Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 73 - Gerbang Iblis


__ADS_3

Setelah lama berjalan, ryuji akhirnya sampai didepan goa yang konon didalamnya ada sebuah gerbang yang akan memberikan seseorang kekuatan. Namun, walaupun gerbang itu akan memberikan kekuatan yang luarbiasa, tetapi tidak ada yang pernah kembali setelah masuk kedalam gerbang itu.


"Huuhh... sampai juga. Kakek sialan itu bilangnya dekat, dekat apanya. Jelas - jelas jauh sekali untuk kesini. Sudahlah masuk saja," ucap ryuji yang lelah karena ia harus menyebrangi sungai, melompati jurang, melewati rombongan binatang liar, dan mendaki ditebing yang curam untuk sampai disana.


Ryuji pun masuk kedalam sana. Namun, baru beberapa langkah saja sudah terasa aura yang mencekam dan seperti ada tiupan angin yang menahan langkahnya. Ryuji yang tertahan karena tiupan angin itu, membuatnya menggunakan jurus perisai cahaya.


Setelah lama berjalan, tiba - tiba tiupan angin itu berhenti. Ryuji pun menghilangkan perisai cahayanya. Namun, saat baru mau melangkah dia tiba - tiba merasa aneh. Karena tanah yang ada didepannya berbeda dari tanah yang sudah ia lewati sebelumnya.


Ryuji pun melemparkan koin emas miliknya yang diambil dari cincin ruangnya. Tiba - tiba, koin itu dihujani senjata yang sangat banyak. Ryuji merasa jalan menuju gerbang itu dibuat sulit untuk melewatinya. Ryuji pun melangkah dengan mengambil pedang guojian untuk berjaga - jaga jika nanti ada jebakan yang serupa. Namun, sialnya ryuji tidak menyadari ada jebakan lain yang tidak ia ketahui. Saat dia lewat, muncul dua lubang dari dinding goa dan keluar dua buah jarum. walaupun salah satu jarum itu berhasil dihalau, tetapi yang satunya mengenai lehernya. Dan tidak beberapa ryuji terjatuh karena jarum itu mengandung racun pelemah tubuh. Ryuji pun segera buru - buru ke dimensi ruang untuk meminta resep obat kepada mo ling. Namun, ia justru dimarahi lebih dulu sebelum diberikan resep obat itu.


"Dasar bodoh! percuma berada ditingkat master bintang 3 kalau menghalau jarum kecil saja tidak bisa," ucap mo ling memarahi ryuji.


Setelah habis - habisan dimarahi, ryuji pun pergi dan segera membuat penawar racun itu dengan sisa tenaganya yang ada. Setelah jadi, ryuji langsung menelan penawar itu dan pingsan.


Setelah beberapa jam, ryuji pun terbangun dan dia merasa sakit perut. Ia pun membuangnya dipinggir dinding goa. Dan setelah itu, ia pergi meninggalkan mahakaryanya begitu saja. Setelah lama berjalan menelusuri lorong goa yang banyak rintangan, ryuji pun sampai disebuah gerbang besar. Ryuji pun mendorong gerbang itu, tetapi tidak dapat terbuka. Karena kesal, ryuji memukul gerbang itu dengan jurus pembunuh cahaya sebanyak 3x. Walaupun begitu, gerbang itu tidak terbuka ataupun rusak sedikitpun.

__ADS_1


"Arrgghhh.... sial!! kenapa gerbang ini susah dibuka? apa ada semacam cara membukanya?" ucap ryuji bingung.


Saat sedang menggerutu, tiba - tiba gerbang itu terbuka dengan sendirinya dan menghisap ryuji kedalam, lalu setelah itu gerbangnya tertutup rapat lagi.


"Argghh.. tolongg!!! ada sesuatu yang menarikku kedalam. Aku belum mau mati!!" teriak ryuji panik karena terhisap terus.


Tidak berapa lamapun ryuji tidak terhisap lagi dan dia secara tidak sengaja sudah masuk kedalam rintangan yang ada didalam gerbang iblis. Hawa yang ada disana berbeda dengan hawa di goa sebelumnya. Disini udara saja hanya sedikit dan sangat gelap.


"Tempat apa ini? aku nafas saja susah, ditambah lagi gelap sekali disini," gumam ryuji tidak nampak apapun.


Karena tidak mau ambil pusing, ryuji terus berjalan lurus kedepan sambil mendeteksi sekitarnya dengan energi alam untuk berjaga - jaga.


Saat sudah cukup lama, ryuji tetap tidak merasakan apapun disekitarnya. Ryuji yang dari awal berencana menghemat tenaganya, terpaksa menggunakan jurus perisai api membara untuk menerangi jalannya. Namun, sesuatu yang tidak ryuji sangka ada didepan matanya. Dia daritadi tidak ada mendeteksi apapun karena disekitarnya hanyalah ribuan tumpukan mayat - mayat yang sudah lama mati dan bahkan ada yang sudah jadi tulang belulang.


"Pantas saja aku tidak merasakan apapun. Namun, kenapa orang - orang ini mati? apakah ada makhluk yang menyerang mereka?" pikir ryuji penasaran.

__ADS_1


Namun saat ryuji memeriksa setiap mayat disana, tidak tanda - tanda serangan fisik ataupun serangan dari suatu senjata apapun. Ryuji pun semakin bingung dengan yang menimpa ribuan mayat - mayat itu. Ryuji yang terus mencoba berjalan, tetap hanya menemukan mayat saja disetiap perjalanannya. Akhirnya, ia menandai beberapa mayat yang ada agar ia tahu bahwa ia sudah melewati jalan itu.


Selama berjam - jam berjalan disana, ryuji terus melewati mayat - mayat yang sudah ia tandai. Seolah - olah walaupun mengambil jalan berbeda, ryuji tetap akan menemukan mayat - mayat yang sama.


"Apa - apaan ini? kenapa selalu memutar? padahal setiap jalan yang aku ambil jalurnya aku ubah, pasti ada yang aneh ditempat ini. Pasti mayat - mayat ini mati karena kondisinya sama sepertiku, aku harus segera keluar dari sini!" ucap ryuji dalam hati.


Setelah lama berpikir, ryuji menghilangkan perisai api membaranya dan duduk diam. Jalan yang tadi ia terangi dengan jurusnya, sekarang kembali gelap gulita. Entah apa yang ryuji pikirkan dengan hanya duduk diam dikelilingi ribuan mayat. Apakah ryuji sudah pasrah dengan keadaan yang ada?


Saat ryuji duduk, secara diam - diam ia menggunakan energi alam untuk mendeteksi sekitarnya. Ryuji yakin ada faktor yang menyebabkan ribuan mayat itu meninggal tanpa ada luka sama sekali. Tiba - tiba saat sedang mendeteksi, ryuji merasakan ada pergerakan yang begitu cepat dan sangat sulit diprediksi keberadaannya. Oleh karena itu, ryuji daritadi tidak dapat merasakannya.


Lama - kelamaan pergerakan yang ryuji deteksi itu mengarah kearahnya dengan cepat. Ryuji dengan sigap menangkapnya. Namun, ternyata yang ia tangkap adalah tangan dari salah satu mayat. Ryuji pun melemparnya karena merasa jijik.


Ryuji sebelumnya yakin bahwa ada sesuatu yang bergerak disekitarnya walaupun samar - samar. Karena ryuji sudah dikelabui, ryuji yakin bahwa sesuatu yang ia rasakan itu memiliki akal untuk berpikir dan tahu bahwa ryuji memiliki rencana untuk menangkapnya. Ryuji yang belum mengetahui apa itu yang mengawasinya, membuatnya lebih waspada karena yang mengawasinya itu tidak dapat terdeteksi jika ia tidak bergerak. Dan walaupun melakukan pergerakan, itu hanya terdeteksi samar - samar saja.


Tidak lama kemudian, zee ling memberitahukan sesuatu kepada ryuji melalui telepati. Zee ling memberitahukan bahwa ryuji mungkin saja berada dalam sebuah ilusi ruang. Dan sesuatu yang terdeteksi adalah pengguna ilusi ruang tersebut.

__ADS_1


Zee ling menyarankan untuk ryuji secepatnya keluar dari ilusi itu agar tidak seperti mayat - mayat yang ada disekitarnya itu. Walaupun begitu, kenyataannya makhluk itu tidak semudah yang dibicarakan. Seolah - olah ia memiliki akal. Ryuji meyakini musuhnya itu bukanlah manusia, melainkan sejenis hewan gaib atau siluman.


__ADS_2