Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
Chap 97 - Pertolongan yang Terlambat


__ADS_3

Walaupun sudah dengan sangat cepat pergi menuju tempat kepala tetua perguruan pedang suci bertarung, pemimpin benua utara belum sampai juga karena perjalanan kesana cukup jauh. Kepala tetua bertarung tepat ditengah kota luo yi yang dimana merupakan tempat dekat dengan ke kediaman keluarga pemimpin kota luo yi berada.


"Sialll.. sialll.... jika terlalu lama, maka akan ada korban lagi," gumam pemimpin benua utara sedikit kesal.


Kepala tetua yang terus diserang oleh monster itu hanya dapat bertahan dan menghindar dengan susah payah. Karena elemen airnya kalah dengan angin topan yang kuat itu. Bahkan, air hujan yang menjadi kekuatan spesialnya pun tidak dapat masuk kedalam angin topan itu.


Luka yang terus bertambah akibat serangan monster itu kian berbahaya. Kepala tetua tidak dapat membalas serangan monster itu karena angin topan itu wilayah miliknya. Jadi, kepala tetua tidak dapat berbuat apa - apa.


"Monster ini gila! dia bahkan juga menghabisi temannya sendiri menjadi terkoyak - koyak. Apa yang harusku lakukan?" ucap kepala tetua dalam hati.


Karena tenaganya sudah hampir habis karena harus terus menghindar dari monster itu dan bertahan dari angin topan itu juga, tubuh tetua mulai kehilangan keseimbangannya. Dan saat itu, monster yang berbentuk tempurung itu berputar kearah kepala tetua dan menyerangnya. Karena sudah kehilangan keseimbangannya, kepala tetua pun terkena serangan monster itu dan terluka tepat dibagian perutnya.


"hahh... hahh.. hahh.. kau salah besar membuat darahku keluar!" ucap kepala tetua tersenyum kecil sambil memegang perutnya yang mengeluarkan banyak darah.


Saat monster itu kembali berputar dan mengarah lagi kearah kepala tetua, tiba - tiba.

__ADS_1


"TRANGG...!!".


Monster yang menjadi tempurung itu ditahan oleh sebuah bilah senjata yang menyerupai belati. Belati yang dipegang oleh kepala tetua berwarna merah. Dan ternyata belati itu terbuat dari darahnya yang dikeraskan seperti air hujan yang sebelumnya dijadikan jarum.


Kepala tetua menahan tempurung itu dengan belati yang terbuat dari darahnya itu. Walaupun begitu, tetap saja bertarung sambil menahan luka yang ada sangat kurang menguntungkan untuk kepala tetua.


Kepala tetua perguruan pedang suci bisa dibilang pendekar semi ilmu anugerah. Walaupun dia bukan sepenuhnya pendekar pengendali ilmu anugerah, tetapi kemampuannya seperti memiliki ilmu anugerah ( hujan yang dipadatkan menjadi jarum dan darahnya dipadatkan menjadi belati ). Kepala tetua bisa memadatkan apapun yang terbuat dari air dan menjadi air yang dipadatkan itu menjadi senjata atau dibuat menjadi serangan yang mematikan.


Saat sudah diambang batasnya, tiba - tiba ada ledakan dari luar angin topan itu. Kepala tetua yang bingung pun mengambil kesempatan untuk memadatkan semua darahnya yang keluar dari perutnya dan menjadikannya senjata tajam, lalu diarahkan kepada monster itu. Setelah itu, kepala tetua tumbang karena darahnya sebagian sudah dibuat menjadi senjata dan beberapa sudah mengalir dan mengering di bajunya.


"Ya ampun... sepertinya aku akan mati. Padahal ada yang menolong kesini," ujar kepala tetua dalam hati.


Setelah kepala tetua sudah tumbang. Pusaran angin topan itu hancur karena serangan dari luar itu. Ternyata itu pemimpin benua utara yang datang dan menghancurkan angin topan itu.


Monster itupun terlihat karena angin topannya sudah menghilang. Dan tetua kepala pun juga sudah terlihat tersungkur di tanah. Pemimpin benua utara merasa gagal menjaga rakyatnya. Bahkan, sampai menghilangkan nyawa orang yang penting itu orang lain. Terutama untuk perguruan pedang suci dan kota luo yi.

__ADS_1


Pemimpin benua utara langsung mengeluarkan hewan gaib miliknya untuk membawa kepala tetua pedang suci ke perguruan pedang suci agar di cek keadaannya. Dan pemimpin benua utara hanya bersama dengan monster itu. Walaupun ia berputar dalam bentuk tempurungnya, ia tidak dapat berputar bebas lagi, tidak seperti saat berada didalam angin topan tersebut.


Pemimpin benua utara yang memiliki ilmu pengendali diri anugerah, merasa monster itu hanya lalat saja.


Monster itu langsung berputar kearah pemimpin benua utara. Namun, pemimpin benua tidak bergerak ataupun menghindar sama sekali. Ia hanya diam dan menunggu kedatangan monster itu kearahnya.


Saat sudah sekitar 10cm, tiba - tiba monster itu berhenti bergerak dan terpental secara tiba - tiba. Seolah - olah serangan monster itu ditahan sesuatu dan didorong hingga terpental.


Sedangkan, kepala tetua yang diantarkan oleh hewan gaib milik pemimpin benua utara, yaitu elang sayap angin yang berada ditingkat 16. Sudah hampir sampai ketempat perguruan pedang suci dengan kecepatan penuh.


Pemimpin benua utara yang masih saja diam, membuat monster itu keluar dari tempurungnya. Ia mengeluarkan pusaran angin dari mulutnya. Namun, tetap saja serangan monster itu tidak dapat menyentuh pemimpin benua utara dan justru pusaran angin itu berbalik menyerang monster itu dan membuatnya lagi - lagi terpental.


Seperti didepan pemimpin benua ada sebuah tembok yang tidak dapat ditembus dengan mudah. Sebenarnya beberapa serangan terakhir dari kepala tetua pedang suci juga melukainya walaupun tidak membahayakan. Karena kesal, monster itu maju dan mencoba memukul langsung pemimpin benua utara. Namun, lagi - lagi pukulannya tidak dapat menyentuh pemimpin benua utara dan lagi - lagi ia terpental cukup jauh.


Sebenarnya apa ilmu pengendali diri anugerah milik pemimpin benua utara? dan apakah kepala tetua pedang suci akan selamat?

__ADS_1


__ADS_2