Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 17 S2 - Bantuan #3


__ADS_3

"Hahahaha.... pemandangan yang luarbiasa hahaha.... ayo makan dan menangislah!!" Ucap petinggi kedua belas yang semakin menggila.


Melihat temannya dimakan dan dicabik-cabik, sisa tetua pun maju bersamaan dan memberikan jurus terkuat mereka yang terakhir.


"DUARR..!!".


Suara ledakan yang besar pun terdengar jelas dan membuat para warga yang di dalam ibu kota juga ikut mendengar ledakan itu.


Namun, meskipun suara ledakan itu sudah terdengar cukup keras. Tetapi setelah debu dari ledakan itu menghilang, keenam orang organisasi kegelapan itu baik-baik saja. Mereka menggunakan para boneka mereka untuk menjadi tameng agar mereka selamat.


"Hahaha... ternyata makhluk-makhluk ini memiliki banyak fungsi yang tidak terduga! Bagus-bagus tidak sia-sia ada mereka disini ternyata!" Ucap petinggi kedua belas.


Para tetua yang sudah kehabisan tenaga hanya pasrah jika memang akan terbunuh hari itu juga.


"Hahaha... sepertinya tadi serangan terakhir kalian ya!? Baiklah, aku akan akhiri sekarang juga!!" Ucap petinggi kedua belas menyuruh para bonekanya menyerang para tetua itu.


______


Kejadian dua hari sebelum petinggi kedua belas dan petinggi lainnya masih di markas organisasi kegelapan.


Saat dua hari sebelum perang besar, di markas organisasi kegelapan ada terlihat dua petinggi pergi menghadap seseorang.


"Pergilah dan kau bawalah kertas mantra ini! Kertas ini sama seperti tali darah milikku, jadi kau bisa menggunakan sampah-sampah itu sesukamu! Kalian berdua hanya perlu meneteskan darah kalian di kertas mantra dan semuanya akan beres!" Ucap seseorang berjubah hitam dalam gelap.


"Baik pemimpin!" Jawab bersamaan kedua petinggi itu kepada orang itu.


_______

__ADS_1


Kembali kemasa markas perlindungan diserang.


"Hahahaha.... ayo serang mereka bonekaku!! Hahaha.... kertas mantra itu berguna sekali ternyata hahahaha....!!" Ucap petinggi kedua belas yang juga ternyata salah satu dari dua petinggi yang pergi menghadap seseorang waktu itu.


Namun, tiba-tiba saja boneka yang menyerang itu dihantam oleh sebuah sebuah tumbukan es dan membuat mereka terpental.


"Siapaaa...!!???" Ucap petinggi kedua belas yang belum selesai karena ada yang memukulnya sampai wajahnya menghantam tanah dengan keras.


"Petinggi..!!" Ucap kelima pengikutnya terkejut.


Saat kelima pengikut itu mau menyerang orang yang memukul petinggi kedua belas, mereka tiba-tiba saja membeku.


"Hahaha..... sekali pukul!!" Ucap orang yang memukul petinggi kedua belas sampai pingsan itu.


Pria itu berbadan kekar dan membawa kapak dibelakang punggungnya.


"Dasar manusia bar-bar!! Cepat kita bereskan semua kekacauan ini!!" Ujar seorang wanita cantik berambut biru.


Saat mereka ingin menghabisi para boneka-boneka itu, tiba-tiba saja petinggi kedua belas bangkit dan memukul mereka berdua. Meskipun dapat ditahan, tetapi pukulan dari petinggi kedua belas itu cukup menyakitkan.


"Sialan..!! Aku kira tidak akan ada pengganggu disini, ternyata ada dua cecunguk yang mau mengantarkan nyawanya secara gratis!!" Ucap petinggi kedua belas dengan wajah yang berlumur darah.


Selain petinggi kedua belas yang masih hidup, para boneka yang tadi terpental ternyata masih hidup juga.


"Kau urus para boneka itu saja! Biar aku urus orang gila ini!" Ucap pria kekar itu.


"Baiklah.. tapi jangan sampai terlalu lama disini karena kita harus secepatnya bergabung dengan yang lain dan juga secepatnya ke medan perang yang sebenarnya!" Balas wanita berambut biru itu.

__ADS_1


Pria kekar itupun menghadapi petinggi kedua belas dan wanita berambut biru itu menghadapi beberapa boneka yang masih hidup. Jual beli serangan pun terjadi dipihak pria kekar itu dan petinggi kedua belas.


Petinggi kedua belas yang belum diketahui apa ilmu pengendali diri miliknya bisa mengimbangi kekuatan dari pria kekar itu.


"Pertarungan macam apa ini? Sama sekali tidak ada celah untuk kita ikut campur!" Gumam salah satu dari tujuh tetua yang masih hidup itu.


Selain pria kekar dan petinggi kedua belas, disisi lain wanita berambut biru itu melawan para boneka itu dengan anggun. Dia melawan para warga yang sudah dijadikan boneka itu seperti menari-nari.


Dan di markas perlindungan dibagian benua utara, orang bertopeng itu berhadapan dengan 6 orang yang juga merupakan anggota organisasi kegelapan. Mereka juga ternyata menyamar menjadi biksu dan memberikan para warga pil. Mereka memberikan pil itu sambil berkata bahwa pil itu bisa menyembuhkan luka dalam.


"Jadi ada yang datang?" Ucap salah satu orang berjubah hitam itu.


Orang berjubah hitam itupun mengerahkan para boneka untuk menyerang orang bertopeng itu. Namun, dalam sekejap para boneka itu dibunuh dengan pisau terbang milik orang bertopeng itu.


"Racun!? Jadi dia menaruh racun di pisaunya!" Gumam salah satu orang organisasi kegelapan itu.


"Awalnya aku kira hanya para bawahan saja yang ada disini, tetapi tenyata salah satu petinggi organisasi kegelapan ada disini ya!" Ucap orang bertopeng itu.


"Kau jadi tahu ya, baiklah sudah cukup main-mainnya!" Ucap salah satu orang organisasi kegelapan itu yang diduga sebagai salah satu petinggi.


Karena sudah ketahuan bahwa dia adalah petinggi organisasi kegelapan, tiba-tiba keluar sebuah besi panjang yang tajam seperti ekor keluar dari petinggi organisasi kegelapan itu.


"Racun harus melawan racun!" Ucap petinggi organisasi kegelapan itu.


"Baiklah, kita adu racun siapa yang paling kuat!" Balas orang bertopeng itu.


Ditempat lain, di sebuah goa ada seseorang yang duduk bersantai.

__ADS_1


"Hmm... anak-anakku ada yang membunuhnya ya!? Sepertinya ada mangsa yang menarik!" Ucap orang itu yang tidak terlihat wajahnya sama sekali.


Apa akan ada pertarungan besar sebentar lagi? Apa ryuji bisa datang tepat waktu?


__ADS_2