Si Bungsu

Si Bungsu
53. Kedatangan Bibi dan Paman


__ADS_3

Hari ini Liana kembali bekerja seperti biasa di toko kue. Liana juga datang sedikit telat sebab sekarang memang tidak terlalu banyak kerjaan. Di toko sudah ada bibi dan paman Liana menunggu. Liana memasuki toko disambut oleh seorang karyawan kepercayaan Liana. Liana melihat raut wajah karyawannya begitu cemas.


"Pagi nona.." ucap karyawan itu.


"Pagi, kamu kenapa?" Liana heran melihat raut wajah karyawannya.


"Nona ada yang mau ketemu sama nona. Mereka beberapa hari ini sering datang kesini menanyakan nona dengan marah-marah" karyawan itu menjawab dengan takut.


"Emang siapa mereka?" Liana penasaran.


"Kata mereka bibi dan paman nona".


"Owh.. kalau gitu bilang sama mereka dan ajak nemui saya di ruangan saya" ucap Liana langsung masuk ke ruangannya.


Karyawan itu langsung menghampiri bibi dan paman Liana. "Permisi tuan, nyonya, nona Liana sudah datang. Nona ingin menemui tuan sama nyonya di ruangannya, mari saya antar".


"Ayo cepat tunjukan ruangannya" bibi emosi.


Karyawan langsung jalan duluan mengantar bibi dan paman. Setelah sampai karyawan itu membukakan pintu.


"Assalamualaikum nona, ini bibi dan pamab nona" ucap karyawan.


Bibi dan paman masuk "kamu boleh keluar dan buatkan minum buat bibi dan paman" ucap Liana.


"Baik nona" karyawan langsung pergi.


"Silakan duduk bi, paman" Liana mempersilakan mereka duduk.

__ADS_1


Mereka berdua langsung duduk "jadi apa maksud kedatangan bibi sama paman kesini?" tanya Liana.


"Maksud kedatangan kita kesini ingin membicarakan apa yang sudah di bicarakan Maya waktu itu sama kamu" jawab Paman.


"Lili kan sudah bilang sama bibi kalau masalah super market dan perusahaan itu tidak akan pernah Lili serahkan sama bibi dan paman".


"Kamu tidak bisa begitu, disana masih ada hak kami yang di pakai sama ayah dan bunda kamu" ucap Maya.


"Kata siapa bi?" Liana mulai kesal.


"Sebelum orang tua kamu membuka usaha itu, uang orang tua kita sudah banyak habis buat buka usaha oleh orang tua kamu" kata Johan.


"Bibi sama paman tahu dari siapa, sedangkan usaha itu sudah di buka sebelum ayah dan bunda menikah. Kalau paman dan bibi tidak percaya, mari kita temui orang yang dipercaya disana".


"Kita sudah ada buktinya, kalau itu semua memang ada hak kami" Maya semakin kesal.


"Mana buktinya, coba aku lihat".


"Tidak perlu, besok aku tidak bisa banyak pekerjaan" Liana menolaknya.


"Kenapa? Apa kamu takut semuanya akan kami ambil" Maya tersenyum kecut.


"Sebab bukti itu memang tidak ada. Apa paman sama bibi tidak puas dengan apa yang sudah ayah berikan dulu".


"Kalau itu memang hak kami dan kami akan mengambil hak-hak kami lagi" Johan.


"Hak yang dikasih sama ayah itu seharusnya bukan milik paman sama bibi. Tapi disana masih ada hak kita, seharusnya paman dan bibi berfikir dulu sebelum mengambil hak anak yatim piatu" Liana kesal.

__ADS_1


"Kamu sama saja dengan kakak-kakak kamu, sama-sama keras kepala" Maya melihat sama Johan. "Kalau gitu jangan salah kita berdua akan membawa masalah ini kejalur hukum" ancam Maya.


"Baik, saya tidak takut. Saya akan mempertahankan apa yang seharusnya milik saya" Liana tidak takut.


"Baik, kamu tunggu semuanya nanti siapa yang akan menang" ancam Maya.


"Iya, akan saya tunggu" ucap Liana.


"Ayo mas kita pulang, tidak ada gunanya kita bicara sama anak kecil ini" Maya mengajak Johan pergi.


"Oya bibi, paman, ingat umur dan masih ada keluarga yang makan uang anak yatim itu" Liana semakin kesal.


Maya dan Johan berhenti mendengar perkataan Liana. Maya langsung menghampiri Liana dan menamparnya.


Plakkk


"Jaga ucapan kamu sebelum saya ambil paksa sekarang juga" ucap Maya.


Liana memegang pipinya "terimakasih banyak bibi. Ini pertama dan terakhirnya bibi menampar saya. Keluar dari sini" usir Liana.


"Dasar anak tidak tahu di untung" Maya langsung pergi meninggalkan ruang Liana.


Setelah bibi dan pamannya keluar masuk karyawannya tadi.


"Maaf nona, saya baru datang. Tadi saya mau masuk tapi saya mendengar pertengkaran makanya saya tidak jadi masuk" ucap karyawan.


"Its ok. Kamu bisa melanjutkan kerja kamu lagi" Liana duduk.

__ADS_1


"Baik nona, saya permisi" karyawannya keluar.


*BERSAMBUNG


__ADS_2