
Sampai di rumah Jeni dan Vian langsung masuk rumah menemui semua orang yang sudah menunggu kedatangan mereka. Mereka langsung bersalaman dengan semua orang yang ada disana.
Daddy meminta mereka duduk "kalian berdua duduk".
Mereka langsung mencari tempat duduk, Jeni duduk disebelah oma. Sedangkan Vian duduk di sofa single. Vian melihat raut wajah semua orang pada tegang, dia langsung diam tidak mau banyak bicara.
Daddy mengambil amplop yang ada di atas meja dan meberikan kepada Vian "ambil ini dan buka".
"Apa ini dad" Vian mengambilnya dan membukanya.
Vian langsung kaget dengan isi amplop tersebut. Isinya foto-foto mesra Vian dengan Angel waktu liburan.
"Apa-apaan ini dad. Ini tidak seperti yang daddy dan opa fikirkan" Vian melihat ke daddy dan opa untuk menolaknya.
"Yakin kamu Vian, lihat penampilan dan semua yang orang itu pakai" ucap oma.
__ADS_1
"Memang ini benar punya aku oma tapi itu benar-benar bukan aku. Semenjak aku pacaran sama Angel aku tidak pernah melakukan itu. Meskipun aku lama tinggal di luar negeri aku masih ingat dengan agama yang kalian ajarkan pada aku. Aku berani bersumpah itu bukan aku. Coba kalian semua lihat dibawah foto ini ada tanggalnya. Ini foto baru beberapa bulan belakangan diambil sedangkan aku sudah satu tahun tidak ada hubungan sama Angel. Kalau kalian tidak percaya coba tanya sama Alex dan om Beni" Vian kesal dan meletakan foto tersebut diatas meja.
Vian menarik napas "jadi karena ini opa memaksa aku untu pulang".
"Bukan, karena kamu memang sudah waktunya untuk pulang sesuai janji kamu sebelum berangkat ke London, kamu lupa" jawab mommy.
Vian kembali terdiam "terus kalian percaya aku melakukan ini semua?" Vian melemah.
"Kalau bukan kamu siapa lagi, kamu gak ingat semua yang ada dalam foto itu pemberian siapa? Itu semua hanya ada satu di dunia ini dan semua orang tahu itu semua" daddy semakin marah melihat reaksi Vian.
"Bang kalau bukan abang yang melakukan itu kenapa abang menunduk dan takut seperti itu" Jeni ikut kesal.
"Memang bukan abang, kamu paham tidak. Sekarang kamu puas, karena ingin melindungi kamu aku harus berpacaran dengan cewek seperti itu" Vian kesal dan membentak Jeni di depan semua orang.
Jeni sampai tertegun mendengar bentakan Vian "cukup bang, ini sudah kesekian kali abang membentak Jeni hanya karena cewek matre itu" Jeni menangis sambil memeluk oma.
__ADS_1
Vian baru sadar kalau dia sudah membentak adiknya lagi hanya karena kesal sama Angel. Semua orang melihat sama Vian untuk meminta penjelasan tentang ucapan Vian.
"Ada apa sebenarnya Vian" mommy bertanya dengan lembut tapi Vian tetap diam.
"Vian kenapa kamu marah ketika Jeni membahas Angel, jawab vian?" oma pun bertanya masih dengan suara yang lambat tapi Vian tidak juga menjawabnya.
"Sampai kapan kamu akan bungkam dan merahasiakan sama kami" sekarang opa yang bicara tapi Vian masih diam.
Vian tidak ada yang menjawab pertanyaan dari mommy, oma dan opa. Lalu daddy semakin tidak mengerti dengan pemikiran Vian dan marah sama Vian.
"Vian.. jawab... kami butuh penjelasan kamu. Kenapa kamu bilang ini semua gara-gara Jeni, kenapa?"
"Baik, akan aku jelaskan. Jeni pernah menabrak seseorang di London sampai meninggal. Waktu itu Jeni belum ada SIM tapi dia sudah membawa mobil. Aku dan Alex sudah melarangnya untuk tidak membawa mobil itu tapi dia tetap pergi. Jeni kabur setelah menabrak orang itu dan Angel mengetahui semua itu serta dia juga punya bukti-buktinya. Kalau aku tidak mau pacaran sama dia, dia akan melaporkan semua itu dan menyebarkan berita tersebut ke media. Aku tidak mau perusahaan opa dan daddy kena imbasnya makanya aku mengorbankan perasaan aku beberapa tahun ini. Aku pun tahu kalau Angel pacaran sama aku karena ingin uang ku saja. Tapi aku tidak bisa memutuskan Angel sampai aku dapat mengambil semua bukti mengenai kecelakaan itu dari Angel dan aku juga harus mengumpulkan bukti untuk membongkar kebusukan Angel tersebut" penjelasan Vian.
Jeni langsung berlari memeluk Vian setelah mendengar penjelasan dari Vian. Semua yang difikirkan selama ini mengenai Vian yang tidak menyayanginya semua itu bohong. Jeni meminta maaf pada Vian sambil menangis di pelukan kakaknya.
__ADS_1
*BERSAMBUNG