
"Ayo bang kita pulang" ajak Liana.
"Duduk dulu" Vian memanggi pelayan "minta air putih segelas" kata Vian sewaktu pelayan datang.
Tidak lama kemudian pelayan datang dengan membawa minuman.
"Minum obat kamu dulu, kamu belum minum obat kan?"
Liana menggeleng sambil mengeluarkan obatnya dan minum obat.
Mereka jalan berdua ke parkiran. Vian membukakan pintu mobil buat Liana. Dia heran dan bingung melihat Vian yang perhatian sama dia.
"Nggak usah juga di bukain bang, aku bisa sendiri" Liana masuk mobil dan Vian hanya tersenyum.
Liana hanya diam dan melihat keluar jendela mobil. Kemudian dia sadar kalau ini bukan jalan ke rumahnya.
"Bang kita mau kemana, ini bukan jalan kerumah Lili" Liana menoleh ke Vian.
Vian tetap fokus menyetir "emang bukan, sebentar lagi kita sampai".
Vian membawa Liana ke Villa di puncak. Disana terdapat kebun strawbery milik Vian. Villa itu adalah villa pribadi Vian, yang dibangunnya beberapa tahun lalu. Keluarganya tidak tahu mengenai villa tersebut kecuali Rey dan Alex sepupu Vian.
Selama di perjalanan Liana ketiduran sebab dia baru siap minum obat. Waktu di perjalanan Vian sudah menghubungi keluarga Liana untuk mengajaknya ke villa. Liana terbangun dan kaget melihat pemandangan yang sangat indah.
__ADS_1
"Kita dimana bang?" tanga Liana.
Vian membuka seat belt "kamu turun dulu"
Liana membuka pintu dan turun mengikuti Vian. Datang seseorang menghampiri Vian dan bersalaman dengannya.
"Sore bos, silakan masuk, semuanya sudah disiapkan seperti yang bos minta" ucap penjaga villa dan kebun.
"Bagus, kenalin ini Liana. Liana kenalin ini mang Udin penjaga villa dan kebun" Vian memperkenalkan Liana.
"Liana.." menyambut tangan mang Udin.
Mereka berdua masuk dan mang Udin kembali bekerja.
"Aku ingin dekat sama kamu, seperti yang aku bilang di kafe tadi. Aku tidak bisa jauh dari kamu, makanya aku bawa kamu kesini untuk bicara" jawab Vian sambil duduk.
Liana duduk di depan Vian "kalau bicara bisa dimana pun, bang. Kenapa harus disini, ini tempat siapa?"
"Ini villa aku dan baru kamu yang aku bawa kesini. Semoga tempat ini bisa membuat kamu melupakan semua masalah kamu selama ini" ucap Vian.
Liana hanya diam "kenapa diam. Kamu boleh anggap aku sebagai teman atau kakak seperti Jen" sambung Vian.
"Bang ke kebun yuk, aku mau lihat-lihat" Liana mengalihkan pembicaraan sebab dia tidak mau membahas masalahnya.
__ADS_1
"Ayo" Vian jalan menuju kebun.
Liana sangat senang melihat buah strawbery "ini, petik mana yang kamu suka" Vian memberikan tempat strawbery.
Liana memetik buah strawbery dan langsung ingin memakannya tapi langsung dicegah oleh Vian.
"Jangan dimakan, nanti ya, petik aja dulu nanti baru makan setelah dicuci".
Liana cemberut dan Vian tersenyum melihat tingkahnya.
"Jangan cemberut nanti cantiknya hilang. Ayo ikut abang" Vian menarik Liana ke tempat pengolahan strawbery.
Liana sangat kagum "bang, jadi strawbery disini langsung diolah?"
"Iya, kita langsung buat slei, es krim, kue, dan masih banyak lagi. Semua yang sudah diolah baru kita dsitribusikan ke kota" penjelasan Vian sambil menunjuk tempat pengolahannya.
"Ayo. Disini juga ada kafe dan foto boot" Vian langsung membawa Liana.
Sampai disana Liana langsung minta tolong Vian buat memfotonya. Vian dengan senang hati membantunya. Vian juga senang melihat Liana yang tersenyum bebas disana.
Hingga sore mereka masih keliling kebun dan villa. Setelah maghrib mereka langsung balik ke kota. Vian mengantar Liana ke rumahnya dan minta maaf sama Bagas kalau mereka pulang larut malam.
*BERSAMBUNG
__ADS_1