
Pertarungan yang tidak dapat dihindari lagi. Angkh lee dan iblis yang berada di dalam sabit itu bersatu menjadi kekuatan yang sangat sulit untuk dipercaya.
Angkh lee yang baru di tingkat roh, karena bantuan kekuatan kegelapan dari iblis itu membuatnya sudah setara tingkat master. Pertarungan pun dimulai.
Monster yang memiliki ilmu pengendali diri badak bercula besi memang membuatnya sangat keras dan sulit untuk menembus kulitnya. Namun, bagi iblis yang sudah pernah melawan dunia dengan sabitnya itu, membuatnya hanya merasa monater itu hanyalah makhluk rendahan.
Angkh lee yang sudah benar - benar bersatu dengan iblis itu menjadi meembabi buta. Monster itupun hanya bisa bertahan dengan mengandalkan tubuh kerasnya itu.
"Hahahaha... mati kau!! akan aku tembus kulitmu itu," ucap angkh lee terus mengayunkan sabitnya ke arah monster itu dengan membabi buta dan tidak memberikan celah untuk monster itu menyerang balik.
Walaupun angkh lee bisa mengendalikan kekuatan iblis, tetapi sebenarnya jika terlalu banyak akan membuatnya tidak sanggup dan akan berakhir dikendalikan oleh iblis itu.
Angkh lee yang telah bersatu dengan iblis itu tentu saja mengendalikan angkh lee.
"Mati..!!! matii..!!! hahahaha...," ujar angkh lee yang terlalu banyak menggunakan kekuatan kegelapan sehingga dirasuki iblis itu.
Monster yang terus saja hanya bisa menahan, membuatnya kesal dan tiba - tiba kulitnya mengeluarkan duri - duri tajam. Karena duri itu, angkh lee yang awalnya gila menyerang menjadi mundur.
"GROARRRR.....!!!".
Monster itupun mengamuk dan duri - duri yang keluar dari tubuhnya itu lepas dan mengarah ke arah angkh lee.
Namun, duri - duri itu tidak dapat melukainya. Semua duri itu ditangkis dengan sabit iblis miliknya.
"Hei cepat selesaikan! aku tidak mau kau terus ada pada tubuhku," ucap angkh lee dari alam sadar.
"Santai saja bocah! aku ini bukan iblis sembarangan," balas iblis itu yang mengendalikan tubuh angkh lee untuk bertarung.
"Kau hanyalah arwah yang disegel. Bagaimana bisa lebih dominan untuk menguasai tubuhku?" ujar angkh lee.
"Baiklah, kita bertarung bersama. Tetapi jangan menjadi beban ya!" jawab iblis itu.
__ADS_1
Karena sudah sepakat, akhirnya mereka bertarung bersama. Angkh lee yang akan mengendalikan tubuhnya dan iblis itu yang akan menjadi pilar kekuatannya.
"Heii.. cepat kalahkan dia! jika kau berlama - lama, maka kau yang akan mati," ucap iblis itu memperingatkan.
"Aku tahu aku belum bisa menggunakan kekuatan kegelapan seutuhnya," balas angkh lee.
Monster yang terus mengeluarkan duri - duri dari tubuhnya itu, membuat keadaan jadi terbalik. Giliran angkh lee yang bertahan untuk menangkis semua duri - duri itu.
"Heii.. heii... kau kenapa lembek sekali? hanya lawan makhluk itu saja tidak dapat menyerang," ucap iblis itu
"Aku tidak sepertimu yang hanya bisa menyerang membabi buta. Aku ini penuh perhitungan," balas angkh lee.
Angkh lee merasa monster ini hanya bisa bertahan dengan mengandalkan tubuhnya dan menyerang dengan duri yang melesat keluar dari tubuhnya.
Namun, monster itu sangatlah lambat. Oleh karena itu ia tidak bisa berpindah tempat sesukanya.
Angkh lee yang sudah mengetahui kelemahan monster itu, membuatnya menggunakan jurus langkah angin dan menghilang. Saat monster itu berhenti mengeluarkan duri miliknya, angkh lee pun muncul di belakangnya dan mengayunkan sabit iblis dengan sangat kuat.
"Cih... boleh juga kau bisa menyerangnya," ucap iblis itu.
"Dia itu lambat. Jadi saat dia menggunakan duri - duri dari tubuhnya untuk menyerang, disitu tubuhnya tidak lagi keras. Namun, saat ada serangan lagi tubuhnya akan mengeras. Oleh karena itu aku menggunakan jurus langkah angin untuk mengelabuinya dan membuat dia lengah, sehingga dia tidak dapat mengaktifkan tubuh kerasnya itu saat aku tiba - tiba muncul," jawab angkh lee menjelaskan.
"Terlalu panjang aku bingung. Intinya jika dia menyerang tubuhnya akan melunak, dan jika dia bertahan tubuhnya akan mengeras. Tetapi sayangnya ia memiliki pergerakan lambat dan respon yang kurang bagus jika diserang tiba - tiba. Betul tidak?" ucap iblis itu.
Monster yang terpental itu bangkit lagi dan berlari kearah angkh lee. Walaupun lambat, tetapi ia memakai tubuh kerasnya agar angkh lee tidak dapat menyerangnya.
Monster itupun menyeruduk ke arahnya. Namun, angkh lee berhasil menghindar. Walaupun luka yang disebabkan angkh lee cukup dalam, tetapi monster itu bisa beregenerasi. Itulah yang merepotkan angkh lee. Monster itu memiliki tubuh keras, serangan jarak jauh dan dekat, dan juga regenerasi yang cukup cepat.
"Sepertinya kita akan kalah jika kau yang mengendalikan tubuh ini," ucap iblis itu.
Angkh lee yang mendengar perkataan iblis itu merasa ucapannya benar. Kekuatan kegelapan iblis itu mulai sulit di kendalikan. Tubuhnya sudah kehabisan kekuatan untuk mengontrol kekuatan kegelapan milik iblis itu.
__ADS_1
"Apa kau ada cara?" tanya angkh lee kepada iblis itu.
Iblis itupun menyeringai karena ucapan angkh lee. Seketika sabit iblis bermata tiga itu mengeluarkan aura yang sangat kuat. Angkh lee pun tidak dapat menahan kekuatan itu dan aura kegelapan yang lebih pekat dan dahsyat keluar dari sabit itu. Angkh lee merasa dirinya di telan aura itu dan merasa tidak bisa keluar.
Sebenarnya, kekuatan sabit itu bukan saja hasil dari kekuatan iblis itu saja. Tetapi gabungan kekuatan dewa dan ribuan darah iblis yang menjadi korban. Sabit iblis bermata tiga itu bisa dibilang senjata dewa yang sudah tercemar oleh iblis.
Kegelapan itu menyelimuti angkh lee dan monster itupun bahkan merasakan getaran kegelapan yang keluar dari sabit itu.
Angkh lee yang diselimuti aura kegelapan itu tiba - tiba keluar dan ternyata dia menjadi orang yang berbeda. Iblis itu membuka segel dari sabit itu agar kekuatan dari sabit itu keluar.
Angkh lee keluar dari aura kegelapan itu dengan memegang dua bilah sabit yang masing - masing bermata dua. Dan ia di selimuti seperti baju zirah yang terbuat dari kekuatan kegelapan tersebut.
Angkh lee yang sekarang sudah menyerupai dewa kematian. Namun, menggunakan kekuatan itu memiliki efek yang besar. Segel itu hanya bisa terbuka selama 5 menit dan ketika segel itu tertutup kembali, kekuatan itu akan hilang dan sabit iblis bermata tiga akan kembali seperti semula. Dan yang lebih parahnya lagi, kekuatan itu bisa melahap ingatan dari pengguna sabit itu jika terlalu sering membuka segel itu secara sembarangan.
Angkh lee pun dengan cepat melesat tanpa jejak. Monster itupun bingung dimana angkh lee berada. Secara tiba - tiba angkh lee berada di depannya dan mengayunkan kedua sabitnya dan membuat luka di dada monster itu.
Monster itupun menyeruduk angkh lee. Namun, angkh lee dengan mudah menghindar. Monster itupun menggunakan duri - durinya untuk menyerang angkh lee. Namun, angkh lee tidak menghindarinya atau menangkisnya lagi, melainkan maju terus. Duri yang ke arah angkh lee itu hancur dan lenyap saat mengenai baju zirahnya.
Angkh lee yang terus berjalan ke arahnya tanpa terluka sama sekali, membuat monster itu menggunakan jurus pamungkasnya. Dia membuat dirinya menjadi bola berduri dan menggelinding kearah angkh lee.
Namun, itu adalah kesalahan besar. Angkh lee dengan siap menerima serangan itu. Monster itupun mendorong dan menggelinding sampai angkh lee terhimpit di tembok.
Setelah monster itu selesai dengan jurusnya, ia kembali ke bentuk asalnya. Namun, monster itu tidak mengira bahwa angkh lee akan baik - baik saja dan tidak terkena efek dari jurus pamungkas monster itu.
Angkh lee pun langsung mengayunkan kedua sabit bermata duanya dan memotong kedua tangan monster itu. Dan saat monster itu mau beregenerasi, angkh lee menebasnya lagi. Begitu seterusnya sampai monster itu benar - benar kehilangan kekuatan beregenerasinya dan ia pun tumbang.
Angkh lee yang juga sudah kehabisan waktu menggunakan kekuatan dari sabit, langsung menebas semua tubuh monster itu dan menyayatanya menjadi kecil.
Setelah segel dari sabit itu tertutup, semua kekuatan kegelapan itupun ditarik masuk kembali ke dalam sabit itu dan bentuk sabit iblis pun kembali seperti semula. Angkh lee yang terlalu banyak menggunakan kekuatan kegelapan membuatnya juga tersungkur disamping mayat monster itu dan pingsan.
"Hehehe.... kau beruntung jika tidak mati bocah," ucap iblis yang berada dalam sabit iblis bermata tiga.
__ADS_1