
Sun ang yang melapisi tubuhnya dengan zirah es miliknya, membuatnya mungkin akan sangat sulit dikalahkan. Namun, meskipun begitu ryuji tetap tidak terintimidasi dengan kekuatan milik sun ang itu.
"Hei ryuji...!! apa kau yakin tidak mau mengalah saja?? aku takutnya nanti kau terbunuh dengan cepat dan juga aku jadi merasa bersalah dengan kakekmu itu!" ucap sun ang.
"Sampah seperti kau kenal kakekku??" tanya ryuji.
"Ya bisa dibilang begitu, kami cukup akrab sebagai teman!" jawab sun ang.
Karena tidak mau basa-basi ryuji langsung kearah sun ang dan memukulnya dengan jurus tinjuan api. Sun ang pun terpental dan menabrak pohon besar. Namun, itu belum cukup untuk menumbangkannya.
"Hahaha.... lumayan untuk seukuran anak muda! apa kau masih ada yang lebih kuat??" tanya sun ang yang sebenarnya terkena dampak dari jurus ryuji.
Meskipun ia terlihat baik-baik saja, sebenarnya sun ang mengalami luka karena jurus tinjuan api tersebut. Hanya saja dia beruntung karena dirinya dilindungi oleh zirah es buatannya.
"Pukulannya lebih berbahaya dari sebelumnya! apa anak itu sangat kuat?? jika memang begitu klan sun akan tersingkir cepat atau lambat oleh orang ini!" ucap sun ang dalam hati.
Karena tidak ingin diremehkan, sun ang pun mulai menyambut ryuji dengan jurus-jurus es miliknya. Ia membuat puluhan pedang ukurang kecil seperti belati yang terbuat dari es. Setelah jurus itu sudah siap, ia meluncurkannya ke arah ryuji satu persatu.
Ryuji pun mencoba menahannya dengan jurus tameng kura-kura. Namun, saat pedang es yang dilempar oleh sun ang itu justru menyebar dan membuat tameng kura-kura membeku. Ryuji pun mulai menjaga jarak dan yang berbahaya tameng kura-kuranya tiba-tiba hancur dalam hitungan detik saja.
Ryuji pun dengan sangat cepat terus menghindar. Hampir semua pohon disana sudah terkena pedang es milik sun ang dan berubah menjadi bongkahan es kecil.
__ADS_1
Ryuji pun menggunakan jurus elemen tanah miliknya. Ia membuat beberapa perisai dari tanah untuk menahan pedang-pedang es itu.
"Hahaha... kau hanya bisa menghindar saja?? aku bosan jika seperti ini terus!" ucap sun ang.
Karena terlalu asik menyerang ryuji, sun ang melupakan suatu hal bahwa ia hanya dipermainkan oleh ryuji.
Ryuji hanya menghindar dan menggunakan perisai tanah yang sangat lemah karena hanya ingin menguras tenaga sun ang agar dia tidak bisa mempertahankan zirah es dan kurungan es yang ia buat itu.
Disaat ryuji masih bertarung, para warga kota luo yi sudah selesai berkemas dan siap pergi meninggalkan kuil pedang suci. Namun, mereka merasa aneh karena kurungan es yang jelas terlihat dari kuil pedang suci tidak juga menghilang.
"Apa ryuji masih bertarung dengan sun ang??" gumam tetua song.
"Semua pergi!!! kita tidak mungkin menunggu saja disini, jika kalian terus disini kita semua akan mati!" ujar kepala tetua.
Merekapun akhirnya berangkat, termasuk angkh, sunmy dan tetua hong yang masih koma. Tetua hong yang masih koma itupun dinaikkan diatas punggung hewan gaib milik salah satu tetua perguruan pedang suci.
Karena para warga sudah pergi, orang-orang yang masih berada di kuil untuk menahan sun ang pun mulai bergerak ke arah dimana kurungan es besar itu berada.
Namun, saat baru saja berada tempat di depan kurungan es itu, kurungan itupun mulai menghilang. Merekapun langsung sigap karena takut sun ang akan langsung menerobos.
Saat kurungan es itu benar-benar menghilang, mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat. Pemandangan yang bahkan tidak bisa dijelaskan lagi. Itu adalah pertarungan yang sangat mengerikan.
__ADS_1
"Inniii.... apaaa.... benarr.. benarrr... ryujii...???" ucap kepala tetua terbata-bata.
Mereka semua terkejut dan juga sekaligus ketakutan karena di depan mata mereka ryuji sedang mencekik sun ang yang sudah berlumuran banyak darah. Sudah jelas terlihat bahwa sun ang dikalahkan ryuji.
Setelah ryuji melihat bahwa kepala tetua, tetua song dan beberapa murid datang kesitu, ryuji langsung melepaskan sun ang yang sudah benar-benar sekarat.
Setelah menjatuhkan sun ang, ryuji langsung pergi dari sana tanpa berkata apapun. Semua yang menyaksikan itu langsung terjatuh lemas.
"Dia menang?? kita selamat??" gumam kepala tetua.
Tetua song yang juga sangat tidak berdaya itu mencoba menggerakkan kakinya ke arah sun ang. Ia mengecek apakah sun ang masih hidup atau mati. Saat di cek, ternyata sun ang sudah tewas.
Mereka pun tidak percaya sun ang yang bisa meratakan perguruan pedang suci dengan mudah justru kalah dengan ryuji.
"Bagaimana ini kepala tetua?? apa kita kuburkan jasad mereka?" tanya tetua song.
"Baiklah, ayo kita kubur!" jawab kepala tetua.
Ryuji yang sudah pergi entah kemana itu tidak meninggalkan pesan apapun kepada angkh dan sunmy sama sekali. Bahkan, rencana yang ingin ia bangun tidak jadi karena kejadian ini.
Apa ryuji akan membuat rencananya seorang diri?? dan bagaimana cara ryuji bisa mengalahkan sun ang??
__ADS_1