Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 70 - Antara Hidup dan Mati ( Part 2 )


__ADS_3

Semua anggota klan merasa takut akan pertarungan itu, membuat mereka berceceran keluar dari bawah tanah. Mina lee pun langsung mengikuti para anggota lainnya agar mereka tidak kenapa - kenapa saat keluar dari bawah tanah. Karena walau bagaimanapun musuh bisa saja menyerang kapan saja.


"TRANGG...!!".


"TRANGGG...!!".


"TRANNNGGG...!!".


Sedangkan angkh lee dan iblis pemilik sabit bermata tiga itu terus saling serang dengan kecepatan yang luarbiasa.


Angkh lee yang tidak tahu apa - apa tentang kemampuan sebenarnya dari sabit itu membuatnya lengah dan terkena serang sabit itu. Angkh lee pun terpental membentur dinding.


"Uhukkk.. kau sialan, akan aku habisi kau!" ucap angkh lee kesal.


"Ggrrrhhhh..... darah segar yang mulai tercium hahaha... aku tinggal menebasmu menjadi potong - potongan kecil, dengan begitu aku akan dapat memuaskan hasratku yang selama beberapa hari ini dikurung didalam tempat penyimpanan itu tanpa mendapatkan darah segar," ujar iblis itu marah.


Walaupun menerima serangan sabit itu, beruntungnya darah milik angkh lee tidak mengenai sabit itu. Karena sudah semakin tidak terkendali, iblis itu menjadi menggila dan menuju angkh lee dengan cepat agar dapat menyantap darah segar.


"Hahaha.... mati kauuuu!!" teriak iblis itu mengarahkan sabit itu langsung ke leher angkh lee.


Namun,.....


"Apaa??? apa yang kau lakukan?? kenapa kau melakukan hal gila itu?" tanya iblis itu bingung melihat apa yang dilakukan oleh angkh lee.


"Hehehe... kau itu bodoh ya iblis tua, kau terlalu terobsesi dengan satu hal saja," ucap angkh lee yang ternyata menahan sabit itu dengan tangan kosong.

__ADS_1


Setelah itu, iblis itu mencoba menarik sabitnya. Namun, sabitnya digenggam erat oleh angkh lee.


Dan seketika tangan kiri angkh lee yang tidak menahan sabit itu, langsung mengeluarkan jurus elemen anginnya. Jurus bola pusaran angin. Angkh lee pun langsung mengarahkannya kepada iblis itu. Dan iblis itu terkena jurus itu dan meledak.


"Sii.. all... padahal aku akan menang tadi," ucap iblis itu yang kalah oleh angkh lee dan masuk kembali kedalam sabit itu.


Angkh lee pun mengambil sabit iblis bermata tiga itu dan tiba - tiba merasa sabit itu menyerap kekuatannya.


"Bodoh! kau akan mati jika darahmu telah terkena sabit itu. Apa kau bisa menghindari kematian? sabit itu memiliki kesadarannya sendiri walaupun bukan aku yang mengendalikannya," ucap iblis itu dari dalam sabit iblis itu.


Angkh lee pun melepaskan sabit itu. Namun, sabit itu bergerak dan mendekatinya. Dan yang anehnya darah angkh lee seolah - olah sudah diobati. Lukanya karena menahan sabit itu dengan tangan kosong, tiba - tiba sudah kering dan tidak sakit lagi.


"Hahaha... apa kau merasakan ada yang aneh? apa kau merasa lukamu sudah tidak sakit lagi?" tanya iblis itu.


Saat sudah melemah, angkh lee langsung menangkap sabit itu dan memegang gagang sabit itu. Walaupun kekuatannya masih diserap, namun angkh lee ingin menaklukkan senjata iblis itu.


"Hehehe... menarik juga anak ini dia tidak takut mati, apa kujadikan wadah yang baru setelah kaito? dan dia beruntung karena sabit iblisku sudah kehilangan kesadaran karena tidak mendapat darah yang banyak selama beberapa hari lamanya, apa memang dia sedikit istimewa?" pikir iblis itu dalam hatinya.


Angkh lee terus menggenggam sabit itu dan lama - kelamaan sabit itu tidak bergerak lagi. Angkh lee pun merasa lega, tetapi tiba - tiba...


"Arrrgghhh.... ada apa ini? kenapa kekuatan dari dalam sabit ini masuk kedalam diriku tiba - tiba?" ucap angkh lee tiba - tiba kesakitan karena kekuatan sabit iblis itu tiba - tiba masuk kedalam tubuhnya.


"Hahaha... hei anak bocah! kau menarik diriku untuk mengetesmu, apa kau takut mati? apa yang akan kau pilih antara hidup dan mati?" tanya iblis dari dalam sabit itu.


"Arrgghh... sialan! apa ini? kalau ingin membunuhku langsung saja! aku tidak akan takut sedikitpun. Namun, jangan sakiti klanku lagi! tetapi jika kau mengingkarinya, walaupun aku sudah ada didalam neraka yang begitu dalam aku akan tetap keluar dari kematian itu dan menghabisimu dengan kekuatanku untuk melenyapkanmu!" jawab angkh lee yakin.

__ADS_1


Iblis itupun merasa sesuatu yang baru dari angkh lee, iblis itu merasa ada sesuatu yang istimewa pada diri angkh lee. Iblis itupun mencoba menggunakan kekuatannya kepada angkh lee. Ia ingin mengetes apakah kekuatan iblis miliknya dapat mengendalikan angkh lee? jika bisa ia akan gunakan itu untuk menghabisi klan lee dan angkh lee, karena ternyata angkh lee bukan orang yang spesial jika ia tidak dapat melawan kekuatan iblis tersebut. Kaito saja hanya bisa mengendalikannya setengah bagian tubuh saja saat pertarungan melawan 5 anggota organisasi kegelapan yang sudah menjadi monster bersama hyoka lee sebelum mereka semua meninggal dalam pertempuran.


"ARRGGGGGHHHHH..........!!!!!". teriak suara angkh lee yang tiba - tiba memiliki aura gelap menyelimutinya.


Chou lee yang mendengar suara teriakan itu, membuatnya lari masuk kebawah tanah untuk mengecek keadaan angkh lee. Namun, saat chou lee baru menampakkan dirinya, angkh lee langsung kearah chou lee dan ingin menebasnya. Tetapi yang anehnya, tiba - tiba ayunan tangannya berhenti dan ia mengarahkan sabit itu ketanah bukan ke chou lee.


"Sialan!! kau iblis sialan! kau beraninya melakukan hal ini," ucap angkh lee yang mulai sadar dan mencoba mengambil alih tubuhnya kembali.


Chou lee yang hampir ditebas oleh anaknya sendiri, membuatnya terdiam mematung.


"Boleh juga. Baru pertama kali sudah bisa sadarkan diri dari kekuatanku yang masuk kedalam tubuhmu, kaito saja hanya bisa saat ia tertekan dalam pertempuran beberapa hari lalu yang dimana juga merenggut nyawanya," ucap iblis itu berbicara dari dalam diri angkh lee.


"Jangan harap bisa mengendalikan diriku iblis sialan!" balas angkh lee kesal.


"Baiklah. Aku akan memberikan kekuatanku padamu bocah, tetapi jika kau membuatku kecewa maka aku akan menghabisimu dengan sabit iblis bermata tiga milikku!" ujar iblis itu.


Seketika iblis itu keluar dari tubuh angkh lee dan kembali kedalam sabit itu. Angkh lee pun langsung menghampiri ayahnya yang terdiam daritadi.


"Hei ayah! sadarlah!" ucap angkh lee menepuk pundak ayahnya.


"Ohhh.. angkh, apakah aku sudah mati? dan apakah ini surga? dan kenapa ada kau?" tanya chou lee masih belum sadar sepenuhnya.


"Bodoh. Ayo kita keluar dari sini!" balas angkh lee menarik tangan ayahnya.


Angkh lee pun merasa kekuatannya akan bisa melindungi klannya dan melampaui sepupunya, yaitu ryuji.

__ADS_1


__ADS_2