Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 126 - 5 Patung Tempur 3


__ADS_3

Saat perisai cahaya mulai retak, ryuji menggunakan jurus guntur pembunuh. Walaupun jurus itu memakan kekuatan yang cukup besar, jurus itu juga ia pelajari dengan dadakan tanpa pelatihan. Jurus guntur pembunuh itu adalah jurus yang diberikan na ling kepada ryuji saat di ujian keenam.


(jika lupa, ada di chap 123 Saat pertarungan dengan bayangan yang terbentuk dari dirinya ryuji ).


Lagi-lagi langit menjadi gelap dan mulai terdengar suara guntur yang menggelegar. Ketiga patung itupun merasakan kekuatan yang hebat dari guntur itu. Ryuji pun langsung mengumpulkan guntur menjadi satu dan menjatuhkannya. Salah satu dari patung itupun tersambar oleh guntur tersebut.


"Kalau sampai tidak mati, itu berarti tidak ada jurus lagi yang dapat mengalahkan mereka," gumam ryuji.


Saat sambaran guntur itu telah usai, Patung yang tersambar guntur itu setengah tubuhnya hancur lebur. Namun, ternyata setengah tubuhnya masih bisa bergerak dan melemparkan kapaknya itu kearah ryuji.


Saat sudah dilemparkan, patung itupun tumbang dan kapak yang ia lempar itupun dapat ditahan oleh ryuji dengan tameng kura-kura 3 lapis.


"Haahh.... haahhh... ini sulit!! musuhku benar-benar berbahaya," ucap ryuji mulai terengah-engah karena kelelahan memakai jurus guntur pembunuh.


Patung yang tersisapun menyerang ryuji dengan lebih gila. Patung pemanah itu menembakan puluhan ribu anak panah yang dialiri petir kearah ryuji dan patung yang membawa tombak itu membuat monster air dan mengarahkannya kepada ryuji.

__ADS_1


Ryujipun hanya bisa bertahan dengan tameng kura-kura yang masih ada untuk menahan serangan anak panah itu. Lalu, untuk menahan datangnya monster air itu, ryuji menggunakan jurus ombak es untuk membekukannya. Walaupun ryuji kuat untuk bertahan dari serangan mereka, tetapi ryuji perlahan-lahan mulai kehilangan tenaganya karena sudah banyak menggunakan jurus-jurus tingkat tinggi.


"Uhukkk... ini merepotkan sekali! apa tidak ada cara lain? ayo ryuji berpikirrr...!!" ucap ryuji dalam hati.


Monater air yang telah dibekukan ryuji itupun dihancurkan oleh ryuji jurus hujan es. Karena monster itu telah hancur, ryuji menggunakan dua jurus pagoda api sekaligus ke arah patung pembawa tombak itu. Namun, patung itu dapat menghindar dan hanya satu tangannya saja yang terperangkap didalam pagoda api dan dihanguskan oleh ryuji.


Puluhan ribu anak panah itupun mulai habis dan ryuji menggunakan kesempatan itu untuk menggunakan ketiga belati emas miliknya dan melesatkannya kearah patung pembawa panah itu dan langsung menyayat-nyayat tubuh patung itu.


"Aku sudah tahu kelemahannya! setelah ia menggunaoan anak panahnya, ia harus mengumpulkan lagi tenaganya untuk membentuk anak panah petir. Oleh karena itu, ia sebelumnya selalu berlindung dibelakang patung yang membawa tameng agar ia memiliki waktu untuk mengumpulkan lagi tenaganya," ucap ryuji yang berhasil menebak kelemahan patung itu didalam hati.


Namun, ryuji tidak menyangka bahwa monster air buatan patung itu dapat hidup lagi dan menjadi monster es dan berhasil melukai ryuji. Karena pertahanan ryuji yang juga sudah melemah, monster itu jadi bisa menembus pertahanan milik ryuji dan menyerangnya. Monster itu menngunakan mengubah sebagian dirinya menjadi jarum es dan berhasil melukai ryuji.


"Uhukk... sialann!! aku lengah karena menganggap rendah monster jelek itu," ucap ryuji dengan darah yang cukup banyak dipunggungnya.


Setelah itu, patung pembawa tombak itu ingin kearah ryuji untuk membalaskan dendam akibat ryuji sudah menghancurkan salah satu tangannya patung itu dengan pagoda api. Patung itu langsung mengangkat tombaknya dan mengarahkannya ke ryuji. Namun, ternyata ryuji sudah menyiapkan sesuatu yang tidak diduga.

__ADS_1


Saat patung itu ingin membunuh ryuji, patung itu justru masuk dan terjebak didalam lubang tanah. Ryuji ternyata menggunakan elemen petirnya untuk membuat lubang untuk menjebak patung itu. Saat patung itu sudah masuk kedalam lubang tanah buatan ryuji, dia langsung menggunakan jurus pagoda apinya dan menghanguskan patung itu menjadi debu.


"Huuhh... untung berhasil," ucap ryuji merasa lega.


Bersamaan dengan hancurnya patung itu, monsternya pun ikut hancur. Walaupun ryuji terluka akibat berbagai serangan yang diberikan oleh kelima patung itu, tetapi ia merasa bersyukur masih bisa selamat dari mereka.


"Heii..!! pintar juga kau membuat jebakan," ucap zee ling memuji ryuji melalui telepati.


"Itu hanya beruntung! awalnya itu tidak aku rencanakan. Aku tidak menyangka monster itu bisa mengubah dirinya menjadi es dan menyerangku tiba-tiba, tetapi aku beruntung bisa menggunakan elemen petirku untuk membuat jebakan itu karena aku tahu ia akan kearahku setelah melihatku terkena serangannya," ucap ryuji.


"Jadi itu hanya keberuntunganmu saja? lalu yang oemanah?" tanya zee ling.


"Itu juga hanya feelingku saja. Aku merasa dia selalu ada jeda waktu saat menyerang, jadi ya sudah aku coba saja," jawab ryuji dengan sangat jujur.


Zee ling pun merasa bahwa pikiran ryuji sangatlah simpel dan ia orang bodoh yang hanya selalu beruntung.

__ADS_1


__ADS_2