Si Bungsu

Si Bungsu
47. Kejujuran Keempat


__ADS_3

Semua orang sedang memasak buat makan siang di dapur. Datang Vian menghampiri mereka mencari Liana.


"Li..." ucap Vian.


Liana melihat Vian "iya, why?"


"Ikut abang bentar yuk!"


"Kemana?" tanya Liana bingung.


"Ada yang mau abang omongkan masalah yang tadi"


"Owh..tunggu bentar" Liana langsung mencuci tangannya.


"Jen, Sar, Kia, aku tinggal bentar ya" ucap Liana pada sahabatnya.


Sahabatnya menganggu dan menjawab "iya" secara bersama.


Vian dan Liana masuk ke salah satu ruangan di dalam villa.


"Ini ruangan apaan bang?" tanya Liana sambil duduk di sofa.


"Ruang kerja abang" jawab Vian.


Liana melihat-lihat ruangan, dia merasa takjup dengan desain ruangan tersebut.


"Jadi apa ceritanya?" Vian to the point.


"Seperti yang sudah Lili cerita waktu jalan kesini tadi bang. Angga itu mantan Lili, dia pernah pacaran sama Lili hanya ingin memanfaatkan Lili saja. Dia selalu minta uang sama Lili dengan seribu alasan. Dia juga pernah selingkuh di depan mata Lili tapi tidak juga mengaku. Setiap berjanji selalu ingkar tidak pernah menetapinya"


"Dia juga sangat sering minta balikan sama Lili tapi tidak pernah Lili tanggapi. Tadi itu pertemuan pertama Lili sama dia setelah menikah. Lili gak tahu kalau dia bekerja disini, biasanya dia bekerja di kota" cerita Lili.


"Kalau tidak salah istrinya orang sini, tadi abang suruh Rey mencari tahu. Dia juga beberapa bulan kerja disini" ucap Vian.


"Owh pantasan" jawab Liana cuek.


"Kamu tahu nggak istrinya ada penyakit?" tanya Vian.


"Nggak, emang sakit apa?" Liana kaget.


"Istrinya itu ada sakit kanker darah"


"Kasihannya? pantasan sering ketemu dengan Lili di rumah sakit dulu"


"Kenapa raut wajah kamu tidak berubah seperti biasanya. Kamu kelihatan tenang dan tidak terlalu ada beban" ucap Vian merasa bingung.


"Sebab Lili tidak terlalu sakit hati sama dia bang. Makanya Lili tidak seperti itu, Lili hanya tidak suka dengan caranya saja. Lili pun sudah lama memaafkannya" ucap Liana.

__ADS_1


"Oh syukur lah" jawab Vian.


Semua orang sudah menunggu Liana dan Vian datang buat makan siang bersama. Tapi semua orang tidak tahu mereka pergi kemana.


Rey datang "kok belum mulai makannya?"


"Lagi nunggu loe, Vian, sama Liana" jawab Alex.


"Apa kak Rey tahu mereka ada dimana?" tanya Jeni.


"Tahu, mereka ada di ruang kerja bos" jawab Rey.


"Kalau gitu tunggu apa lagi, panggil mereka buat kesini" ucap Alex.


Rey langsung pergi ke ruang kerja memanggil Vian dan Liana. Mereka berdua mendengar suara ketuk pintu.


"Masuk.." ucap Vian dari dalam.


Rey langsung masuk "maaf bos ganggu"


"Ada apa kak?" tanya Liana.


"Semua orang sudah menunggu bos sama nona buat makan siang" jawab Rey.


"Ayo Li kita makan dulu" ajak Vian.


Mereka bertiga jalan ke meja makan, semua sudah duduk menunggu mereka di tempat masing-masing. Kemudian mereka langsung duduk juga.


"Tidak apa-apa Li" jawab Kia.


Mereka semua langsung makan siang bersama, setelah makan cewek-cewek membersihkan meja makan dan peralatan masak tadi. Tiba-tiba ponsel Jeni berdering dan dia langsung mengangkatnya.


"Iya.."


"Jen, gue sudah di perkebunan. Loe dimana?"


"Oke, loe tunggu di kafe dekat perkebunan. Sebentar lagi gue kesana"


"Oke" Jeni langsung menutup telepon.


Jeni menghampiri sahabatnya di dapur "guys, aku keluar sebentar ya".


"Mau kemana Jen?" tanya Kia.


"Aku ada janji sama orang, bye!" Jeni langsung masuk kamar mengambil tasnya.


Sewaktu Jeni turun dan lewati ruang tamu, Vian melihatnya yang sedang duduk bersama Rey dan Alex.

__ADS_1


"Jen mau kemana?" tanya Vian.


"Mau keluar sebentar bang, ada janji" Jeni langsung keluar berlari.


"Sama siapa..." teriak Vian tapi tidak ada jawaban dari Jeni karena dia sudah menghilang.


"Anak itu" Vian sebal.


"Udah biarin aja, nanti dia balik" ucap Alex.


Rey melihat Kia keluar dari dapur "Kia..." panggil Rey.


"Iya" Kia melihat sama mereka.


Rey menghampiri Kia "kita jalan-jalan berdua yuk" ajak Rey.


"Mau kemana kak?" tanya Kia.


"Keliling perkebunan aja" jawab Rey.


"Iya, ayo"mereka langsung pergi berdua.


"Bos, Lex, kita keluar sebentar ya" ucap Rey.


"Iya" Vian pergi ke ruang kerjanya.


Liana sedang sholat di kamar, sedangkan Sari masih di dapur bersih-bersih. Datang Alex mau mengambil minuman dan melihat Sari.


"Belum juga selesai?" tanya Alex.


"Udah kok. Nih lagi tunggu Kia mau pergi jalan-jalan keluar" jawab Sari.


"Kia udah pergi sama Rey" Alex minum air.


"Apa, Kia udah pergi. Nggak asyik" Sari bete.


Alex melihat Sari "ayo aku ajak jalan-jalan" ajak Alex.


"Kemana?"


"Ikut aja, ayo!" Alex menarik Sari keluar.


Alex membukakan pintu mobil buat Sari "masuk".


"Kita mau kemana dengan mobil?" tanya Sari.


"Kita keliling perkebunan udah kemaren kan, sekarang aku akan ajak agak jauh sedikit" ucap Alex.

__ADS_1


Mereka masuk kedalan mobil, Alex akan mengajak Sari ke villanya. Kemudian dia akan membawa Sari ke kota.


*BERSAMBUNG


__ADS_2