
Setelah semua kekuatan dari keenam tetua perguruan pedang suci sudah diberikan kepada tetua yong, awan pun menjadi gelap dan terasa hawa yang sangat menakutkan. Entah apa formasi yang dibuat oleh mereka, tetapi itu mungkin jurus pamungkas dari ketujuh tetua perguruan pedang suci.
Ketiga monster yang sudah tidak tahan dengan kekuatan itu, membuat mereka mau tidak mau menyerang formasi yang dibuat oleh tujuh tetua pedang suci. Namun, para hewan gaib mereka mencoba menghalangi para monster itu untuk mendekati formasi itu. Karena jika formasi itu hancur dan gagal, tetua yong akan meledak karena menerima kekuatan besar dan tiba - tiba terhenti mendadak. Itu akan menyebabkan tetua yong meledak dan mati. Selain berdampak kepada tetua yong, para tetua dari perguruan pedang suci yang lain juga akan menerima efek samping dari formasi tersebut jika dipatahkan oleh para monster itu.
Walaupun tidak yakin para hewan gaib mereka dapat menahan monster - monster tersebut, setidaknya bisa memperlambatkan mereka untuk merusak formasi tersebut. Karena mentransfer kekuatan itu butuh waktu dan secara berkala. Jika mentransfer kekuatan terlalu besar ataupun kecil, itu tidak akan berhasil dan akan gagal semua.
Oleh karena itu, membutuhkan waktu dan kefokusan yang tinggi untuk menyelesaikan formasi itu dan membuat tetua yong memiliki kekuatan untuk menghabisi para monster itu.
Formasi dari ketujuh tetua itu adalah formasi yang menyerupai heksagram dan salah satu orang berada ditengah - tengah bentuk heksagram itu. Formasi itu adalah ciptaan perguruan pedang suci sendiri. Dimana ketujuh tetua sudah melatih formasi itu selama ratusan tahun secara bertahap. Namun, risiko formasi itu jika digunakan dengan kekuatan penuh akan memakan korban jiwa. Walaupun akan memberikan kekuatan dahsyat dan bisa meningkatkan tingkatan orang secara drastis kepada orang yang berada ditengah - tengah formasi heksagram itu, tetapi kekuatan itu hanya bersifat sementara dan yang paling buruk setelah menggunakan kekuatan hasil transferan dari formasi itu, maka orang yang mendapat kekuatan itu akan mati dan jika beruntung akan menjadi orang cacat yang sudah tidak memiliki tingkatan ilmu pengendali diri lagi. Oleh karena itu, formasi itu adalah jurus terakhir yang dimiliki para tetua perguruan pedang suci untuk mengalahkan para monster itu walaupun mereka akan menelan sesuatu yang merugikan.
Tetua yong yang berada ditengah - tengah formasi dan sekaligus menjadi kunci untuk mengalahkan monster itu, sudah tahu bahwa dirinya akan mati setelah menjalankan formasi itu seutuhnya. Namun, tetua yong lebih memilih kehilangan nyawanya daripada kehilangan perguruan, rekan - rekannya, murid - muridnya, dan kota yang ia sayangi.
Karena para hewan gaib itu sudah kewalahan menahan monster itu, mereka dengan mudah dilempar dan dibunuh. Namun, beruntungnya formasi itu sudah ditahap akhir. Saat monster itu mau menyerang, monster itu tiba - tiba terpental cukup jauh.
"Huuhh.. huuhh... akhirnya selesai juga huuhh.... huuhhh...," gumam tetua hong kelelahan karena mentransfer kekuatannya untuk tetua yong.
__ADS_1
Walaupun tetua yong menjadi kuat secara singkat, tetapi keenam tetua yang memberikan kekuatannya kepada tetua yong akan kelelahan dan tidak dapat bertarung lagi karena butuh waktu memulihkan kekuatan yang sudah ditransfer begitu banyak.
Saat monster - monster itu mencoba bangkit, mereka melihat seolah - olah ada dewa bertangan enam besar yang sangat bercahaya. Ternyata tangan dari dewa itulah yang membuat monster - monster itu terpental. Saat monster itu terpukau oleh penampakan dewa itu, tiba - tiba tetua yong menggerakkan kedua tangannya kearah monster itu berada. Seketika juga dewa bertangan enam itu bergerak sesuai gerakan tetua yong.
"Sepertinya ini akan cepat berakhir, tolong ya pahlawan kota luo yi!" gumam tetua song yang juga sudah kelelahan.
Karena begitu lelah, mereka berenam berbaring di tanah dan hanya berharap tetua yong dapat menyelesaikan pertarungan tersebut.
"Pemandangan yang indah. Semoga awan gelap ini pudar agar sinar matahari bisa kembali cerah dan menerangi kota luo yi lagi," ucap tetua hong dalam hati sambil menitihkan air mata karena walaupun kota luo yi mungkin selamat, tetapi perguruan pedang suci akan kehilangan orang yang berharga.
Seketika ketiga tangan dewa itu mencengkram ketiga monster itu dengan sangat kuat. Tetua yong yang mendapatkan kekuatan itu sadar bahwa waktunya tidak banyak. Ia pun langsung menggerakkan ketiga tangan dewa yang lainnya untuk menghabisi monster itu.
Ketiga tangan dewa itupun mendaratkan tangannya kepada tiga monster yang sedang dicengkram oleh ketiga tangan lainnya. Kekuatan dari tapak dewa itu sangat membuat gemetar monster itu.
"DUUUAAAARR......!!".
__ADS_1
Tiga lubang besar membentuk telapak tangan membekas ditanah. Dan ketiga monster itu sudah remuk dan bahkan organ dalam mereka hancur berkeping - keping. Monster itupun tidak dapar beregenerasi lagi.
Setelah monster - monster itu sudah tidak bergerak lagi, bentuk dewa bertangan enam milik tetua yong pun mulai pudar dan awan gelap yang menutupi kota luo yi pun ikut menghilang secara perlahan. Cahaya matahari pun sedikit demi sedikit mulai menembus awan - awan itu dan menerangi kota luo yi lagi secara perlahan. Namun, semua kemenangan itu harus mengorbankan sesuatu yang berharga, yaitu gugurnya tetua yong dalam pertempuran itu sebagai pahlawan kota luo yi.
Setelah mengumpulkan kekuatan untuk berdiri, keenam tetua pedang suci berjalan kearah tetua yong yang tersungkur ditanah akibat kekuatan dewa kesepian miliknya sudah pudar sepenuhnya.
Keenam tetua pun menitihkan air mata karena kepergian tetua yong. Walaupun masih memiliki sedikit kesadaran, tetapi tetap saja itu akhir percakapan mereka sebagai tetua perguruan pedang suci.
"Sudahlah... aku senang... bisa berguna... untuk kota ini..... kalian tolong jaga kota ini....! aku pergi ya...," ucap tetua yong sangat pelan kepada para tetua perguruan pedang suci yang lain.
Setelah tetua yong sudah dipastikan meninggal, air mata berlinang begitu deras. Setelah beberapa waktu saat kekuatan para tetua sudah cukup pulih, merekapun membawa jenazah tetua yong ke perguruan pedang suci untuk di kuburkan.
Tetua hong, tetua gong, tetua song, tetua wong, tetua rong, dan tetua mong sudah tidak dapat memikirkan apapun selain membawa jenazah tetua yong dengan aman. Lagi pula walaupun ingin membantu kepala tetua, kekuatan mereka belum pulih. Hanya sanggup untuk berdiri dan berjalan saja.
jurus terakhir yang dipakai oleh tetua yong adalah jurus tapak dewa kesepian yang merupakan ilmu pengendali dirinya sendiri. jurus itu adalah jurus tingkat dewa dan memiliki daya hancur yang menakutkan. Namun, karena tingkatan tetua yong belum cukup untuk menggunakan jurus itu. Oleh karena itu, ketujuh tetua membuat formasi heksagram itu untuk membantu tetua yong menggunakan kekuatan ilmu pengendali diri miliknya secara utuh. Karena formasi itu tingkatan tetua yong setara dengan pendekar ditingkat legenda dan membuatnya bisa menggunakan jurus sebenarnya dari jurus tapak dewa kesepian miliknya.
__ADS_1
Nasi sudah menjadi bubur. Sudah tidak bisa lagi menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Semua harus menerima kenyataan yang ada, dimana tetua yong mengorbankan nyawanya untuk seisi kota luo yi.
#riptetuayong:'(