Si Bungsu

Si Bungsu
64. Bertemu Sahabat Ayah dan Bunda


__ADS_3

Setelah akad nikah Vian sudah memutuskan buat tinggal di rumah Liana. Sebab Liana tidak di izinkan oleh kakaknya untuk meninggalkan rumah. Makanya sewaktu Vian ingin menikahi Liana, dia tidak mau membeli rumah karena dia yakin ini pasti terjadi. Setelah selesai sholat subuh berjamaah, Liana meliha ponselnya. Ternyata ada pesan dari sahabat ayah dan bunda, mereka ingin ketemu sama Liana.


Liana dan Vian datang ke alamat yang sudah di terima mereka sebelumnya. Vian membunyikan bel rumah tersebut, sehingga keluar seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.


"Assalamualaikum tante, apa tante ini tante Gina?" tanya Liana.


"Waalaikumussalam, iya. Kamu siapa?" tanya Gina.


"Saya Liana tante dan ini suami saya Vian" Liana menjawabnya.


"Owh, jadi kamu anaknya Juan sama Nanda?" tanya balik Gina.


"Iya tante" Liana tersenyum.


"Ayo masuk" ajak Gina.


Mereka jalan masuk rumah menemui Dion yang sedang menonton televisi.


"Mas ini Liana anaknya Juan sama Nanda dengan suaminya" Gina memperkenalkan mereka sama Dion.


"Vian om" Vian berjabat tangan dengan Dion.


"Silakan duduk, tante ke belakang sebentar" Gina langsung ke dapur buat minum.


Mereka berdua duduk "jadi kapan kalian nikah?" tanya Dion.


"Sabtu kemaren om, maaf kita gak undang om" ucap Liana.


"Tidak masalah, om tahu kok tujuan kalian menikah. Dani sudah menghubungi om sama tante, makanya om ingin ketemu sama kalian" jawab Dion.


"Maaf sebelumnya om, setahu Vian ini bukan rumah om" ucap Vian.


"Iya Vian, ini bukan rumah om dan tante. Ini rumahnya Pandi paman Lili. Sebelum Pandi pindah ke Bandung dengan istrinya dulu, rumah ini sudah menjadi markas kita" ucap Gina datang dengan membawa minuman dan cemilan.


"Apa om sama tante tahu paman Pandi dimana sekarang?" tanya Liana.

__ADS_1


"Kita benar-benar tidak tahu, kita baru tahu kalau Pandi sudah lama menghilang" ucap Dion.


"Jadi untuk apa om dan tante ingin ketemu sama kita?" tanya Lili.


"Om sama tante mau menyerahkan semua wasiat orang tua kamu. Kita sudah tidak sanggup di teror sama paman dan bibi kamu, Li" kata Dion.


"Kita juga ingin membahas masalah itu sama om dan tante. Apa om dan tante tahu caranya kita melawan mereka?" Vian.


"Om hanya tahu caranya jika Pandi di temukan, sebab yang memegang kendali semuanya adalah Pandi. Kalau mereka tidak mendapatkan izin atau tanda tangan dari Pandi, mereka tidak akan mendapatkan warisan tersebut" Dion.


"Bang, pantasan sekarang paman sama bibi dekat dengan mas Andi. Yang menyembunyikan paman adalah mas Andi" Liana melihat sama Vian.


"Maksud kamu Andi keponakannya?" Gina.


"Iya tante, dulu sewaktu Lili sakit mas Andi memaksa Lili sama Paman untuk mendatangi surat kuasa pengalihkan perusahaan ayah. Paman tidak mengizinkannya jadi terpaksa mas Andi menculik paman. Sampai sekarang kami tidak tahu paman dimana" Liana.


"Kamu kenal dengan Max, teman sekolah kamu dulu?" tanya Dion.


"Iya, Lili kenal. Tapi Lili sudah jarang ketemu sama dia" Liana.


"Bukannya Max pacaran sama Berbie ya, kenapa bisa jalan dengan mimi" kata hati Liana.


Vian memperhatikan Liana "Li.. apa yang kamu fikirkan" bisik Vian.


"Seperti yang pernah aku ceritakan dulu sama abang kalau Max itu pacaran sama Berbie. Tidak mungkin kan mereka ada hubungan, bang" kata Liana.


"Iya om, tante, Max itu ada hubungan sama cewek lain tidak mungkin bersama Mimi" sambung Vian.


"Itu yang harus kita cari tahu, tidak mungkin kan dia tidak tahu orang tuanya berada" Gina.


"Iya benar kata Gina, kalian coba temui Max dan Mimi" saran Dion.


"Silakan di minum dulu, nanti kalau kalian mau menemui kami. Kirim pesan ke nomor semalam yang kami kirim pesan. Nanti kita akan bertemu lagi disini" ucap Dion.


Setelah mereka menemui Dion dan Gina, mereka langsung pulang menuji Vian Firm. Disana Alex, Rey, dan Tina sudah menunggu mereka untuk merencanakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

__ADS_1


Sampai disana semua orang sudah menunggu di ruangan rahasia. Liana heran dengan ruangan ini "bang kita mau keman?" tanya Liana yang ketakutan sambil bergelayut ditangan Vian.


"Jangan takut, nanti kamu akan terbiasa menghadapi semua ini. Kalau kamu ingin menghadapi orang seperti Andi dan paman kamu, kamu harus lebih licik lagi" ucap Vian sambil memegang tangan Liana.


Bodygurth membuka pintu, disana mereka sudah di tunggu. Liana melihat orang sekeliling, orang disana sangat menakutkan. Liana masih bergelayut ditangan Vian, semua orang tersenyum melihat tingkah Liana.


"Tidak masalah, mereka semua bekerja sama abang. Mereka tidak akan mencelakai kamu, mereka yang akan menjaga kamu. Jika aku tidak berada di dekat kamu. Tina ambil minum buat Lili" perintah Vian.


Tina langsung mengambilnya dan memberikannya pada Liana. Liana meminumnya sambil duduk melihat Vian yang sedang bicara sama Alex, Rey, Tina, dan yang lainnya.


"Siapa sebenarnya kamu, bang. Aku benar-benar belum kenal siapa kamu sebenarnya, tapi apapun yang kamu lakukan semoga itu yang terbaik" kata Liana dalam hatinya.


Tina menghampiri Liana "bu bos, ayo kita keluar. Saya mau bicara sama bos, mengenai Alex dan Mimi".


"Tapi bang Vian?" Liana melihat Vian.


Vian melihat Liana "pergi saja, nanti abang susul. Tina akan ajak kamu ke ruangan Alex, nanti abang kesana".


"Abang jangan lama ya" ucap Liana.


"Iya sayang" ucap Vian untuk menenangkan Liana.


Kemudian Liana dan Tina sudah pergi meninggalkan ruangan itu. Ketika mereka tidak terlihat, Vian kembali melanjutkan percakapannya sama Rey dan Alex.


"Jadi bagaimana?" tanya Vian


"Seperti dugaan kamu kemaren Vian, yang ingin mencelakai Liana waktu itu adalah paman dan bibinya. Kita sudah mendapatkan buktinya, apa yang harus kita lalukan sekarang?" Alex.


"Masalah itu tahan dulu, kita harus mencari paman Pandi dulu. Bagaimana caranya kita menjatuhkan Andi?" Vian.


"Bos saya sudah mendapatkan siapa selingkuhan Andi, dia adalah mantan pacar Jeje. Saya mengetahui waktu Jeje membantu saya mencari tahu mengenai Andi. Dia juga tidak tahu dimana paman Pandi, tapi dia tahu kelemahan Andi" penjelasan Rey.


"Apa kelemahannya?" tanya Vian.


Lalu Rey menceritakan semuanya sama Vian dan Alex. Setelah semuanya selesai mereka keluar dari ruangan itu. Vian sama Alex langsung menuju ruangan Alex yang disana sudah di tunggu oleh Liana.

__ADS_1


*BERSAMBUNG


__ADS_2