
Setelah debu tebal akibat serangan dari iblis sabit itu memudar, tiba-tiba iblis itu terperangkap dalam sekejap di dalam jurus pagoda api. Angkh lee pun bingung karena pagoda api itu muncul tiba-tiba.
"Wahh.. wahh.. bahaya juga tadi kalau sampai kena ya? untung bisa menghindar dan karena kau mau membunuhku, maka kau akan aku musnahkan lebih dulu!" ucap ryuji yang tiba-tiba muncul sambil berjalan ke tempat iblis sabit itu terperangkap.
"Sialann...!! jurus apa ini? kenapa tidak dapat dihancurkan?" ujar iblis sabit itu kesal.
Angkh lee yang melihat jurus pagoda api milik ryuji itu merasa bahwa kekuatan ryuji memang sangat kuat dan mungkin sudah tidak dapat dikejar lagi.
Setelah mengurung iblis itu didalam pagoda api, ryuji memulai latihannya dengan angkh lee.
"Hei angkh..!! kau pasti ada senjata lainkan selain senjata busuk itu?" tanya ryuji.
"Hei lancang kau..!! kau bilang aku senjata busuk?? kau ngajak ribut ya??" ucap iblis sabit itu marah.
Angkh lee yang disuruh memakai senjata lainpun mengambil senjata yang diberikan oleh kakeknya dan juga sekaligus kakeknya ryuji juga, yaitu pedang giok naga.
"Hehh...??? jadi senjata itu diberikan padamu ya? kakek memang sangat pengertian. Oh ya, apa dia bertemu denganmu?" tanya ryuji penasaran.
"Kakek pulang?? tapi dia sudah lama pergi dan sampai pada saat klan lee diserang juga dia tidak ada dan paman hyoka lah yang berkorban nyawa," ucap angkh sambil menahan air mata.
"Ya sudahlah! mungkin dia masih merantau," ujar ryuji.
Ryuji sebenarnya sudah tahu bahwa ayah da kakeknya sudah meninggal pada saat kejadian di gerbang iblis. Pada saat ia melewati ujian di anak tangga dan saat ia masuk kedalam halusinasi, ia melihat sosok ayah dan kakeknya. Namun, pertemuan itu seolah adalah pertemuan terakhir bagi ryuji. Oleh karena itu, saat sudah tahu semuanya dari angkh, ryuji yakin memang pada saat itu dia bukan kebetulan bertemu dengan mereka, tetapi memang mereka sudah pergi dan itu adalah pertemuan dengan ryuji terakhir kalinya.
"Hah.. dasar kakek dan ayah bodoh..!! masa perpisahannya waktu disaat seperti itu??" gumam ryuji sedikit menghela nafasnya dan menahan air mata.
Setelah tahu hal itu, ryuji tahu bahwa itu semua memang takdir dan ryuji merasa harus lebih cepat lagi bertambah kuat. Sesudah itu ia pun pergi ke dimensi ruang. Angkh yang sudah siap itu langsung menunggu ryuji. Sepuluh menit pun berlalu dan ryuji tetap tidak bergerak sama sekali. Angkh pun bingung dan menghampiri ryuji.
"Orang ini ketiduran ya? apa aku bangunkan saja?" gumam angkh lee penasaran.
Saat ingin membangunkan ryuji, tiba-tiba saja ryuji membuka matanya.
"Ayo mulai..!!" ucap ryuji dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Angkh pun merasakan sesuatu yang tidak beres dengan ucapan ryuji.
"Ayo kau serang aku!" ucap angkh lee.
"Hehh...?? kau ingin melawanku? kau lawan yang lain saja!" ujar ryuji.
Seketika angkh pun bingung dengan ucapan ryuji. Angkh merasa ryuji menyiapkan sesuatu untuk latihan. Dan benar saja, ryuji mengeluarkan phoenix api hitam dan laba-laba petir ungu.
Angkh pun terkejut karena angkh melihat hewan gaib level tinggi. Setelah itu, ryuji menjelaskan bahwa angkh harus bisa menyerang laba-laba petir ungu dan phoenix api hitam. Meskipun lawannya hewan gaib yang kiat, tetapi angkh merasa senang bisa berhadapan dengan mereka. Setelah itu, latihan mereka pun dimulai.
Beberapa hari sudah berlalu dan angkh lee terlihat sangat babak belur akibat latihan itu. Ryuji yang mengamati angkh latihan merasa ia ada kemajuan yang cukup pesat. Karena latihannya sudah cukup menurut ryuji, maka ia menyuruh angkh menyelesaikan latihannya dan kembali ke kota luo yi.
"Baiklah! kita pulang ke kota luo yi!" ucap ryuji.
Angkh pun menuruti perkataan ryuji. Angkh yang sudah cukup hebat, membuatnya merasakan perbedaan yang besar dari sebelumnya.
"Ambillah senjatamu itu!" ucap ryuji menyuruh angkh untuk mengambil sabit iblis bermata tiga yang di kurung di dalam pagoda api.
Setelah 4 hari, sebelum ke kota luo yi angkh dan ryuji ke tempat dimana ayahnya ryuji di makamkan. Setelah mendoakan ayahnya, merekapun pergi dan sampai di depan gerbang kota luo yi. Walaupun sudah sampai disana, tetapi keadaan kota memang berbeda daripada sebelumnya. Suasana kota lebih mencekam dan kerusakan yang parah.
"Apa yang terjadi?kenapa bisa begini?" ucap ryuji bingung melihat semua kondisi yang ada di kota luo yi.
Semua yang ia lihat sangat mengerikan. Mulai dari pemandangan rumah warga maupun tempat perguruan pedang suci yang hancur lebur.
"Cihh... ini dibenar perguruanku? apa yang dilakukan mereka semua si??" tanya ryuji kesal.
"Kan sudah aku bilang ini kelakuannya kakek tua bodoh itu," ujar angkh lee sambil memasang muka kesal karena ia pernah di kalahkan oleh kakek itu (sun ang).
Ryuji pun mengajak angkh lee pergi kesuatu tempat. Angkh lee awalnya menolak karena sudah lelah berjalan. Namun ryuji tetap menyeretnya dan membawanya pergi.
"hei.. heii.. kau mau kemana?? kenapa memaksa aku untuk ikut??" tanya angkh.
"Kita mau ke kuil perguruan suci," ujar ryuji.
__ADS_1
"Heh..?? bukannya tempat tadi perguruan pedang suci?" tanya angkh bingung.
"Sudah nanti kau juga akan tahu," ucap ryuji.
Setelah berjalan beberapa lama, mereka pun sampai. Ryuji yang melihat perguruan pedang suci hancur itu pasti yakin mereka semua pindah ke kuil.
Ryuji pun pergi ke kuil milik tetua hong. Saat sampai disana, ryuji melihat banyak penduduk kota luo yi disana. Ryuji bingung karena yang ia tahu dari angkh adalah hanya perguruan yang hancur dan angkh tidak cerita bahwa warga di kota akan kesini. Namun, setelah diperhatikan lagi mereka hanya ada wanita, anak-anak dan para manula. Tidak ada seorang pun lelaki.
"Permisi, kenapa disini tidak ada lelakinya ya?" tanya ryuji ke salah satu penduduk.
"Mereka... mati karena diserang musuh dan sisanya sedang berkumpul di kuil tetua song," ucap penduduk itu yang merupakan seorang wanita.
Ryuji yang telah mendengar hal itu membuatnya pergi ke kuil tetua song bersama angkh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah sampai di depan pintu kuil tetua song, angkh dan ryuji dilarang masuk oleh beberapa murid.
"Hei kalian dilarang masuk!" ucap salah satu murid menghadang.
"Hehh..??? kau tidak kenal aku?? aku ini ryuji murid tetua hong," ujar ryuji.
"Kau ryuji? maafkan aku tidak terlalu mengenalmu karena aku murid luar dan aku baru saja masuk ke perguruan ini," ucap murid itu.
Seketika setelah mendengar ucapan itu, ryuji merasa bahwa dia tidak terkenal di kalangan murid luar.
"Apa yang terjadi? dan anehnya kenapa menerima murid baru?" gumam ryuji dalam hati.
Setelah itu ryuji pun masuk bersama angkh lee dan melihat kelima tetua dan kepala tetua bersama para pria dari kota luo yi dengan merembukkan sesuatu.
"Halo semua..!! aku kembali!" ucap ryuji tiba-tiba.
Semua pun berhenti berembuk dan semua mata tertuju kepada ryuji. Seketika angkh merasa malu datang bersama dengan ryuji.
Sebenarnya apa yang terjadi?
__ADS_1