Si Bungsu

Si Bungsu
66. Max


__ADS_3

Masalah dengan Andi sudah ada titik terangnya. Sekarang yang menjadi pemikiran Liana apa yang akan terjadi sama Andi.


Apakah dia akan bercerai dengan Anis?


Apakah dia akan menikahi Dina karena dia sudah hamil anaknya?


Apakah Anis akan bisa menerima Dina sepupunya sebagai madu untuknya?


Apakah Andi akan kehilangan semuanya karena keserakahannya selama ini?


Semua pertanyaan itu masih terngiang-ngiang dalam pikiran Liana.


Hari ini Liana ada janji sama Max sesuai dengan pesan yang di kirim Liana sama Max. Mereka akan bertemu di sebuah kafe, Liana di antar oleh Tina pengawal pribadi Liana. Tina hanya akan menemani Liana sesuai dengan yang diperintahkan Vian. Dia tidak akan ikut campur dengan pembicaraan mereka.


Max datang menghampiri Liana yang sedang duduk dengan Tina.


"Assalamualaikum Li" ucap Max.


"Waalaikumussalam, silakan duduk Max" Max duduk "sorry ya sudah gue pesanin, apa loe masih minum ini kan" ucap Liana.


Max tersenyum "masih Li, gue heran aja loe masih ingat dengan minuman yang gue suka waktu kita bicara seperti ini".


"Loe gak usah canggung seperti itu, gue gak pernah menyalahin loe" ucap Liana.


"Iya, gue paham kok. Ini siapa? Pengawal loe?" Max melihat Tina di sebelahnya.


"Iya, kenalin namanya Tina. Suami gue gak bolehin gue pergi sendiri. Loe tahu kan penyakit gue dan apa aja yang sudah terjadi sama gue selama ini" ucap Liana.


"Hai.. salam kenal. Tunggu Lo, apa loe bilang barusan, loe udah nikah?" Max sedikit kaget.


Liana melihatkan walpaper ponselnya "ini foto akad gue. Gue lama lagi resepsi, nanti gue udang loe".


"Tunggu, ini bukannya Vian Prabowo?" tanya Max.


"Iya, loe kenal?".


"Iya gue kenal. Sekarang gue kerja di perusahaannya"..

__ADS_1


"Perusahaan yang mana?".


"PN Group, atasan gue pak Jeje".


"Oh.. itu bukan perusahaan Vian. Itu perusahaan kakek, tapi sekarang memang Vian yang menjalankannya".


"By the way, ada apa loe ingin bertemu sama gue?"


"Apa loe masih pacaran sama Berbie?"


"Udah lama gak, gue sekarang dekat sama cewek yang di tolong sama orang tua gue".


"Apa Mimi namanya?"


"Iya, kok kamu tahu" Max heran Liana tahu.


"Dia anak paman gue yang hilang hampir 2 tahun, gue kehilangan mereka sampai saat ini. Kalau boleh, bisa nggak gue ketemu sama Mimi. Gue mau tanya paman sama bibi gue dimana sekarang?".


"Mimi gak tahu, Li. Kita sudah mencari tahu mereka dimana tapi nihil. Yang buat gue heran sampai sekarang Mimi ketakutan sama orang ini, jika ketemu" Max melihat foto Andi.


"Pernah, tapi dia gak pernah jawab".


"Kalau boleh tahu dimana orang tua loe ketemu sama Mimi?".


"Waktu itu mereka baru pulang dari pesta teman papa. Mereka bertemu di tepi jalan, waktu itu Mimi sedang kacau sekali. Penampilannya berantakan dan dia menangis semenjak ketemu orang tua gue sampai tiba di rumah".


"Bisa gak gue ketemu dia".


"Besok gue bawa dia ketemu sama loe".


"Kalau gitu bawa ke rumah gue ya".


"Oke".


Setelah membicarakan Mimi, mereka langsung membahas mengenai Berbie. Kenapa mereka bisa putus, ternyata Berbie itu memang protective sama Max. Max sudah tidak tahan pacaran dengan Berbie makanya mereka putus.


Setelah selesai membicarakan Mimi, Liana pamit. Dia pergi ke kantor Vian untuk mengajak Vian buat pulang bersama.

__ADS_1


"Bos seperti yang dijelaskan tuan Max barusan, sepertinya memang terjadi sesuatu sama dia. Bisa jadi dia trauma seperti bos dulunya" ucap Tina di jalan.


"Aku juga berfikiran seperti itu Tina, nanti akan aku bicarakan sama Vian" ucap Liana.


Sampai di kantor VP Entertaiment, Liana langsung jalan masuk. Semua orang yang bertemu dengan Liana sangat menghormati Liana sebagai istri dari bos mereka. Mereka tersenyum sama Liana begitu juga Liana.


Liana mau membuka pintu ruangan Vian, datang Jeni "sore kak ipar" ledek Jeni.


Liana melihat Jeni "kamu Jen, sore!".


"Mau kedalam buk, bosnya gak ada didalam. Mereka ada meeting, kalau mau kesana mari adik ipar antar" ejek Jeni.


"Jeni udah donk, jangan ledek aku terus" Liana cemberut.


"Iya deh maaf, ayo" ajak Jeni.


"Emang boleh aku kesana?" Liana takut Vian marah.


"Boleh aja, kan gak meeting dengan client. Mereka meeting hanya dengan artis-artis dan karyawan disini" ucap Jeni.


"Ayo" mereka jalan ke ruang meeting.


Semua orang melihat Liana datang dengan Jeni. Semua karyawan sudah pada tahu kalau Liana adalah istri bos mereka. Tapi artis-artis disana belum ada yang tahu, semua artis heran melihat semua karyawan yang hormat sama Liana. Artis-artis pada berbisik dan menanyakan Liana siapa, kenapa sangat dekat dengan Jeni. Juga kenapa karyawan disana sangat hormat pada Liana.


Liana datang langsung mencium tangan Vian dan Vian mencium kening Liana. Semua artis-artis disana masih bertanya-tanya, mereka ada hubungan apa.


"Bagaimana, udah selesai?" tanya Vian.


"Belum, besok mereka ketemu kita lagi. Nanti di rumah Lili ceritain" jawab Liana.


Liana memberi kode pada Vian mengenai semua artis masih bingung memperhatikan kemesraan mereka. Vian melihat sama Rey untuk menjelaskan sama semua orang disana.


"Oke semuanya, pasti kalian bingungkan. Bos Vian sama nona Liana sudah menikah, sudah seminggu mereka selesai akad. Resepsinya sebentar lagi, kalian tunggu saja undangannya" ucap Rey.


Semua artis yang cewek merasa kecewa sama bosnya. Bos yang mereka impikan sudah punya orang lain. Mereka semua galau berjamaah, karena gagal mendapatkan Vian


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2