
Walaupun sebenarnya phoenix api hitam kurang setuju dengan ide ryuji yang gila itu, tetapi dia merasa bahwa apa yang ryuji lakukan jika menurut ia berhasil, maka pasti berhasil.
"Cepat sembur!! kekuatanku sudah melemah karena efek dingin dari lembah es ini," ucap ryuji yang terus mempertahankan jurus tameng kura - kura sambil menghadang serangan dari lembah es.
Phoenix api hitam yang melihat tekad bulat dari ryuji, membuatnya mau tidak mau menurutinya. Phoenix api hitam pun menyemburkan api hitamnya kepada ryuji. Akibat api hitam itu, ryuji mampu melangkah kembali walaupun sedikit tersendat karena energi dingin yang sudah masuk kedalam organ tubuhnya.
"Hahh.. hahh.. hahh... ayolah tahan sedikit lagi!" gumam ryuji.
Ryuji yang terus melangkah, akhirnya sudah ada di anak tangga keseratus limapuluh sembilan. Namun, masalah buruk terjadi. Jurus tameng kura - kuranya mulai retak. Karena tameng kura - kuranya retak, phoenix api hitam menghentikan semburannya agar ryuji tidak terluka. Tetapi jika ia tidak menyembur api hitam kearah ryuji, maka efek dingin akan menembus ryuji kembali.
Karena sudah tidak ada semburan api hitam lagi, tameng kura - kura miliknya masih bisa bertahan. Namun, ryuji tidak dapat melangkah akibat efek dingin yang sudah hampir membekukan semua organ tubuhnya.
"Sial! sial! sial! jika jantungku membeku, maka aku akan mati," ujar ryuji dalam hati.
Walaupun satu langkah lagi, itu bukanlah sesuatu yang mudah. Ryuji yang sudah diujung tanduk dan kekuatannya sudah menipis, hanya bisa pasrah saja. Namun, saat ia mulai ingin tumbang, ryuji ingat pada saat kejadian di ujian sebelumnya. Dimana waktu itu katak bakuku menyelamatkannya dari ujian kedua.
Ryuji pun meminta bantuan katak bakuku dan menyuruhnya untuk membantunya seperti pada saat ujian sebelumnya.
Katak bakuku yang tidak membantah, langsung menarik ryuji dengan lidahnya. Namun, efek dingin membuatnya tidak dapat menarik ryuji.
"Ad... ada.. apaaa... ?" tanya ryuji.
"Wrebekk... lidahku tidak kuat menahan dingin, lidahku hanya kuat menahan api saja wrebekk...," jawab katak bakuku.
Ryuji pun terpaksa bertaruh. Ia menggunakan api ajaib biru dingin ditubuhnya. Katak bakuku pun langsung mencoba menariknya. Secara perlahan ryuji melangkah dengan semua kesakitan yang ia terima. Tetapi semua kerja kerasnya berhasil. Ia lolos diujian ketiga. Phoenix api hitam yang melihat tekad ryuji, membuatnya kagum. Katak bakuku dan phoenix api hitam pun kembali ke dimensi ruang. Walaupun sekarat, ryuji masih bisa menggerakkan badannya. Karena jantungnya mulai membeku. Ryuji menusuk dadanya dan memasukkan tangannya ke dalam tubuhnya. Ryuji mengalirkan api ajaib biru dingin dan elemen api milik zee ling ditangannya dan ryuji menaruh tangannya itu ke jantungnya. Seketika jantungnya mulai bekerja lagi karena hawa dingin dari efek lembah es mulai pudar.
__ADS_1
Walaupun api ajaib biru dingin itu sangat efisien dan kuat, tetapi tidak berefek pada es. Karena itu, sebelumnay ryuji melapisi api ajaib biru dingin dengan perisai api membara. Jika ryuji hanya menggunakan api ajaib biru dingin miliknya, itu tidak akan bisa menahan efek dingin yang sangat kuat. Karena tipikal api ajaib biru dingin itu tidak panas, melainkan dingin tetapi mematikan. Jika berbenturkan dengan es, maka tidak akan berguna. Ryuji memakai api ajaib biru dingin pada saat terakhir hanya agar katak bakuku dapat menariknya. Karena lidahnya katak bakuku bisa menahan api. Walaupun dingin, tetapi itu masih merupakan elemen api. Apapun tipe api tersebut, katak bakuku tidak akan masalah.
"Hahh.. hahh.. hahh... tidak aku sangka akan sangat melelahkan. Kekuatanku sudah sangat tipis sekali. Sisa 150 anak tangga lagi, kira - kira apa ya ujiannya?" gumam ryuji yang terlihat senang walaupun habis melewati sesuatu yang berat.
Sedangkan klan lee yang pergi setelah kematian hyoka lee dan insiden mengamuknya sabit iblis bermata tiga, akhirnya sampai di kota luo yi yang merupakan bagian benua utara. Merekapun mencari rumah kosong yang disewakan. Setelah dapat rumah untuk tinggal, mina lee dan chou lee pergi untuk menemui tetua hong di perguruan pedang suci, sedangkan angkh lee ditugaskan untuk mencari bahan makanan dipasar. Karena anggota klan lee yang sedikit, membuat mereka mencari rumah yang disewakan dengan mudah. Total keluarga mereka ada 10. Dan yang tinggal di klan hanya 7, karena ryuji lee, hyoka lee, dan zhang lee tidak ada.
Walaupun hanya 3 pendekar pengendali diri tingkat roh, tetapi kemampuan keluarga lee tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan anggota keluarga yang lain bisa mengalahkan tingkat jendral walaupun mereka sendiri masih ditingkat elite. Angkh lee yang belum terlalu kenal dengan daerah disana, membuatnya bingung. Namun saat ia melihat papan pengumuman, ia melihat gambar ryuji disana. Dan angkh lee terkejut karena ternyata ryuji diincar dan bahkan imbalan jika menangkapnya cukup besar.
"Apa yang dilakukan dia sampai dicari orang? pikir angkh lee penasaran.
Karena ia harus membeli bahan makanan, ia pun mengesampingkan masalah ryuji tersebut. Saat tiba di tempat yang ia tuju, ia membeli beberapa karung beras, Macam - macam sayuran, berbagai rempah - rempah, beberapa daging **** dan daging sapi. Saat angkh lee ingin meninggalkan tempat itu, ia mendengar pembicaraan beberapa orang yang sedang membicarakan ryuji.
"Kemana si ryuji sialan itu? ia sudah membuat anak pemimpin kota sampai sekarat waktu itu dan ia juga mengalahkan semua orang yang mengincarnya dalam sekejap. Aku rasa dia itu monster," ucap salah satu orang yang membicarakan ryuji tersebut.
Angkh lee yang kesal karena kakaknya dibicarakan, membuatnya menghampiri orang - orang itu.
"Bocah sialan! tidak sopan sekali dia, mau ngajak ribut?" tantang seseorang dari mereka.
"Sudah - sudah, mari adik kecil duduk saja. Kelihatannya kamu penasaran dengan orang yang bernama ryuji itu, apa dia kakekmu?" ujar salah satu yang lain sedikit meremehkan.
"Kalian sampah yang hanya bisa membicarakan orang dibelakang tidak pantas hidup," ucap angkh lee.
Karena mendengar jawaban angkh lee, mereka pun kesal dan bangun dari tempat duduk mereka masing - masing.
"Hei bocah tengik! ikut kami ke belakang bukit, kami ingin ******* mulut kotormu itu!" ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Baiklah ayo kita kesana sekarang," jawab angkh lee setuju sambil membawa bahan makanan yang sudah ia beli.
Karena keributan itu, orang yang disana pun ikut ke belakang bukit untuk menyaksikan pertarungan mereka.
"Kau akan tamat bocah! jika hari ini kau tidak mati, maka kami seumur hidup tidak akan tenang," ucap salah satu dari mereka.
Angkh lee yang tidak mau basa - basi, langsung menaruh bahan makanannya dibawah pohon dan menarik sabit iblis bermata tiga dari punggungnya.
"Wah bocah ini punya mainan bagus, ayo kita ambil dan jual teman - teman," ujar salah satu dari mereka.
"Cukup 3 detik untuk membunuh kalian!" ucap angkh lee sambil mengarahkan jari tengahnya kepada mereka.
Para orang yang ingin ribut dengannya pun tertawa karena ucapan angkh lee tersebut. Bahkan para warga yang menonton tertawa dengan ucapan angkh lee yang sangat percaya diri itu.
"Hahahaha... lucu sekali anak ini. Dia mau mati makanya pura - pura menakuti kita hahahaha....," ujar salah satu dari mereka.
Setelah selesai tertawa, orang - orang yang ribut dengan angkh lee pun langsung menyergapnya bersamaan. Angkh lee pun menggunakan jurus langkah angin. Dalam sekejap pun angkh lee melesat dan mengayunkan sabit iblis bermata tiga kearah orang - orang itu. Seketika banyak bagian tubuh yang berceceran dimana - mana akibat serangan sabit tersebut.
"Dii... diiaa... monn... nnssterrr...., dia biis.. a... membunuh 7 orang dalam hitungan detik," ucap salah satu warga yang menonton ketakutan.
"Bahkan, sampai ketujuh orang itu mati tanpa bagian tubuh yang utuh," ujar salah satu warga yang lain menambahkan.
Ibilis dalam sabit itupun senang karena mendapat darah segar. Bahkan, sampai membunuh 7 orang sekaligus.
"Hehehe... darah segar ini bisa bertahan 2 minggu. Terimakasih ya bocah," ucap iblis dalam sabit itu.
__ADS_1
Angkh lee pun langsung pergi dari sana dan meninggalkan tubuh orang - orang itu begitu saja. Para warga pun dibuat berlarian tidak karuan karena takut mati.