Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
Chap 139 - Kembalinya Pahlawan 3


__ADS_3

Setelah semua perdebatan itu usai, ryuji merasakan ada sesuatu yang tidak nyaman.


"Kenapa ini? kenapa aku gemetaran padahal tidak ada musuh disini?" ucap ryuji dalam hati sambil memerhatikan kedua tangannya.


"Hei manusia! ayo bergegas dari sini! kalau lama-lama tidak ada gunanya dan kau masukkan saja katak itu kedalam dimensi ruangmu atau apapun itu namanya aku lupa," ucap rubah inoue.


Mereka pun berjalan menelusuri lorong labirin dan gemetar yang terjadi pada tubuh ryuji tidak reda dan justru ia sekarang berkeringat dingin. Entah kenapa, tetapi jelas ada sesuatu yang ryuji tidak dapat jelaskan dengan kata-kata.


Tidak beberapa lama mereka berjalan, lagi-lagi lorong labirin merubah pola-polanya. Ryuji dan rubah inoue yang awalnya sedang berjalan dilorong lurus, justru sekarang ditempatkan ditempat bercabang.


"Cihhh.... kita harus kemana ini?" ucap rubah inoue kesal.


Ryuji yang terlalu tidak fokus, membuatnya tidak dapat merespon ataupun berpikir secara tenang. Ryuji yang tidak bisa berpikir tenang membuatnya hanya mematung tanpa bergerak ataupun berbicara.


Karena kesal melihat ryuji yang tidak berguna itu membuat rubah inoue menarik tangannya dan menggandengnya dengan kecepatan penuh. Meskipun sudah sangat cepat, ternyata tetap saja tidak dapat keluar dari dalam labirin tersebut. Setelah sekian lama mencari jalan, rubah inoue pun telah kelelahan akibat kekuatannya yang belum pulih total.


Ryuji yang hanya diam saja membuat rubah inoue mencakarnya.


"Kenapa kau menamparku?" tanya ryuji yang kembali sadar.


"Kau daritadi diam saja dan bahkan tidak berguna. Kenapa kau? kau seperti orang yang bertemu hantu saja," ucap rubah inoue.


Ryuji yang mencoba mengendalikan dirinya mencoba untuk tenang dan lqngsung menjadi serius.


Rubah inoue pun merasa ryuji aneh karena bisa menjadi fokus secepat itu. Ryuji yang sudah fokus langsung berjalan di depannya rubah inoue dan menjadi pemandu jalan. Namun, karena masih ada yang mengganjal dihatinya, ryuji pun bertanya sesuatu kepada rubah inoue.


"Rubah inoue! kau tahu tidak selain kau yang tinggal disini, apa kau pernah lihat makhluk lain atau sesuatu yang suka lewat saat kau masih disegel?" tanya ryuji.


"Makhluk selain aku? apa maksudmu? kepalamu terbentur batu ya? kan aku sudah bilang kau itu manusia pertama yang aku temui," ucap rubah inoue yang mulai menganggap ryuji sudah tidak waras.

__ADS_1


"Tunggu dulu! apa kau merasa tidak aneh?" ujar ryuji.


"Aneh? kau yang aneh! jelas-jelas tidak pernah aku melihat siapapun," ucap rubah inoue mulai merasa ryuji memang sudah tidak waras.


"Kau salah! yang benar bukan tidak pernah lihat, tetapi memang tidak ada yang bisa menemuimu," ujar ryuji.


"Apa maksudmu?" tanya rubah inoue.


"Apa kau pikir labirin ini bisa merenggut nyawa?" ucap ryuji.


"Menurutku tidak. Lagipula jebakan disini aku rasa kau bahkan tidak perlu menggunakan jurus tinggi agar bisa lolos," jawab rubah inoue.


"Tepat sekali! manusia pasti ada yang kesini, tetapi tidak pernah bertemu denganmu sama sekali, apa kau tahu apa alasannya?" tanya ryuji.


"Ya jelas mereka mati kelaparan karena tidak menemukan jalan keluar," jawab rubah inoue dengan yakin.


"Kau salah! jika memang ada yang kesini dan mati kelaparan, pasti kita menemukan jasad atau tulang belulang mereka. Dan aku sudah menjalani ujian labirin ini cukup lama dan aku rasa sudah seharusnya hampir setengah wilayah labirin ini sudah aku lalui. Tetapi, aku tidak melihat ada mayat," ucap ryuji.


"Yang tepatnya bukan tidak ada, tetapi memang tidak ada suara apapun karena yang membunuh mereka tidak terlihat dengan mata telanjang," ucap ryuji.


"Apa maksudmu dibunuh? tidak mungkin! kau aneh. Itu hanya tebakkan anehmu saja kan?" ujar rubah inoue.


"Baiklah aku jelaskan. Apa selama ribuan tahun kau berpikir tidak akan ada pendekar hebat dibumi? meskipun tidak sehebat aku, apa kau pikir mereka tidak akan bisa melewati rintangan labirin yang begitu mudah ini? dan jika memang mati kelaparan, mana jasadnya?" ucap ryuji.


"Tapi sebelum kesini kan kau bilang bahwa setengah jiwaku menjadi siluman dirintangan sebelumnya," ujar rubah inoue merasa masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan ryuji.


"Apa kau bodoh ya? jiwa mu itu apakah langsung bisa menjadi iblis? apa dia akan bisa langsung kuat saat pertama kali dipisahkan dengan roh utama?" tanya ryuji.


"Hmm.... kau memang benar. Menjadi siluman kuat akan membutuhkan waktu ribuan tahun dengan memakan manusia yang sudah tidak terhitung jumlahnya," ucap rubah inoue.

__ADS_1


"Betul sekali! aku tebak jiwamu yang menjadi siluman itu, hanya baru mulai dari 200 yang lalu saja menjadi siluman kuat. Dan ada waktu sisa ribuan tahun saat dia masih menjadi siluman lemah, apa kau berpikir tidak ada pendekar hebat saat selang waktu dimana jiwa silumanmu belum sempurna?" ujar ryuji membuktikan penilaiannya yang membuat rubah inoue tidak dapat berkata-kata.


Karena rubah inoue sudah mengakui penilaian ryuji tersebut, rubah inoue pun tidak ingin bwrtanya apapun lagi. Daripada ia memikirkan manusia yang mati itu, rubah inoue lebih mementingkan mencari tahu, makhluk apa yang ada di dalam labirin ini dan membunuh pendekar tanpa terdeteksi sama sekali. Namun, dari semua penilaian yang ryuji paparkan, rubah inoue hanya bisa menyimpulkan satu hal. Bahwa ada makhluk aneh yang lebih kuat dibandingkan dia dan jelas makhluk itu berdarah dingin dan brutal.


"Apa kau sudah melihat makhluk itu sebelumnya? apa dia sangat kuat?" tanya rubah inoue penasaran.


"Ya, aku bertemu dengan makhluk itu saat diseret oleh angin. Dan dia sangat kuat sampai aku tidak dapat berkutik dihadapannya dan membuatku gemetaran dan berkeringat dingin sebelumnya," ucap ryuji.


"Jadi kau menjadi tidak berguna karena masalah ini?" ujar rubah inoue.


Karena ucapan rubah inoue itu, ryuji hanya diam saja. Karena ryuji tahu itu ucapan yang menyindirnya dengan keras seolah-olah menyatakan bahwa dirinya lemah.


Setelah mencari jalan terus tanpa putus asa, ryuji pun mendeteksi bahwa tinggal sebentar lagi akan bertemu dangan pintu keluar labirin. Namun, itu jelas tidak berjalan sesuai keinginan mereka. Saat sedang berjalan di labirin untuk menuju pintu keluar, tiba-tiba ryuji merasakan lagi hawa ketakutan yang sama persis. Dia merasakan perasaan yang sama seperti yang sebelumnya. Tubuhnya gemetar dan berkeringat lagi. Rubah inoue yang tidak merasakan apapun menganggap ryuji memang tidak waras.


Saat rubah inoue ingin menarik tangan ryuji, terlihat jelas bahwa wajah ryuji menunjukkan ketakutan yang luar biasa.


"Dia tidak berbohong," ucap rubah inoue dalam hati.


Secara tiba-tiba rubah inoue terpental. Rubah inoue pun merasa tidak percaya ada yang bisa membuatnya terpojok. Saat rubah inoue ingin melawan, tiba-tiba ryuji menghalangi dan membisikkannya sesuatu.


Apa yang dibisikkan ryuji? makhluk apa sebenarnya yang mereka lawan?


______


Halo readerss!!!


Mohon maaf karena novel ini tidak akan up chapter selama beberapa hari dikarenakan author lagi sibuk dengan tugas kuliah dan akan menjalani ujian agar ipk author tidak rendah dan beasiswa author tidak dicabut, maka author harus belajar hahahah......


Mohon maaf ya atas ketidaknyamanannya readerss. Semoga chapter ini bisa menahan kalian agar tetap setia dengan cerita novel ini dan menunggu kembalinya author dari medan perang ( tugas & ujian ).

__ADS_1


Terimakasih


#belajaryanggiat


__ADS_2