Si Bungsu

Si Bungsu
71. Menantu


__ADS_3

Sampai di kediaman orang tua Vian, mereka langsung di sambut oleh pembantu.


"Den, nona, sudah tunggu di ruang keluarga" ucap pembantu.


"Makasih bik" ucap Vian.


Mereka langsung menuju ruang keluarga yang sudah di tunggu oleh semua orang. Momy keluar dari dapur dengan Jeni membawa minuman dan cemilan.


"Eh menantu momy udah datang" ucap momy.


"Momy" kata Vian melihat Liana.


"Mom, biar Lili yang bawa" Liana mengambil nampan di tangan momy.


"Bagaimana kabar momy?" tanya Liana.


"Alhamdulillah sehat Li, ayo kita gabung sama mereka" ajak momy.


Mereka berempat jalan ke ruang keluarga. Lili dan Jeni langsung meletakan minuman dan cemilan diatas meja.


"Kenalin semuanya ini menantu saya yang cantik itu Liana" momy memperkenalkan Liana.


Liana tersenyum "sayang, kenalin ini papi Alex namanya om Beni. Disebelah Alex adalah Floe sepupunya. Kemudian disebelahnya papa dan mama Floe" Vian memperkenalkan mereka semua.


Floe dan mamanya sedikit tidak suka melihat Liana "sok cantik" kata hati Floe sambil melihat penampilan Liana dari atas sampai kebawah.


Sewaktu Liana bersalaman sama Floe dan mamanya, mereka hanya menepis tangan Liana sambil tersenyum kecut. Liana dan Vian tahu bahwa mereka tidak menyukai Liana.


"Istri kamu memang cantik Vian, benar yang dikatakan Alex sama om" ucap Beni.


"Terimakasih om" kata Vian sambil duduk mengajak Liana.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu kamu kerja dimana?" tanya Floe dengan sinisnya.


"Dia tidak bekerja, emang kenapa?" ucap Vian.


Floe tersenyum "berarti percuma kamu kuliah kalau tidak mengaplikasikannya".


Vian mau menjawab tapi ditahan oleh Liana sambil memberikan kode bahwa dia tidak apa-apa. "Maaf sebelumnya nona Floe, tidak selalu wanita itu sia-sia menuntut ilmu. Meskipun permintaan suami ku untuk tidak bekerja, aku tidak masalah. Asal nona tahu, sepintar apapun wanita atau secerdas apapun wanita tidak akan mengubah kodrat wanita. Wanita itu akan selalu dibawah laki-laki, apalagi itu suaminya" jawab Liana.


"Benar yang dikatakan Liana, wanita akan selalu dibawah jika bersama keluarganya. Tapi wanita akan diatas jika melihat keberhasilan suaminya dan melahirkan anak buatnya" sambung momy.


Floe merasa terpojok dengan perkataan Liana. Dia tidak bisa mengatakan apapun, Alex melihat reaksi Floe. Sekarang dia paham bahwa Floe ingin menjatuhkan Liana.


"Oya Floe, asal kamu tahu Lili tidak hanya hebat di perusahaan dia juga seorang arsitek. Klinik yang dibangun Vian adalah hasil desaign dari Lili. Kamu harus tahu satu hal, Liana semenjak kuliah sudah bekerja di perusahaan ayah dan bundanya. Karena ada alasan satu hal membuat Liana tidak di izinkan oleh Vian untuk bekerja. Meskipun begitu dia masih bekerja menjaga toko kue kakak iparnya dari rumah" puji Alex terhadap Liana.


"Kamu memang wanita terhebat Liana. Om berharap suatu saat Floe akan bisa menjadi seperti kamu" ucap papa Floe.


"Papa..." Floe kesal.


"Sudah om. Floe, gue tahu loe gak suka sama istri gue tapi loe jangan pernah lagi bicara seperti itu sama dia. Kalau loe masih mau lama tinggal disini" ancam Vian.


Waktu sudah menunjukkan mau maghrib, Vian mengajak Liana buat bersih-bersih mau sholat maghrib. Setelah sholat maghrib mereka langsung bersiap-siap untuk pergi ke pesta ulang tahun Sari.


Floe dikamar sangat kesal melihat semua orang memuji Liana. Dia kemudian mencoba membuat rencana untuk menyingkirkan Liana. Karena dia sudah mengambil Vian darinya, orang yang sangat dia kaguminya dari kecil.


"Dulu Angel yang mengambil Vian sekarang Liana, apa bedanya aku sama mereka" kata hati Floe.


"Aahhh..." Floe kesal dan melempar semua barang-barang yang ada di kamarnya.


Jeni tidak sengaja lewat kamar Floe, dia mendengar keributan. Dia mau memeriksa keadaan Floe tapi dihentikan oleh Alex.


"Biarin saja, mungkin dia kesal karena semua orang memuji Liana" ucap Alex.

__ADS_1


"Tapi kak?" Jeni risau.


"Sejak kapan adik kakak ini khawatir sama orang seperti Floe. Dia sudah biasa seperti itu, pasti sekarang dia sedang merencanakan sesuatu untuk Liana. Kita hanya melihat dan menjaga Liana" kata Alex.


"Benar kak, aku tidak mau apa yang terjadi sama Angel akan terjadi juga sama Lili" Jeni semakin khawatir.


"Tidak usah khawatir seperti itu, Vian tidak akan mau istrinya kenapa-napa" kata Alex.


"Benar juga. Kalau gitu aku mau siap-siap" Jeni langsung pergi.


"Kamu mau pergi kemana?" tanya Alex.


Jeni berhenti di depan pintu kamarnya "kakak gak tahu apa pura-pura lupa".


"Kakak emang gak tahu" ucap Alex.


"Emang kak Rey gak kasih undangan sama kakak?"


Aleng menggeleng "ya ampun kak Rey, ini pasti dia lupa karena sibuk pergi sama Jeje mengintai Andi" ucap Jeni.


"Acara apa sih?" Alex semakin penasaran.


"Ulang tahun Sari jam 8 nanti, kakak gak datang?" ucap Jeni.


"Harus dong, tapi kakak belum beli kadonya" ucap Alex.


"Yakin gak ada kadonya, nanti di ambil orang loh" ledek Jeni.


"Maksudnya!" Alex tidak paham.


"Lihat saja nanti" Jeni langsung masuk kamarnya.

__ADS_1


Alex pergi sambil memikirkan apa yang dikatakan Jeni "apa dia tahu kalau aku suka sama Sari. Tapi apa benar Sari akan diambil orang lain. Ini tidak dibenarkan, aku akan mengatakannya" kata hati Alex sambil masuk kamarnya.


*Bersambung


__ADS_2