Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 18 - Berpisah


__ADS_3

Ryuji yang pukulannya ditahan oleh gorrila tinju tanah, membuat ia cukup menguras tenaganya. Tetapi, tangan dari gorrila tinju tanah patah karena menahan tinjuan api. Sedangkan, wo tong masih melawan laba - laba petir ungu tanpa kewalahan. Ryuji bingung dengan kondisi yang sedang terjadi.


"Jika aku mengeluarkan phoenix api hitam pasti aku akan kehilangan tenagaku. Namun, jika terus seperti ini, maka akan sulit juga menghadapi wo tong yang masih belum jelas dia memiliki ilmu pengendali diri apa?" ucap ryuji sambil terengah - engah.


Ryuji yang sudah terpaksa. Menggunakan jurus pagoda api ke gorrila tinju tanah itu.


"Baiklah ayo kita bertaruh gorrila jelek. Aku yang kalah atau kau yang kalah. Jurus pagoda api," ucap ryuji.


Lagi - lagi gorrila tinju tanah bingung karena tidak tahu jurus apa yang menyerangnya. Tapi, ia telah salah. Ia berpikir bahwa jurus ryuji kali ini bisa ia lawan juga seperti jurus sebelumnya. Namun, saat pagoda api sudah memperangkapnya dan ingin membakarnya. Ia hanya berteriak karena tidak bisa keluar dari dalam pagoda itu.


"Hahaha... tamatlah kau gorrila," ucap ryuji senang.


Gorrila tinju tanah yang merasa pagoda itu begitu panas. Ia langsung menggunakan jurus pelindung bola tanah untuk melindungi dia dari api didalam pagoda api. Namun, ia salah karena pagoda api bukan jurus biasa yang bisa dihadapi dengan mudah.


Seketika pagoda api itu menghanguskan yang berada didalamnya. Dan gorrila tinju tanah itu mati. Wo tong yang melihat gorrila kesayangannya tewas langsung lengah dan ryuji mengambil kesempatan itu untuk menyerangnya dengan sisa tenaganya. Ia menyerangnya dengan pedang api yang dibantu jaring petir ungu untuk memperangkap wo tong. Namun, wo tong yang memang memiliki ilmu pengendali misterius. Ia bisa melepaskan diri dari jaring itu dan menghalau serangan ryuji walaupun tidak sempurna. Karena serangan ryuji, wo tong harus mengorbankan tangan kirinya.


"Aarrggghhh... kau bocah tidak tahu diri, berani kau memotong tangan kiriku dan membunuh gorrila tinju tanahku yang ada ditingkat 99 dengan jurus anehmu itu. Lihat saja bocah aku akan menghabisimu. Pasukan bunuh bocah itu!" ucap wo tong murka.


Namun, ternyata disekitar goa sudah tidak ada anak buahnya. Para anak buah dan tangan kanan dari wo tong sudah pada kabur karena melihat wo tong kalah dan beberapa sudah ditangkap oleh laba - laba petir ungu dan dibuat pingsan oleh petirnya.


"Kau menyerah ya! kau sudah kalah," ucap ryuji.


"Aku tidak terima ini! aku sudah susah payah membangun pekerjaan ini. Tapi, kau tiba - tiba muncul dan menghancurkannya. Padahal untung dari menjual para wanita - wanita itu bisa membuat makan berbulan - bulan bahkan bertahun - tahun jika dengan harga tinggi," ujar wo tong marah.


Setelah itu, wo tong kabur dengan menaiki kuda yang ada dekat goa. Ryuji yang juga sudah kehabisan tenaga tidak dapat mengejarnya dan laba - laba petir ungu kembali kedimensi ruang karena ryuji sudah tidak memiliki tenaga untuk mempertahankannya.

__ADS_1


Ryuji yang sudah tidak berdaya, memaksakan dirinya untuk membebaskan para wanita yang ditahan oleh wo tong dan anak buahnya.


"Cepat.. kalian pergi! mere.. ka... sed..ang pi.. ng.. san," ucap ryuji terbatah - batah.


Para wanita itupun kabur dari goa dan kembali kekota nozu. Namun, ada juga wanita dari luar kota nozu yang diculik. Setelah melepaskan para wanita itu, ryuji pergi menyusul mei ying. Ia tidak peduli dengan anak buah wo tong karena mereka tidak akan bisa lepas dari jaring petir milik laba - laba petir ungu.


Namun, karena ryuji begitu lemah untuk berjalan, ia pun pingsan didalam hutan saat menuju keetempat mei ying. Phoenix api hitam pun keluar dan memindahkan ryuji ketempat aman agar mo ling dapat mengobatinya.


Mo ling langsung membuat pil obat pengembali tenaga. Setelah obat itu jadi, ia langsung menyuruh phoenix api hitam kembali kedimensi ruang untuk mengambilnya dan pergi memberikannya kepada ryuji.


"Cepat! dia banyak kehilangan tenaga. Dia telah begitu banyak menggunakan jurus tinjuan api dan pertisai api membara. Bahkan memaksakan menggunakan pagoda api dan ombak es," ucap mo ling.


Phoenix api hitam pun langsung memasukkan obat itu kedalam mulut ryuji. Setelah itu, ia berjaga - jaga menunggu ryuji siuman. Namun, ia ternyata justru tertidur pulas. Pagi pun tiba dan ryuji sudah mulai siuman. Ia merasa ada yang aneh didekatnya. Ternyata, disampingnya ada phoenix api hitam yang tidur disebelahnya sambil memeluknya. Ryuji yang merasa jijik karena telah ditiduri oleh seekor hewan gaib, ia pun langsung memukul phoenix api hitam dengan keras.


"Tenang saja! aku tidak sengaja tertidur. Soalnya 3 hari belakangan ini aku begadang bermain mahjong dengan zee ling. Oh ya apa kau sudah pulih total?" ujar phoenix.


Ryuji yang menyesal mendengar jawaban dari phoenix api hitam, membuatnya kesal.


"Oh ya, kau cepat sana kedimensi ruang! mo ling mau bicara sesuatu padamu," kata phoenix kepada ryuji dengan serius.


Ryuji yang penasaran, langsung pergi kesana. Dan menemui mo ling. Namun, saat sampai disana ada papan besar bertuliskan "Jangan Ganggu Sedang Mandi." Ryuji yang melihat papan itu langsung mematahkannya.


"Masih bisa - bisanya mandi saat aku datang. Mo ling kau dimana?" tanya ryuji kesal.


"Aduhhh... kenapa si aku baru mandi tahu. Kau datang kepagian, sana tunggu diruang tamu dulu," ucap mo ling mengusir.

__ADS_1


Ryuji pun merasa ia memiliki dua ekor naga yang tidak waras. Bukan masalah karena mereka itu konyol. Karena tempat yang namanya dimensi ruang, tapi lebih mirip rumah mewah. Ada sofa, guci mahal dan tv ( ini zaman kapan? ok lupakan saja. Fokus cerita! )


Setelah menunggu, mo ling pun datang. Dan membicarakan suatu hal padanya.


"Maaf lama ya, tadi keasikan mandi hahahaha... oh ya, aku ingin membicarakan suatu hal padamu. Ini menyangkut kemampuanmu. Kau memang hebat, tapi jurus kami tidak bisa digunakan sembarangan karena memakan banyak tenagamu dan nanti akan berakhir seperti semalam. Oleh karena itu, aku sarankan untuk satu pertandingan sengit kau hanya boleh menggunakan setiap jurus kami hanya satu kali. Apalagi kau juga mengeluarkan hewan gaib saat bertarung. Jadi, jangan memaksakan dirimu sebelum kau ditingkat master atau mungkin legenda," ucap mo ling menjelaskan.


"Lalu jika musuh belum kalah? bagaimana aku menghadapinya?" tanya ryuji.


"Itu sebenarnya mudah ryuji. Asal kau pintar dan bijak menggunakan kemampuanmu. Semalam kau terlalu boros menggunakan tenagamu. Kau menggunakan tinjuan api sebanyak 20 kali dan gagal, hanya satu serangan yang kena dan itu tidak mematikan. Kau juga mempertahankan perisai api membara sekitar 40 menit selama pertarungan. Dan bahkan memaksa menggunakan ombak es dan pagoda api disaat yang sama juga kau mengeluarkan laba - laba petir ungu," ujar mo ling menjelaskan.


Ryuji yang mendengar perkataan dari mo ling merasa ia memang sembarangan mengeluarkan jurus.


"Terimakasih mo ling sarannya. Oh ya apa kau tahu tentang wo tong dan hewan gaibnya? kenapa begitu aneh ya?" tanya ryuji.


"Orang yang kau lawan memang aneh, aku rasa dia memiliki ilmu anugerah sepertimu," ucap mo ling.


"Apa! terus bagaimana mo ling?" tanya ryuji.


"Tenang saja, kau beruntung memotong salah satu tangannya dan membunuh hewan gaibnya yang menurutku sudah tidak normal," ucap mo ling.


"Tidak normal?" ucap ryuji bingung.


"Aku rasa ia menyuntikkan sekitar 20 serum penguat tenaga khusus untuk hewan gaib kepada gorrila itu. Jadi, yang awalnya ia ditingkat 99 akan menjadi sekitar peringkat 30an," jawab mo ling.


Ryuji yang mendengar penjelasan dari mo ling, membuat ia sadar harus menyempurnakan jurus - jurusnya dan berlatih untuk bijak saat bertarung. Tapi, ia tidak sadar ada wanita yang berpisah dengannya dan sudah pergi sendiri menuju perguruan pedang suci saat pagi tiba.

__ADS_1


__ADS_2