
Setelah selesai, ia langsung pergi kembali kegoa. Saat sudah sampai digoa, ryuji melihat xue ning sudah tidur. Ryuji yang melihat xue ning tertidur begitu lelap, langsung menyelimutinya dengan kain. Ryuji merasa bersalah meninggalkan dia begitu lama sendirian.
Setelah ryuji sudah membereskan barang bawaannya, ia segera tidur. Saat pagi telah tiba, ryuji bangun dan ia sudah melihat semangkuk bubur. Tanpa basa - basi ia langsung menyantapnya.
"Arrgghhhh.... panas sekallliii... bibirku kepanasaannn, bubur sialan panas sekali," ucap ryuji sambil memarahi bubur tersebut.
Tidak lama kemudian, xue ning datang dengan membawa pakaian bersih.
"Dasar rakus! kamu tidak bisa apa makan ditiup dahulu? aku membuat bubur ini begitu pagi, kau justru membuangnya dan memarahinya. Cepat minta maaf!" perintah xue ning memarahi ryuji.
"Kau yang salah, kenapa kau tidak menulis bahwa bubur itu panas. Lagi pula untuk apa aku meminta maaf kepada semangkuk bubur. Kalau mau dia yang minta maaf!" ucap ryuji memarahi balik.
"Dasar tidak waras! mana bisa semangkuk bubur berbicara untuk meminta maaf padamu," ucap xue ning lebih memarahi ryuji balik.
"Kau juga tidak waras! masa aku disuruh minta maaf pada semangkuk bubur? memang dia manusia apa?" ucap ryuji lebih lagi memarahi xue ning.
Setelah terus adu mulut beberapa menit, merekapun lelah dan diam dengan sendirinya. Ryuji yang kesal pergi untuk mencari kayu bakar untuk membakar **** sisanya. Sedangkan, xue ning pergi mencari buah - buahan.
"Dasar lelaki aneh! marah - marah kepada semangkuk bubur. Tapi biarkan saja, aku lebih baik mencari buah - buahan," ucap xue ning sambil mencari buah.
Sedangkan, ryuji pergi mencari kayu bakar sambil menggerutu. Tanpa ryuji sadari, ia sampai berada didekat kota nozu.
"Sial! aku tidak sadar. Bisa - bisanya sampai lagi disarang para harimau betina. Lebih baik aku lari lagi saja," ucap ryuji sambil lari dengan cepat tanpa bepikir arah tujuan.
Saat ryuji lagi dengan cepat, ia menabrak xue ning yang sedang memetik buah. Ryuji tidak sengaja meniban badan xue ning dan memegang bagian yang seharusnya tidak ia pegang. Ryuji pun panik tapi juga senang. Ia hanya terdiam sambil memegangnya.
"Empuk sekali ternyata," ucap ryuji tanpa sadar.
Xue ning yang melihat keadaan tersebut, menampar ryuji berkali - kali.
"Dasar mesum tidak ada otak! bisa - bisanya kamu melakukan itu. Akan aku potong tanganmu untuk makanan kambing ya," ucap xue ning.
"Maaf. Aku tidak sengaja memegangnya. Tapi, lagi pula kambing tidak makan daging ppfftttt.... apa kau tidak tahu?" ucap ryuji menahan tawa.
Xue ning yang marah karena ditertawai oleh ryuji , membuat ia langsung pergi dan tidak memedulikan ryuji. Namun, ryuji menahannya.
__ADS_1
"Tunggu dulu! aku mau menyampaikan sesuatu. Aku mau bilang jika kau mau ikut segera kembali kegoa karena aku mau melanjutkan perjalanan sehabis makan," ucap ryuji memberitahu.
"Siapa yang mau ikut orang mesum tanpa otak sepertimu? aku lebih baik mati disini! sudah aku mau pergi," balas xue ning ketus kepada ryuji.
Ryuji pun langsung mencari kayu bakar dan langsung kembali kegoa untuk memanggang babinya. Setelah kenyang, ia pergi kedimensi ruang untuk mengambil resep obat lagi untuk belajar membuatnya.
"Kau kenapa baru datang? darimana saja kau? apa kau habis bersenang - senang dengan wanita?" tanya mo ling curiga.
"Ma...ma..na ad.. ada.. aku tadi hanya sedang mencari kayu bakar dan memanggang **** saja," ucap ryuji gugup.
"Benarkah? aku tidak percaya. Ah tapi sudahlah, kau cepat ambil satu resep lagi!" perintah mo ling.
"Tapi apakah boleh minta waktu 2 hari mo ling? soalnya hari ini aku mau pergi kebarat daya," ucap ryuji.
"Baiklah 2 hari ya. Jangan telat! oh ya, untuk apa kau kebarat daya? zee ling tidak menyuruhmu kebarat dayakan?" tanya mo ling penasaran.
"Tidak. Aku hanya ingin mengunjungi perguruan disana. Karena disana mereka melatih diri dengan ilmu pedang. Dan ilmu pengendali diri mereka tidak sering dipakai, mereka lebih fokus membunuh dengan pedang," jawab ryuji.
"Oh jadi seperti itu, baiklah nanti saat kakak kedua bangkit, aku akan meminta kakak kedua membuat pedang untukmu ya," ucap mo ling.
"Kakak keduamu bisa membuat pedang? tapi kau juga bisa membuat senjata, kenapa harus meminta tolong kakak keduamu?" tanya ryuji bingung.
"Keren sekali, aku ingin tahu keahlian kalian masing - masing jadinya. Kau ahli obat, kakak keduamu ahli membuat senjata dan zee ling.... ah ahli dalam main mahjong," ucap ryuji menebak.
Zee ling yang sedang bermain mahjong, tiba - tiba kesal karena ucapan ryuji dan memarahinya.
"Dasar lancang! aku ini ahli strategi perang," ucap zee ling menjelaskan dengan kesal.
"Apa benar??? aku tidak yakin. Tapi sudahlah aku ada urusan. Nanti cerita masa lalu kalian ya secara lengkap!" ucap ryuji sambil buru - buru pergi.
Zee ling yang kesal, terus menggerutu tidak berhenti bahkan ia sampai kalah 48x main mahjong oleh phoenix api hitam karena ryuji membuatnya kesal.
Setelah mendapatkan resep dari mo ling, ia langsung membereskan semua barangnya dan bersiap untuk pergi. Namun, saat mau pergi xue ning datang.
"Dasar jahat! masa mau pergi begitu saja. Tidak punya hati nurani!" ucap xue ning yang ikut membereskan bawaannya.
__ADS_1
Ryuji merasa pikiran wanita susah ditebak. Mungkin jika ia menjadi raja harem ia tidak akan bahagia seutuhnya.
"Tadi bukannya kau yang menolak untuk ikut aku? kenapa sekarang marah - marah padaku?" tanya ryuji.
"Sudah diam! ayo pergi!" perintah xue ning.
Ryuji yang melihat tingkah xue ning, merasa ia ingin meremas bakpao miliknya lagi dengan erat dan menggigitnya.
"Kenapa diam saja? cepat jalan didepan lindungi aku!" ucap xue ning memerintah.
Ryuji yang merasa jika melawannya hanya akan menghancurkan masa depannya. Jadi, ia menuruti kata - kata xue ning.
Mereka berdua pergi menuju barat daya. Perjalanan kesana hanya sekitar 1 hari. Ryuji sengaja tidak mau menggunakan phoenix api hitam karena ingin membuat xue ning kelelahan. Selain itu, jika ia tahu bahwa ryuji memiliki hewan gaib ia akan heboh dan justru akan dijadikan hewan peliharaannya.
"Masih jauh ya? aku lelah istirahat ya!" ucap xue ning sambil meneduh dibawah pohon rindang.
"Tenang saja nanti akan ada kota kecil didepan sana. Ayo tahan sedikit lagi!" ujar ryuji menyuruh.
Mereka terus melanjuti perjalanannnya. Dan benar, ada sebuah kota kecil. Xue ning yang melihatnya, langsung lari kesana secepat mungkin.
Ryuji pun hanya mengikutinya dari kejauhan. Saat sampai disana, tidak sengaja xue ning menabrak seorang preman.
"Siapa wanita cantik ini? apa mau bermain dengan paman malam ini? paman pasti akan bermain halus," ucap preman itu lancang.
Xue ning yang mendengar perkataan preman itu, langsung menamparnya dan menendang selangkangannya. Ryuji yang melihat preman itu ditampar dan ditendang xue ning, ikut merasakannya.
"Aduh. Pasti sakit itu, untung aku jaga diri," ucap ryuji sambil menghela napas.
Preman yang ditampar xue ning, langsung menyuruh anak buahnya untuk menangkapnya.
"Tangkap wanita ini! kita telanjangin dan kuliti dia ditengah kota. Cepat!" ucap preman itu marah.
"Dasar preman. Bisanya melawan yang lemah, coba hadapi suamiku! itu dia ada disana," ucap xue ning sambil menunjuk kearah ryuji.
ryuji yang terkejut karena ditunjuk langsung buang muka dan jalan menjauh pelan - pelan.
__ADS_1
"Cepat tangkap juga suaminya! kita akan potong punyanya untuk digantung didepan gerbang kota hahaha...," ujar preman itu senang.
Ryuji yang mendengar perkataan seram dari preman itu, merasa harus melindungi masa depannya dengan segenap hati dan jiwanya. Karena ia masih ingin memiliki keturunan, ia lari darisana. Dan para anak buah preman itu ikut mengejarnya. Sedangkan, preman yang ditampar xue ning itu duduk menunggu anak buahnya datang kembali dengan menangkap ryuji.