dari monster itu tiba - tiba terpotong - potong dan tubuhnya berceceran. Darah monster itu seolah - olah dilahap oleh sabit milik kaito.
"GOOAAARRRRR...!!". teriak monster yang masih hidup itu marah karena temannya mati dalam sekali serang oleh kaito.
Kaito yang sudah masuk mode iblis tidak akan bisa sadar, kecuali sabit iblis miliknya sudah puas mendapatkan darah segar. Monster yang masih hidup yang di hadapi kaito pun mulai menyerang menggunakan elemen api. Monster itu membakar kaito dengan kobaran api yang sangat panas. Namun, kobaran api tersebut tidak melukainya sama sekali karena kekuatan gelap itu menyelimuti tubuh kaito agar tidak terbakar.
Kaito pun langsung menyeringai dan langsung menyerang dengan sangat cepat. Namun karena sudah terlalu lama, monster itu mulai berevolusi lagi. Ia mulai menyerupai hewan gaib. Badannya tiba - tiba bertambah besar dan tubuhnya menyerupai seperti gumpalan daging berton - ton. Dan dibelakang tubuhnya tumbuh delapan buah kaki laba - laba dengan racun disetiap kedelapan ujung kakinya. Kaito yang melihat makhluk itu terus membesar langsung menebasnya. Namun, sabitnya justru terpental bersamanya karena tubuh monster itu sungguh kenyal seperti tumpukan lemak.
Kaito yang membentur batu besar pun langsung bangun lagi seolah - olah tidak menerima serangan apapun. Kaito pun kembali menyerangnya dan tetap saja sabitnya tidak dapat menembus kulit kenyal milik monster itu.
Kaito yang masih dirasuki iblis dalam sabit itu, terus menyerang monster itu dengan membabi buta tanpa mencari kelemahan monster itu terlebih dahulu.
Saat kaito yang masih dirasuki iblis itu menyerang monster itu, tiba - tiba kesadarannya kaito kembali dan seketika serangannya kepada monster itu berhenti dan monster itupun langsung menyerang kaito yang tiba - tiba berhenti itu dengan kaki laba - laba racun miliknya.
__ADS_1
"CRATTZZZZ...!".
Kaito pun tertusuk oleh monster itu dan mengeluarkan darah yang cukup banyak.
"Dasar manusia bodoh! kenapa kau mengganggu mangsaku? seharusnya kau diam saja dan biarkan aku yang menyelesaikan kerjaan itu!" ucap iblis yang berada dalam sabit itu marah dialam sadar kaito.
"Maafkan aku, tetapi aku punya cara untuk mengalahkannya!" balas kaito.
"Cihh... manusia ingin melawan monster itu? jangan mimpi ya!" ujar iblis itu meremehkan.
"Mau dicoba?" tanya kaito.
"Baiklah, tetapi jika kau kalah aku akan mengambil alih tubuhmu dan aku akan melanjutkan keinginanku yang belum terpenuhi, yaitu menghancurkan dunia yang lemah ini!" ucap iblis itu menyeringai.
Tiba - tiba kaki laba - laba yang menancap di dada kaito ditebas dengan sabit iblisnya. Dan yang tadinya ia sepenuhnya diselimuti kekuatan iblis dan dikendalikan, sekarang kaito bisa menggunakan kesadarannya setengah dari tubuhnya. Jadi, sebagian wajahnya memiliki aura iblis dari sabit itu dan setengah lagi aura miliknya pribadi.
"Cihh.. jangan memerintahku!" balas iblis yang ada disetengah diwajah kanan kaito.
Kaito pun langsung berlari dan mengarah kepunggung monster itu dan berniat mengoyak tubuh monster itu dari punggungnya. Namun, cara yang diambil tidak semudah saat direncanakannya. Ketujuh kaki laba - laba beracun monster itu menghalangi kaito agar menyentuh kulit bagian punggungnya.
"Ayo sekarang!" ucap kaito kepada sisi lainnya.
Telapak tangan kanan milik kaito yang dikendalikan iblis itu. Tiba - tiba ada muncul sesuatu seperti segel. Dan seketika sabit iblis ditusukan disegel itu dan terbuka seperti sesuatu mantra dan keluar api neraka dari dalam mantra itu dan membakar kaki milik laba - laba itu. Kaito pun langsung menggunakan sabit iblis itu dan menebas semua kaki laba - laba milik monster itu dan menyobek punggungnya dan masuk kedalam tubuh monster itu. Tidak beberapa lama, kaito keluar dari atas kepala monster itu dan mendarat dengan darah disekujur tubuhnya karena masuk kedalam tubuh monster itu.
Dalam sekejap tubuh monster yang besar seperti gumpalan itu terbelah - belah menjadi potongan kecil dan semua darah bermuncrat - muncratan kemana - mana dan membuat seperti hujan darah.
__ADS_1
Kaito pun berhasil menghabisi kedua anggota organisasi kegelapan yang sudah menjadi monster tersebut. Dan saat ia mau membantu hyoka lee, ia melihat hyoka lee yang sudah menggunakan jurus dewa pencabut nyawa.
"Bodoh! kenapa ia mempelajari jurus itu?" ucap kaito yang langsung menghampiri hyoka lee.
Namun, saat kaito mau ketempat hyoka lee, tiba - tiba ia tersungkur ketanah.
"Uhukk.. uhukk.. uhukk.. kenapa ini? kenapa pandanganku mulai kabur?" ucap kaito merasa pusing dan tidak berdaya.
Dan disaat yang bersamaan saat kaito tersungkur, hyoka lee berhasil menarik jiwa kedua monster itu dan dewa pencabut nyawa itu langsung memotong unsur kehidupan hyoka lee dengan pedang ditangan kirinya dan menelan mereka bertiga bersamaan. Setelah itu, jurus dewa pencabut nyawa itu mulai pudar dan lama - kelamaan menghilang.
Hyoka lee yang sudah menggunakan jurus itu langsung terjatuh ketanah. Dan kedua anggota organisasi kegelapan yang menjadi monster itu juga sudah tewas karena jiwanya berhasil diambil dewa pencabut nyawa bersamaan unsur kehidupan hyoka lee.
Kaito yang melihat hyoka tergeletak ditanah, mencoba kesana dengan merangkak.
"Jangan mati dulu paman! akuu... be.. lumm.. men.. cer.. ritaa.. kann... cerita... ku.. yang.. se.. sungg... guhhnyaaa..., bangun paman hyoka! uhuk.. uhuk..," ucap kaito yang terus merangkak walaupun telah mengeluarkan darah dari dada dan mulutnya.
"Dasar bodoh! kau akan mati saja masih khawatir dengan orang lain. Oh ya, aku akan kembali ke dalam sabit karena kekuatanku sudah habis dan darah yang kau berikan hari ini sangat banyak hahaha... aku pergi ya," ucap iblis itu yang tadi masih menempel disetengah tubuh kaito bagian kanan.
Setelah kekuatan iblis itu menghilang karena kembali kedalam sabit, kaito pun merasakan rasa sakit yang padahal sebelumnya tidak ia rasakan.
"Sialan!! apa ini karena kekuatan iblis yang terus membuatku kebal dari rasa sakit telah hilang? apa aku akan mati? racun sialan!!" ucap kaito dalam hati.
Saat sudah didekat hyoka lee, kaito pun menggenggam tangan hyoka lee dan menangis.
"Maaf.. paman.. aku.. ber.. bo.. hong.. padamu.. seb.. belum.. nya..," ucap kaito yang mulai kabur pandangannya.
__ADS_1
Hyoka lee yang juga sudah akan menjelang ajalnya hanya bisa tersenyum karena ucapan kaito. Hyoka merasa kaito bukan orang jahat seperti organisasi kegelapan lainnya yang ada.
Setelah senyuman hyoka dan tangisan kaito yang ditemani hembusan angin, tidak berapa lama saat hembusan angin itu mulai berhenti, senyum dan tangisan merekapun berhenti dan menjadi kenangan saja. Mereka berdua gugur dalam pertempuran melawan monster yang diciptakan oleh organisasi kegelapan yang lama - kelamaan bertambah kuat dan sempurna.