
Pedagang yang selamat itu langsung lari kembali ke dalam kereta kudanya. Namun saat pedagang itu masuk ke dalam kereta kudanya, ia tidak melihat angkh lee.
"Dimana anak muda itu? bukannya dia baru saja sadar? apa dia sudah kabur? oh ya, barang bawaannya terjatuh saat aku tadi di cekik oleh para orang berjubah hitam yang aneh itu. Apa orang itu akan kembali kesini dan meminta barangnya?" gumam pedagang itu ketakutan dan juga khawatir dengan angkh lee yang baru saja sadar.
Saat pedagang itu sedang ketakutan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menuju ke arah kereta kudanya. Pedagang itupun mengambil sebuah guci berukuran sedang dan bersiap untuk memukul jika ada yang menerobos masuk ke dalam kereta kudanya.
Suara langkah kaki itupun semakin mendekat dan tiba-tiba...
"PRANGG.....!!".
Guci itupun pecah karena di hantamkan ke kepala orang yang masuk ke dalam kereta kuda itu. Namun, pedagang itu terkejut karena orang yang kepalanya di pukul dengan guci adalah angkh lee.
"Arrgghh... aku minta maaf! aku kira para orang berjubah hitam itu. Oh ya? kau berdarah, aduh maafkan aku ya! aku tidak sengaja!" ucap pedagang itu sangat menyesal sudah melukai angkh lee.
"Sudahlah tidak apa-apa. Boleh aku minta perban?" ujar angkh lee tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Setelah angkh lee selesai memerban kepalanya, pedagang itu keluar dari kereta kuda dan terkejut melihat segerombolan orang berjubah hitam sudah tewas.
"Hei.. hei..!! apa kau yang melakukannya? dan apa kau melihat barang bawaanmu? tadi aku menjatuhkannya disana," ucap pedagang itu sambil mencari barang milik angkh lee yang ia jatuhkan.
"Sudahlah cukup! barang itu sudah aku ambil dan aku taruh lagi diatas kereta kuda," ujar angkh lee.
Karena hari yang juga sudah terlalu malam, merekapun beristirahat disana dan mendirikan tenda.
"Aduh.. aduh maaf ya. Makanannya hanya ada ini saja, soalnya daganganku belum laku beberapa hari ini jadi aku belum ada uang," ucap pedagang itu.
Angkh lee yang mendengar perkataan pedagang itu membuatnya menjadi memikirkan keluarganya. Angkh lee khawatir mereka kelaparan dan bertemu sesuatu yang berbahaya. Setelah mereka selesai makan, mereka pun tidur.
__ADS_1
Sedangkan di kota dongqi, ryuji tetap terjaga agar para penduduk kota dongqi ini tidak di serang oleh kumpulan mayat hidup yang menjadi monster lagi.
Ryuji yang bermeditasi dan sambil pergi ke dimensi ruang, membuatnya terkejut karena kondisi disana begitu ramai.
"Hahahaha.... kau itu tidak lebih hebat dariku!" ucap zee ling yang sedang berselisih dengan phoenix api hitam.
"Hei kalian diam!! setiap hari hanya bertengkar saja," ujar ya ling kesal.
"Hei.. hei..!! pijit yang benar!!" ucap rubah inoue yang sedang dipijat oleh laba-laba petir ungu.
"Ohhh... kau sudah besar ya! kau berani sekarang mengacuhkan aku. Apa kau sudah tidak menghormati aku lagi?" ujar na ling yang sedang berdebat dengan katak bakuku.
Ryuji pun merasa dimensi ruang sekarang lebih ramai dan ia berpikir untuk tidak sering datang kesana. Saat ryuji pusing melihat tingkah mereka, tiba-tiba ia melihat mo ling dan singa es bulan sedang sibuk.
"Ternyata masih ada yang waras disini," gumam ryuji sambil menghampiri mereka.
"Hehehe.... jadi kau ingin mencari singa betina? aku mungkin ada caranya, tapi kau akan membayarnya dengan apa?" ucap mo ling kepada singa es bulan.
"Sudahlah kau kasih tahu aku dulu resepnya, nanti akan aku carikan naga betina yang sangat cantik," jawab singa es bulan.
"Hahaha.... baiklah aku suka seleramu, tidak menyangka aku punya teman yang sehati," balas mo ling.
Ryuji pun pergi tanpa menyapa siapapun. Setelah selesai bermeditasi, ryuji merasakan ada sesuatu yang mendekat. Ia pun bergegas keluar dan berjaga-jaga.
Tidak lama kemudian, dari pintu masuk kota muncul segerombolan mayat hidup berlari menuju ke arah ryuji.
Dengan sangat cepat ryuji menghabisi para mayat hidup itu dalam sekejap. Ryuji langsung menghabisi mereka hanya mencoba agar mereka tidak menyentuh warga dan berubah menjadi monster.
__ADS_1
Namun, tiba-tiba datang segerombolan bintang buas dan menyerbu ryuji. Meskipun terlihat seperti hewan buas, tetapi ryuji merasakan hewan-hewan itu juga mayat hidup karena mereka tidak ada hawa kehidupan lagi. Ryuji pun mengaktifkan api ajaib biru dingin di tubuhnya dan membakar hangus para hewan buas itu.
Ryuji pun mencoba menebak situasi yang sebenarnya terjadi di kota dongqi ini. Ryuji merasa ada seseorang yang mengendalikan mayat-mayat tersebut. Namun ryuji yakin bahwa orang itu ada disekitar kota atau mungkin bersembunyi di seberang hutan.
"Semoga saja tebakanku ini salah. Jika benar lawanku kali ini orang yang bisa mengendalikan mayat, berarti tidak salah lagi dia adalah orang yang mengacaukan turnamen antar benua dan membuat para murid menjadi monster. Dia juga orang yang membunuh dua pemimpin benua," gumam ryuji merasa khawatir.
Ryuji pun menggunakan kemampuan mendeteksinya agar mengetahui letak musuhnya itu. Namun, saat ryuji sedang mendeteksi, ia di serang oleh sesuatu.
"Sial..!! apa itu?" ucap ryuji yang berhasil menghindar.
Saat ryuji melihat sesuatu yang menyerangnya itu, ia terkejut karena yang menyerangnya itu adalah orang yang dia kenal. Namun, dengan melihat itu ryuji menjadi yakin dengan tebakannya.
"Jadi benar dia yang ada di balik kerusakan kota ini. Dan juga sekarang aku harus menghadapi dia?" gumam ryuji sedikit senyum kecut.
Selain ryuji yang mendapatkan masalah di kota dongqi, angkh lee yang juga sedang tidur di dalam tenda yang berada di tengah hutan menuju kota dongqi, tiba-tiba kedatangan seorang tamu yang tidak di undang. Angkh lee yang merasakan kehadiran tamu tidak di undang itu langsung keluar dari tenda secara perlahan agar tidak membangunkan pedagang yang juga sedang tertidur pulas. Setelah keluar dari tenda, angkh lee dengan cepat memanggil sabit iblis bermata tiga yang berada di atas kereta kuda milik pedagang itu.
"Hehehehe... apa kita kedatangan tamu kuat? sudah lama aku tidak merasakan darah segar nih. Yang tadi mereka hanya sampah dan darah mereka tidak enak," ucap iblis di dalam sabit iblis bermata tiga itu melalui telepati dan hanya di dengar oleh angkh lee saja.
"Apa kau siap menghadapi mereka?" tanya angkh lee yang kembali merasakan pertarungan.
"Kau meremehkanku ya? aku ini selalu siap membantai siapapun," balas iblis di dalam sabit itu.
"Dia datang!" ucap angkh lee.
______
Siapakah musuh ryuji lee dan angkh lee? apa benar lagi-lagi organisasi kegelapan? apa mereka bertemu para petinggi?
__ADS_1