Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 145 - Kota Dongqi


__ADS_3

Setelah 1 minggu melewati hutan dan sungai, ryuji sampai di tepi hutan pada malam hari dan ada sebuah kota kecil bernama kota dongqi di seberang hutan. Namun, terjadi sesuatu dengan kota itu. Saat dari kejauhan, ryuji melihat kepulan asap dari rumah-rumah yang hampir menutupi kota dongqi.


"Apa ada sesuatu yang terjadi?" gumam ryuji merasa ada yang tidak beres.


Ryuji pun berlari dengan cepat kearah kota itu dan ryuji melihat bahwa kota itu sedang di porak-porandakan oleh monster yang sepertinya mereka adalah anak buah dari organisasi kegelapan.


Ryuji melihat banyak warga dan beberapa pendekar dari beberapa perguruan gugur di kota itu. Ryuji pun kesal dan langsung menggunakan mode yin&yang. Seketika, ryuji langsung dengan cepat memotong-motong beberapa monster dengan sekejap.


"Mereka hanya monster rendah. Tingkatannya hanya tingkat jendral dan tingkat roh, tetapi sepertinya eksperimen mereka ada kemajuan," ucap ryuji di dalam hati.


Hanya dalam hitungan menit saja ryuji sudah menumbangkan puluhan monster.


Setelah semua monster sudah tumbang, ryuji langsung menggunakan jurus hujan air untuk mengilangkan kebakaran yang disebabkan para monster itu.


Semua warga yang bersembunyi pun mulai keluar dan menyambut ryuji dengan antusias. Ryuji pun terkejut karena rombongan warga yang menuju kearahnya.


Semua warga pun menangis terharu dan menyambut ryuji dengan hangat. Para warga memberikan ryuji makanan dan minuman. Meskipun di suguhi dengan baik, tetapi ryuji menyuruh para warga juga makan bersama-sama dengannya.


Setelah selesai makan, ryuji meminta tolong kepada beberapa warga untuk membantunya untuk menguburkan para mayat yang sebelumnya banyak tergeletak di pertempuran. Namun, anehnya para warga seperti takut. Tidak beberapa lama ada seorang warga yang menceritakan apa yang terjadi kepada ryuji.


"Maaf tuan pendekar, sebenarnya kami bukannya tidak ingin menguburkan mereka semua.Tetapi jika di kuburkan mereka akan bangkit lagi menjadi mayat hidup. Kami sudah mengalami hal itu sebelumnya," ucapsalah satu warga dari kota dongqi itu.


"Mayat hidup? sudah berapa kali kalian menghadapi mayat hidup itu?" tanya ryuji.

__ADS_1


"Sudah 3 kali dan ini kejadian keempat namun berbeda dari serangan sebelumnya," ucap warga itu.


"Berbeda bagaimana?" tanya ryuji.


"Awalnya sekitar satu bulan yang lalu kami di serang secara tiba-tiba segerombolan mayat hidup, warga kota dongqi pun banyak yang meninggal akibat serangan tersebut. Namun, kami mengetahui kelemahan mereka pada serangan kedua. Mereka tidak kuat menahan terik matahari yang sangat panas. Jika terkena terik matahari, mereka akan mati. Dan yang mengejutkan adalah warga yang meninggal pada serangan mayat hidup sebelumnya akan berubah menjadi mayat hidup juga. Dan serangan keempat ini mereka tiba-tiba berubah menjadi monster mengerikan. Kami mengira jika kami menahan mereka hingga siang hari kami akan selamat, tetapi ternyata serangan mereka sangat mengerikan dari mayat hidup yang sebelumnya,"ucap warga itu menjelaskan.


"Lalu apa alasan kalian tidak menguburkan para warga dan pendekar dari beberapa perguruan yang meninggal? dan apa selama ini tidak ada tetua dari salah satu perguruan yang kesini?" tanya ryuji merasa ada yang tidak beres.


"Alasan kami membiarkan mayat mereka adalah agar mereka di makan oleh binatang buas dan tubuh mereka hancur. Namun, anehnya mereka tetap menjadi mayat hidup keesokan harinya meskipun beberapa badan mereka telah di makan hewan buas dan masalah para tetua dari perguruan, mereka tidak pernah datang kecuali hanya pendekar-pendekar tingkat pemula sampai tingkat elite saja," ucap warga itu mulai merasa mual.


Ryuji yang mendengar semua yang di katakan oleh salah satu warga itu merasa daratan 6 benua sedang kacau dan organisasi kegelapan mungkin mulai sedang mengacau. Ryuji pun mengkhawatirkan keluarga dan semua yang ada di perguruan pedang suci.


Disaat yang sama di kota luoyi.


Setelah itu, para tetua dan kepala tetua pun pamit dan meninggalkan kota luoyi. Mereka kembali ke kuil pedang suci yang merupakan juga termasuk perguruan pedang suci untuk tempat para murid khusus dan para kepala tetua maupun para tetua. Namun, karena insiden sun ang yang datang dan menghancurkan perguruan utama, para tetua memindahkan para murid untuk pergi ke kuil perguruan pedang suci agar mereka aman.


Setelah mereka kembali, mereka disambut oleh para murid. Para tetua pun sebenarnya merasa malu karena gagal menjadi seorang guru. Mereka semua tidak dapat mempertahankan perguruan.


Sedangkan angkh lee yang juga di selamatkan oleh seorang pedagang yang mengembara ke kota-kota, mulai siuman.


"Ohh... kau sudah siuman?" tanya pedagang itu.


"Siapa kau? dan aku dimana?" ucap angkh lee yang masih sedikit pusing.

__ADS_1


"Oh maaf aku belum mengenalkan diri. Aku adalah seorang pedagang keliling yang mengembara dari satu kota ke kota lain. Kau sekarang berada di kereta kuda milikku dan kita sekarang sedang menuju kota dongqi. Mungkin kita akan sampai sekitar 5-6 hari lagi. Oh ya, kau ini sepertinya seorang pendekar ya?" ujar pedagang itu.


"Ya aku seorang pendekar. Oh ya, dimana peralatanku? apa kau melihatnya?" tanya angkh lee.


"Oh yang kau maksud itu itu sabit dan pedang ya? itu aku simpan diatas kereta kuda karena di dalam kereta ini sudah penuh dengan barang daganganku," jawab pedagang itu sedikit tidak enak karena menaruh barang milik angkh lee di atas kereta.


"Bisa kau minta tolong ambilkan?" ucap angkh lee meminta tolong.


"Ohh.. baiklah, tunggu sebentar ya!" ujar pedagang itu langsung pergi mengambil barang-barang milik angkh lee.


Setelah barang milik angkh lee sudah diturunkan, tiba-tiba kereta kuda itu berhenti dan pedagang itupun langsung mengecek yang terjadi.


Saat pedagang itu kembali ke tempat kemudinya, ia melihat segerombolan orang berjubah hitam menghalangi jalannya dan pedagang itu melihat sepertinya kuda-kudanya seperti ketakutan.


Pedagang itupun langsung turun dari kereta kudanya sambil membawa barang-barang milik ryuji dan menghampiri segerombolan orang berjubah hitam itu.


"Maaf tuan-tuan, apa kalian bisa minggir sebentar? kami ingin lewat," ucap pedagang itu dengan sopan.


Meskipun pedagang itu sudah meminta untuk minggir, tetapi segerombolan itu berjubah hitam itu tetap tidak ingin minggir dan salah satu dari mereka langsung menyekik leher pedagang itu. Pedagang itu pun mulai hampir kehabisan nafas dan ia tidak sengaja menjatuhkan barang milik ryuji.


Saat pedagang itu sudah mau diujung tanduk, tiba-tiba dengan sangat cepat tangan orang berjubah hitam yang mencekik leher pedagang itu putus dan pedagang itupun selamat dan sekaligus ia juga terkejut karena ia tidak mati.


Apa yang terjadi?

__ADS_1


__ADS_2