Shadow Dragon Warrior

Shadow Dragon Warrior
chap 31 - Kembali Lagi Tanpa Hasil


__ADS_3

Setelah ryuji sudah bisa menggunakan kekuatan alam sesukanya, ia merasa menggunakan energi alam membuat seseorang bertambah kecepatan, kelenturan dan kekuatannya. Ryuji merasa kemampuannya meningkat. Selain bisa ilmu pengendali diri, juga memiliki kemampuan menyerap energi alam dan memusatkannya pada sebuah senjata.


Namun, walaupun terus giat berlatih ternyata kemampuan ilmu pedang tidak berpengaruh pada tingkatannya. Ia tetap berada ditingkat roh bintang 1 akhir. Setelah berpikir, ia pergi menemui mo ling & zee ling untuk menanyakan apakah mereka masih memiliki buku ilmu lain atau tidak?


Setelah masuk kedimensi ruang, ryuji melihat phoenix api hitam dan laba - laba petir ungu yang sedang memulihkan tenaga mereka. Dan mo ling sedang santai karena tidak ada yang dikerjakan.


"Mo ling! apakah kau ada jurus lain untukku?" tanya ryuji.


"Tidak ada sekarang. Nanti aku akan berikan jika tingkatanmu sudah naik," ujar mo ling.


"Kalau zee ling apa punya ya? ah aku tanya saja," pikir ryuji dalam hati.


Ryuji pun menghampiri zee ling yang sedang tidur dan membangunkannya.


"BANGUNNNN.....! kau sudah tua tapi malas sekali," teriak ryuji.


"Sialan... makhluk mana yang membangunkanku?" ucap zee ling marah.


Setelah itu, ryuji bertanya kepada zee ling untuk memberikan buku ilmu jika ia memilikinya. Namun, jawabannya tetap sama. Mereka tidak mau memberikan buku ilmu mereka dengan alasan tingkatan ryuji belum tinggi.


Ryuji yang kecewa kembali dan bermeditasi untuk memulihkan tenaganya 100%. Namun, ia tetap memikirkan kekalahannya dari siluman laba - laba putih tersebut. Bahkan, lagi - lagi mengorbankan nyawa orang dalam pertarungan.

__ADS_1


"Arrgghh.... akan aku balas! dasar laba - laba bisanya mainan jaring. Kau siluman apa nelayan main - main jaring? lalu siapa ya nama kakek itu? ia tidak terlalu tinggi ilmu pengendali dirinya tapi bisa bertahan 3 bulan, aneh," ujar ryuji bingung.


Keesokan harinya, ryuji bangun dan datang kembali kegunung hajimoto. Ia melihat api hitam milik phoenix api hitam belum padam. Ryuji yang melihat keadaan itu berpikir bahwa siluman itu pasti berada disisi gunung yang tidak terbakar dan ia juga terluka akibat luka dari api hitam phoenix yang sangat kuat.


Ryuji langsung masuk kegunung dan memotong benang tajam yang membentang didalam hutan sebagai jebakan membunuh musuh. Saat sedang memotong benang itu, ryuji baru sadar bahwa benang itu terlihat jika ada matahari. Ryuji tiba - tiba merasa akan menang kali ini. Ia terus menerjang keatas gunung dan betul tiba - tiba serangan datang.


Boneka siluman itu lagi - lagi menghalanginya. Ryuji tahu jika silumannya mati, maka bonekanya tidak akan bergerak lagi. Ryuji berusaha mencoba melewatinya dengan susah payah. Namun gagal melewatinya, ryuji merasa seolah - olah bahwa siluman itu bisa melihat seluruh gunung ini.


"Sial! aku harus cepat menemukannya dan membunuhnya," pikir ryuji.


Ryuji mau tidak mau menebasnya dengan pedang api berkali - kali. Namun, tetap tersambung lagi. Ryuji yang tidak mau menghabiskan tenaganya tapi juga tidak ingin kehilangan waktunya, ia langsung mau tidak mau menggunakan jurus pagoda api. Walaupun menguras tenaga, tapi bisa membinasakannya menjadi abu. Ryuji langsung menggunakan jurus itu dan boneka itu seketika tidak bergerak karena benang penggeraknya terputus oleh dinding pagoda api yang sangat panas. Ryuji langsung meleburnya dan boneka itupun menjadi abu. Siluman laba - laba merasa geram karena bonekanya bisa dikalahkan oleh ryuji. Ia pun memanggil anak - anaknya untuk membunuh ryuji dan membawa kepalanya kepadanya.


Ryuji yang sudah menghabisi boneka itu, langsung bergegas mencari siluman itu, tapi anak - anak dari siluman itu menyerang ryuji. Walaupun kekuatannya lemah, tapi jika banyak bisa merepotkan.


Siluman - siluman kecil itupun menyerang ryuji dengan jaring dan benang. ryuji yang masih memikirkan cara hanya memotongnya dengan pedang api.


Ryuji mencari cara untuk menjatuhkan mereka ketanah dan menghabisi mereka dengan ombak es. Namun, kenyataan tidak sama dengan yang dipikirkan. Ryuji yang terus bertahan, lama - lama tidak sabar terus begitu. Ia ingin memanggil laba - laba petir ungu karena ia waktu itu bisa membunuh beberapa anak siluman itu walaupun sedikit setidaknya mengurangi jumlah mereka. Tapi laba - laba petir ungu maupun phoenix api hitam sedang memulihkan diri.


Tiba - tiba ryuji ingat, bahwa jurus hujan es bisa menjadi hujan air dan fungsinya menghilangkan panca indera musuh dan mengunci kekuatan musuh sekitar 80% jika terkena hujan itu. Tapi memang jurus mo ling sedikit memakan tenaga juga seperti jurus pagoda api. Namun, hanya itu cara cepat bisa membunuh mereka yang sangat lincah.


Ryuji pun langsung menggunakan jurus hujan air dan siluman kecil itu tidak ada yang menyadari jika hujan itu bukan hujan biasa. Seketika tanpa disadari mereka semua tidak dapat menggunakan kekuatannya dan mulai melemah. Ryuji yang melihat ketidakfokusan mereka langsung menebas semua kepala mereka dengan cepat.

__ADS_1


"Huuhh... huuhhh... sedikit lelah, jika tidak begini justru akan memakan lebih banyak tenaga. Aku harus cepat," ucap ryuji.


Disisi lain, siluman itu mulai panik karena jurus ryuji yang ia keluarkan tidak ia lihat sebelumnya. Siluman itupun langsung mengeluarkan banyak sekali benangnya dan melesat kearah ryuji.


Ryuji yang menunggu kesempatan itu, langsung mengeluarkan tombak naga air dari cincin ruangnya dan mengumpulkan energi alam pada ujung tombak itu lalu menebas benang - benang itu dengan sangat mudah.


Siluman laba - laba putih seketika panik dan melarikan diri. Namun, ryuji menggunakan jurus gerakan penjuru mata angin yang belum ia gunakan selama ini. Ryuji menggunakannya untuk bisa langsung tiba didepan siluman itu dan menusuknya dengan tombak naga air.


Siluman itupun ternyata pintar, itu lagi - lagi boneka benangnya. Ryuji yang kesal karena tertipu 2x melihat sekitar. Namun ryuji sadar benang yang siluman itu tebar bisa terlihat karena cahaya matahari. Ryuji pun mengikuti benang yang paling banyak ditebar hingga ketempat yang tidak ada tebaran. Ryuji yakin tempat yang tidak ada tebaran benang itu adalah tempatnya bersembunyi karena ia tidak akan menaruh benangnya pada tempatnya sendiri. Ryuji melihat sebuah rumah kecil yang ia curigai adalah tempat siluman itu sembunyi.


Ryuji pun mendobrak rumah itu. Tapi ada yang tidak beres, rumah itu ternyata rumah penempa pedang yang ia cari. Ryuji seketika lemas dan tidak berdaya kerena melihat bahwa terdapat mayat seorang wanita tua dan anak kecil yang membusuk. Ryuji yang tidak tahan melihat pemandangan itu langsung keluar.


Ryuji merasa sia - sia yang ia lakukan selama ini. Dan tanpa disadari dalam rumah itu ada foto keluarga penempa itu. Ryuji pun melihat foto itu dengan menutup hidungnya. Saat melihat foto itu, ryuji terkejut. Ternyata kakek yang ia temui itu adalah suami wanita tua yang meninggal membusuk itu. Ryuji mencari kain untuk menutup mayat itu dan pergi membawa foto itu.


"Aku penasaran kenapa kakek tua itu berbohong kepadaku? apakah ia tidak ingin aku ikut campur masalahnya atau apa? aneh sekali," ujar ryuji mengkerutkan dahinya.


Namun, saat lebih diperhatikan dari foto itu ternyata ada seorang anak lagi yang tidak ada dirumah itu. Ryuji berpikir bocah ini mungkin sudah kabur sebelum keluarganya meninggal atau dia dimakan siluman laba - laba putih itu.


Saat ryuji membalik foto itu, ada nama keluarga mereka. Ternyata kakek tua itu bernama takeshi. Ryuji langsung berdoa untuk mendoakan keluarga kakek itu. Akhirnya, ia tahu nama kakek itu.


( Tak kenal maka tak sayang ^ _ ^ )

__ADS_1


Ryuji yakin bahwa siluman itu ada disini dan terus melihat sekitaran dekat rumah itu. Tapi ryuji tetap tidak menemukannya.


__ADS_2