Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
Chap 96 - Si Pembunuh Hujan


__ADS_3

Hujan pun mengguyur kota luo yi. Kepala tetua terlihat tersenyum kecil, mungkin ia senang karena pertarungan kali ini dia diuntungkan.


Kepala tetua yang bertarung saat hujan kemampuan ilmu pengendali dirinya akan bertambah kuat sekitar 50%. Karena itu ia merasa sedikit diuntungkan kali ini.


Monster yang masih ada didepannya pun mulai menyerang kepala tetua secara bersamaan. Namun, saat mereka ingin mencabik kepala tetua, justru ia menghilang menjadi butiran air hujan.


Ilmu pengendali diri milik kepala tetua adalah tipe elemen air. Namun, elemen airnya lebih spesial dari pada pemilik elemen air lainnya. Kepala tetua bisa membaurkan dirinya bersama air yang ada menjadi satu. Oleh karena itu, ia dijuluki pembunuh hujan.


Monster yang tidak tahu keberadaan kepala tetua, membuat mereka bingung dan tidak tahu mau berbuat apa. Tiba - tiba hujan yang menetes dari langit menjadi seperti jarum tajam. Air hujan tersebut menjadi jarum dan menghujani monster - monster itu. Jarum dari air hujan itu terus menghujani mereka, bahkan yang awalnya air hujan yang mengguyur kota luo yi adalah air biasa, sekarang tanah kota luo yi menjadi merah darah. Semua darah yang jatuh itu adalah darah para monster yang terus dihantam air hujan yang menjadi seperti jarum. Walaupun kulit mereka keras, tetapi tetap saja akan tertembus jika diberikan serangan tanpa henti. Itulah kenapa kepala tetua ditakuti dan dijuluki pembunuh hujan. Karena ia dapat mengendalikan hujan dan bisa membunuh yang banyak musuh dengan mudah.


Namun, tiba - tiba salah satu monster justru berevolusi dan memakan temannya sendiri. Tidak disangka mereka menjadi pemakan sesama jenis. Karena monster itu memakan temannya, ia berevolusi dengan cepat dan ia bertambah besar. Bahkan, ditubuhnya tumbuh tempurung. Mungkin pil yang dimakan adalah pil yang berisi gen hewan gaib kura - kura.


Karena monster itu sudah tumbuh tempurung, jarum yang terbuat dari air hujan itupun sudah tidak mempan kepadanya. Dan sisa monster lainnya sudah melemah karena terus diserang tanpa henti.

__ADS_1


Namun, sialnya adalah monster itu tiba - tiba membuat angin topan yang sangat kuat dan kepala tetua yang bersembunyi menjadi butiran air hujan ikut terhisap kedalam angin topan itu. Bahkan, monster lain pun juga ikut terhisap kedalam sana.


Saat semua sudah masuk kedalam angin topan itu, monster itu langsung masuk kedalam tempurungnya, lalu masuk kedalam angin topan itu dan berputar - putar kesana kemari menyerang yang ada didalam angin topan itu. Bahkan, monster yang ada didalam sana pun ikut diserang tanpa pandang bulu.


Kepala tetua yang juga terhisap masih mencoba mempertahankan bentuk menjadi butiran - butiran air hujan. Namun, karena air hujan tidak dapat masuk kedalam angin itu, kemampuan kepala tetua mulai luntur dan ia mulai membentuk wujud semulanya.


"Tidak aku sangka akan terjadi hal seperti ini," gumam kepala tetua.


Sedangkan monster yang juga terjebak didalam sana, sudah kehilangan kesadarannya karena diserang oleh monster yang menjadi tempurung tersebut.


Diperguruan pedang suci yang sedang berduka akan tetua yong, saat melihat ada angin topan yang sangat besar membuat mereka khawatir terjadi sesuatu yang buruk.


"Itu bukannya tempat kearah kediaman pemimpin kota? itu pasti kepala tetua dalam bahaya, ayo kita kesana!!" ujar tetua song khawatir.

__ADS_1


"Tenanglah! kita kesana justru akan menjadi beban. Kekuatan kita sudah terkuras dan belum pulih, apa kau mau kesana hanya untuk mati saja?" ucap tetua hong mencoba menjelaskan.


Saat sedang berbincang, tiba - tiba pemimpin benua utara tiba di perguruan pedang suci dan menanyakan keadaan yang terjadi. Tetua hong pun menjelaskan yang terjadi.


Saat mendengar semua penjelasan dari tetua hong, pemimpin benua utara pun langsung secepat kilat pergi menuju tempat kepala tetua bertarung.


Namun, apakah pemimpin benua bisa sampai tepat waktu dan menolong kepala tetua pedang suci yang sudah terdesak? atau justru pemimpin benua gagal menyelamatkan kepala tetua?


__________


hai readerrssss.... saya sebagai author mau mengingatkan untuk menjaga kesehatan ya selama masa sekarang ini. Mari taati peraturan pemerintah agar kita terhindar dari virus yang ada ya readerss...


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2